Pertemuan Perdana BATAN-CSCA, BAPETEN, Tim Keamanan Nuklir RSO Kementrian Perhubungan-Indonesia

Pertemuan Perdana BATAN-CSCA, BAPETEN, Tim Keamanan Nuklir RSO Kementrian Perhubungan-Indonesia

Staff bidang pengkajian BAPETEN sangat terkesan dengan pengalaman CSCA/BATAN dalam menerapkan self-assessment nuclear secuity culture ....

Selengkapnya...
BATAN Kenalkan Budaya Keamanan Nuklir ke Unhan

BATAN Kenalkan Budaya Keamanan Nuklir ke Unhan

koordinasi antara lembaga litbang BATAN dengan Perguruan Tinggi khususnya dalam mempromosikan nuclear security, physical protection , nuclear security culture and its assessment

Selengkapnya...
CSCA Sebagai Nara Sumber di BAPETEN

CSCA Sebagai Nara Sumber di BAPETEN

Sejak didirikan oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto, tanggal 29 September 2014, Center for Security Culture and Assessment (CSCA) yang bekerjasama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) dan Center for International Trade and Security-University of Georgia (CITS-UGA) Amerika Serikat

Selengkapnya...

(Jakarta, 02/03/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebagai lembaga pemerintah dalam menjalankan salah satu tugasnya yakni melakukan penelitian di bidang iptek nuklir, selalu mengedepankan budaya keamanan nuklir. Budaya keamanan diterapkan untuk menjamin seluruh fasilitas nuklir aman dari ancaman terhadap sumber radioaktif.

Penggiat budaya keamanan nuklir di BATAN, Khairul mengatakan, budaya keamanan pada lembaga yang mengoperasikan fasilitas nuklir merupakan hal yang wajib dilakukan. Oleh karenanya sejak tahun 2010, BATAN telah membentuk tim yang bertugas melakukan sosialisasi dan internalisasi budaya keamanan kepada seluruh pegawai di BATAN.

“Tim yang terdiri para pakar keamanan nuklir melakukan kegiatan sosialisasi budaya keamanan secara periodik ke seluruh kawasan nuklir di BATAN,” ujarnya ketika mengikuti rapat penyusunan rencana kerja pengamanan dan keamanan nuklir di Bogor, Selasa (26/02).

(Jakarta, 20/02/2018) Tahun 2018 ini merupakan loncatan prestasi bagi Tim CSCA dengan dimulainya Program Penilaian Mandiri Budaya Keamanan Sumber Radioaktif di Kawasan Nuklir Pasar Jumat (KNPJ). Mulainya program ini ditandai dengan terselenggaranya “Pelatihan Penilaian Mandiri Budaya Keamanan Sumber Radioaktif” pada tanggal 20-23 Februari 2018. Acara resmi pembukaan pelatihan pada tanggal 20 Februari 2018 dilakukan oleh Ka. PAIR Totti Tjiptosumirat dengan didampingi oleh Yaziz Hasan sebagai Ka. Bagian Pengamanan dan Keamanan – BHHK BATAN. Pelatihan ini diikuti oleh para penggiat budaya keselamatan dan penggiat budaya keamanan serta dari unsur pengamanan di KNPJ.

Seperti diketahui, setelah melakukan uji coba penilaian mandiri di Kawasan nuklir Bandung, Yogyakarta dan Kawasan Nuklir Serpong tahun 2012-2013, Tim CSCA sesuai fungsinya yaitu melakukan asesmen budaya keamanan, pada tahun 2015-2016 telah melakukan penilaian mandiri budaya keamanan tahap ke-2 di Kawasan Nuklir Serpong. Laporan penilaian budaya keamanan tahap ke-2 telah disampaikan oleh BATAN yang diwakili oleh Deputi Bidang Penerapan Teknologi Nuklir, kepada direktur Nuclear Security Division – IAEA dalam acara Nuclear Security Support Center (NSSC), Februari 2016.

(Serpong, 29/01/2017.  Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerja sama dengan Center for International Trade and Security – University of Georgia (CITS – UGA) menggelar International Workshop dengan mengambil tema “A Roadmap for Harmonizing and Integrating Nuclear Safety and Security Culture”, di Hotel Grand Zuri BSD City, Serpong (29/01). Budaya keamanan (security culture) dan budaya keselamatan (safety culture) menjadi 2 hal penting dalam mengelola fasilitas nuklir.

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, membentuk suatu budaya agar dapat diresapi oleh setiap karyawan BATAN menyangkut 3 poin utama. “Yang pertama adalah komitmen pimpinan untuk menerapkan budaya itu, kedua regulasi yang bisa diimplementasikan segera, dan ketiga ada reward dan punishment,” katanya saat memberikan sambutan. Yang tak kalah pentingnya juga adalah menularkan budaya itu dari generasi tua ke generasi muda di BATAN melalui Nuclear Knowledge Management (NKM).

(Serpong, 11/04/17).  Selama lebih dari 50 tahun, The Abdus Salam International Centre for Theoretical Physics (ICTP) telah menjadi kekuatan pendorong di belakang upaya global untuk memajukan keahlian ilmiah di negara berkembang. Didirikan pada tahun 1964 oleh almarhum Nobel Laureate Abdus Salam, ICTP berusaha untuk mencapai mandatnya dengan menyediakan ilmuwan dari negara-negara berkembang dengan pendidikan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk menikmati karir yang panjang dan terus produktif.

(Wina, 21/02/17).  Badan Tenaga Nuklir (BATAN)  telah mempromosikan budaya keamanan nuklir  sejak tahun 2010. Kegiatan sosialisasi budaya keamanan nuklir mengacu kepada Implementing Guide IAEA-NSS No. 7, Nuclear Security Culture, 2008.

Pertengahan tahun 2012, IAEA menyusun Draft Technical Guidance of Self-Assessment on Nuclear Security Culture, yang kemudian diimplementasikan di ketiga fasilitas reaktor riset di Bandung, Yogyakarta dan Serpong. Hasil uji coba penilaian mandiri tersebut disampaikan oleh delegasi BATAN pada acara International Conference on Nuclear Security, July 2013. Untuk mendukung keberlanjutan kegiatan sosialisasi dan penilaian mandiri budaya keamanan nuklir di lingkungan fasilitas nuklir, BATAN mendirikan Center for Security Culture and Assessment (CSCA) bekerjasama dengan IAEA dan Center for International Trade and Security-University of Georgia, yang diresmikan pada September 2014 oleh Kepala BATAN. CSCA yang anggotanya terdiri dari berbagai disiplin keahlian serta lintas unit kerja guna membantu pimpinan dalam melakukan sosialisasi dan penilaian mandiri budaya keamanan nuklir.