• 2020-2024, BATAN Targetkan 5 Jenis Produk Radioisotop dan Radiofarmaka untuk Kesehatan

    (Serpong, 20/10/2020). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mendapatkan penugasan dari pemerintah sebagai koordinator dalam 3 kegiatan Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024, dimana salah satunya di bidang kesehatan, yakni pengembangan radioisotop dan radiofarmaka.  Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan menyampaikan bahwa 5 jenis produk radioisotop dan radiofarmaka untuk kesehatan ditargetkan BATAN akan terealisir dalam kurun waktu 2020 - 2024.

     “Mengapa radioisotop dan radiofarmaka? Ada dua manfaat penggunaan radioisotop dan radiofarmaka dalam kedokteran nuklir, yaitu untuk diagnostik dan untuk terapi, misalnya untuk penyakit kanker, dimana saat ini penggunaannya terus berkembang dan prospeknya makin meningkat,” demikian disampaikan oleh Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Auditorium Gd. 71 Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan dan diikuti pula secara daring melalui aplikasi meeting, Selasa (20/10).

  • Anugerah "Prayogasala" dari Menristekdikti untuk PTRR

    Dalam acara puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-20, tanggal 10 Agustus 2015 di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) TNI Angkatan Laut Tanjung Priok, Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN menerima Anugerah Prayogasala sebagai pranata penelitian dan pengembangan iptek. Anugerah tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. Hadir pula dalam acara tersebut Presiden RI ke-3 yang juga merupakan tokoh utama dalam pengembangan iptek nasional B. J. Habibie, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

  • Asal Sumber Radiasi Buatan

    Batan.go.id - Selain radiasi yang berasal dari alam, kita juga menerima radiasi dari beberapa sumber radiasi yang memang sengaja dibuat oleh aktifitas manusia. Sumber radiasi buatan dapat berupa reaktor nuklir, pesawat radioterapi, pesawat roengent, jaringan listrik tegangan tinggi, dan lain-lain. Sumber radiasi dalam bentuk unsur dapat dibuat di dalam suatu instalasi nuklir dengan mereaksikan unsur-unsur netral (tidak memancarkan radiasi) dengan radiasi gelombang elektromagnetik atau partikel melalui suatu mekanisme reaksi nuklir. Unsur-unsur netral tersebut kemudian menjadi bersifat dapat memancarkan radiasi atau disebut sebagai unsur radioaktif. Beberapa contoh sumber radiasi buatan adalah kolat dengan simbol Co, sesium (Cs), thalium ( Tl), teknisium (Tc), iodium (I), dan masih banyak lagi.

  • BATAN Miliki Peralatan Riset Kesehatan Untuk Penelitian Aneka Penyakit

    Batan.go.id - Aplikasi teknik nuklir dalam kehidupan manusia banyak ragamnya. Salah satunya di bidang kesehatan dan obat-obatan. BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) selama ini telah banyak melakukan penelitian dan pengembangan aplikasi teknik nuklir untuk kesehatan di Indonesia. Aplikasi nuklir untuk kesehatan antara lain diterapkan BATAN dalam serangkaian metode radiodiagnostik dan radio terapi. BATAN telah memiliki dan mengoperasikan kamera gamma untuk  penelitian kanker payudara dan kanker prostat. Keunggulan dari perangkat tersebut adalah tingkat akurasi yang tinggi dan waktu  analisa yang cepat.

  • BATAN - Ministry of Health Discusses the Development of Nuclear Medicine in Indonesia

    (Jakarta, 01/15/2020) The Indonesian Minister of Health, Terawan Agus Putranto together with the Head of the National Nuclear Energy Agency (BATAN), Anhar Riza Antariksawan discussed the development of nuclear medicine in Indonesia. This discussion was held in the Minister of Health's office, Jl. Rasuna Said, South Jakarta, Monday (01/13).

    Anhar said, this meeting was a follow-up effort from his meeting with the Indonesian Vice President on 10 January. "Previously, we had met with the Vice President, the result of which was asking BATAN to increase its cooperation with ministries and institutions. And now we can meet with the Minister of Health," said Anhar.

    At this meeting, Anhar conveyed the achievements of BATAN in the health sector, specifically related to the production of radioisotopes and radiopharmaceuticals. So far, BATAN has produced radioisotopes and radiopharmaceuticals in collaboration with State-Owned Enterprises such as PT. Inuki and Kimia Farma.

  • BATAN Berharap Makin Banyak Pemangku Kepentingan yang Manfaatkan Teknologi Nuklir

    (Serpong, 21/11/2017). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar kegiatan Temu Bisnis di Gedung Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi, Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, Rabu (22/11). Temu Bisnis ini merupakan rangkaian kegiatan dari Seminar Nasional Pendayagunaan Teknologi Nuklir tahun 2017. Kegiatan ini merupakan forum diskusi antara BATAN dengan berbagai stakeholders dalam upaya komersialisasi dan pemanfaatan produk BATAN berupa radioisotop dan radiofarmaka.

  • BATAN Lakukan Evaluasi Pelaksanaan STP

    (Musi Rawas, 03/09/2019), Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyelenggarakan kegiatan evaluasi pelaksanaan Science Techno Park (STP) di Kabupaten Musi Rawas, Selasa (03/09). Kegiatan STP merupakan program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2015.

    Wakil Bupati Musi Rawas, Suwarti dalam sambutannya menyambut baik kegiatan evaluasi pelaksaan STP BATAN. Kabupaten Musi Rawas menjadi salah satu daerah yang ditunjuk oleh BATAN sebagai salah satu lokasi STP selain Kabupaten Klaten dan Polewali Mandar.

  • BATAN Miliki Laboratorium Hewan Uji Radioaktif, Satu-Satunya di Indonesia

    (Jakarta, 30/03/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) memiliki fasilitas laboratorium hewan uji radioaktif. Laboratorium ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang digunakan untuk penelitian dan pengembangan senyawa bertanda dengan menggunakan hewan percobaan.

    Kepala PSTNT, Jupiter Sitorus Pane mengatakan, laboratorium hewan ini sudah ada sejak 1979, namun belum dilengkapi dengan fasilitas pengujian yang sesuai dengan standar, sehingga pemanfaatannya belum maksimal. Pada awalnya laboratorium ini hanya digunakan untuk melakukan kontrol terhadap produk radioisotop dan senyawa bertanda yang dihasilkan reaktor TRIGA 2000 dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik radioisotop dan senyawa bertanda melalui hewan percobaan dan beberapa uji praklinis sederhana.

    Sejak tahun 2019 dilakukan perbaikan tahap awal berbagai fasilitas laboratorium dan pada bulan Februari 2020 selesai dan siap dimanfaatkan. “Pada perkembangannya, laboratorium ini digunakan untuk uji pra-klinis terhadap penelitian senyawa bertanda untuk diagnosis dan terapi kanker dan penyakit infeksi lainnya,” ujar Jupiter.

  • BATAN Produces Painkillers for Cancer Patients

    (Solo, 02/03/2019) The National Nuclear Energy Agency (BATAN) through the Center for Radioisotope and Radiopharmaceutical Technology (PTRR) has produced a product that can relieve the pain suffered by people with cancer. This was conveyed by the Head of the Radioisotope and Radiopharmaceutical Technology Center (PTRR), Rohadi Awaludin at a healthy talk show at the UNS Inn Hotel, Solo, Saturday (02/03).

  • BATAN Produksi Radioisotop dan Radiofarmaka untuk Penuhi Kebutuhan Kesehatan di Indonesia

    (Serpong, 22/11/2017) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebagai penyedia teknologi produksi radioisotop dan radiofarmaka, bekerja sama dengan PT. Kimia Farma, telah berhasil memproduksi secara komersial 3 (tiga) produk kit-radiofarmaka dan 2 (dua) senyawa bertanda untuk berbagai tujuan aplikasi kesehatan, seperti diagnosa kanker tulang, diagnosa kanker tiroid, terapi paliatif kanker hingga diagnosa penyakit jantung dan ginjal. Selain itu, BATAN juga tengah melakukan riset produksi radiofarmaka yang potensial dimanfaatkan untuk diagnosa penyakit TBC, fungsi paru dan jantung, serta terapi keloid, kanker tiroid dan prostat.

  • BATAN Sampaikan Hasil Litbang Iptek Nuklir Kepada Pemprov Jawa Tengah

    (Jakarta, 04/02/2020) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan menyerahkan hasil litbang iptek nuklir berupa varietas padi unggul Sidenuk dan radiofarmaka Samarium-153 EDTMP kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, Selasa (03/02). Penyerahan hasil litbang iptek nuklir ini disampaikan dalam rangka kunjungan kerja bersama Komisi VII DPR-RI ke Provinsi Jawa Tengah.

    Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto dalam sambutannya menyampaikan maksud dan tujuan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah yakni untuk mendapatkan gambaran khususnya tentang pengembangan dan pengelolaan energi khususnya energi baru dan terbarukan, kondisi kelistrikan dan permasalahan yang dihadapi, pengembangan dan pemanfaatan hasil riset oleh masyarakat Jawa Tengah. Selain itu, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk menjaring aspirasi dari Pemprov Jawa Tengah terkait sektor energi dan sumber daya mineral di Jawa Tengah.

  • BATAN Targetkan 4 Prototipe Radioisotop Radiofarmaka dalam Prioritas Riset Nasional

    (Jakarta, 22/01/2020). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menjadi koordinator Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020 – 2024 di bidang kesehatan, yakni pengembangan radioisotop dan radiofarmaka untuk diagnosis dan terapi berbagai penyakit.

    Output-nya akan menghasilkan produk radioisotop dan radiofarmaka yang diharapkan dalam 5 tahun kedepan mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” jelas Anhar saat bertemu dengan beberapa wartawan media nasional, di Jl. Barito, Jakarta, Kamis (22/01).

  • BATAN Targets 4 Radiopharmaceutical Radioisotope Prototypes in National Research Priorities

    (Jakarta, 01/22/2020). The National Nuclear Energy Agency (BATAN) is the coordinator of the National Research Priority (PRN) 2020-2024 in the health sector, namely the development of radioisotopes and radiopharmaceuticals for the diagnosis and treatment of various diseases.

    "The output will produce radioisotope and radiopharmaceutical products which are expected within the next 5 years to obtain marketing authorization from the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM)," Anhar explained when meeting with several national media journalists, on Jl. Barito, Jakarta, Thursday (01/22).

    In the process of obtaining marketing authorization, continued Anhar, so far BATAN has been working with other parties such as PT. Kimia Farma. For information, currently there are 5 radioisotope and radiopharmaceutical R&D products that have obtained marketing authorization from BPOM.

  • BATAN Terima Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

    (Jakarta, 27/11/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) menerima penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Rabu (25/11). Penghargaan ini diberikan atas inovasi yang diberi nama Samarium untuk terapi paliatif kanker (SUNTIK), yakni sebuah produk radioisotop dan radiofarmaka yang dapat digunakan sebagai pereda nyeri pada penderita kanker yang sudah metastasis ke tulang.

    Produk ini dinilai sangat efektif sebagai pereda nyeri menggantikan cara konvensional yakni dengan morfin. Dengan menggunakan inovasi SUNTIK ini, yakni pasien diberikan samarium, dapat mengurangi rasa nyeri hingga 80% selama 40 hari dan tidak memberikan efek ketagihan seperti pada pemberian morfin.

    Menteri PAN RB, Tjahjo Kumolo mengatakan, peningkatan kualitas layanan publik yang dapat memenuhi harapan masyarakat merupakan keberhasilan dari reformasi birokrasi. Oleh kerena itulah, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mendorong seluruh badan publik untuk meningkatkan kualitas pelayanan publiknya kepada masyarakat.

    “Dorongan ini bertujuan untuk menciptakan partisipasi publik dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan menumbuhkan informasi berbagai sektor pemerintahan yang salah satu strateginya dengan memberikan penghargaan,” ujar Tahjo Kumolo.

  • BATAN Tingkatkan Penguasaan Teknologi Produksi Radiosiotop dan Radiofarmaka Melalui Kerja Sama dengan Pihak Jepang

    (Jakarta, 05/12/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) akan meningkatkan penguasaan teknologi produksi radioisotop dan radiofarmaka melalui kerja sama dengan Kaken, salah satu lembaga riset Jepang. Kerja sama ini diwujudkan dengan penandatanganan naskah kerja sama kedua belah pihak di Mito, Jepang, Selasa (03/12).

    Kepala PTRR, Rohadi Awaludin mengatakan, Kaken adalah perusahaan Jepang yg bergerak di bidang riset dan komersialisasi hasil riset, khususnya riset riset kimia. "Kaken tersusun dari 2 huruf kanji ka yg berarti kimia dan ken yang berarti riset. Termasuk di dalamnya adalah riset di bidang radioisotop," ujar Rohadi melalui pesan tertulisnya.

    Kerja sama antar kedua institusi ini terjalin, menurut Rohadi, berawal dari adanya kesamaan pandangan bahwa teknologi produksi radioisotop dan radiofarmaka terus berkembang dan pemanfaatannya terus mengalami peningkatan, termasuk di Jepang dan di Indonesia. Kaken dan BATAN memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang radioisotop dan radiofarmaka. Jika pengetahuan dan pengalaman tersebut disinergikan maka akan diperoleh hasil yang sangat menguntungkan kedua belah pihak, bahkan bukan hanya kedua institusi namun bisa lebih luas lagi yaitu bagi Indonesia dan Jepang.

  • BEKERJASAMA DENGAN PTRR, PSMN MENYELENGGARAKAN UJIAN SERTIFIKASI OPERATOR FASILITAS PROSES RADIOISOTOP

    Serpong (13 April 2021)
    Kebutuhan akan radioisotop dan radiofarmaka dalam bidang kesehatan semakin meningkat. Untuk menghasilkan radioisotop dan radiofarmaka, operator harus memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan adanya sertifikat keahlian. LSP BATAN menjadi satu satunya lembaga yang mempunyai kemampuan melakukan sertifikasi operator fasilitas proses radioisotop yang terakreditasi oleh KAN.

    LSP BATAN bekerjasama dengan PTRR BATAN menyelenggarakan ujian sertifikasi operator fasilitas proses radioisotop yang diselenggarakan di PTTR dan PSMN pada tanggal 12 – 13 April 2021. 18 peserta yang berasal dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RS Kanker Dharmais, RSPAD Gatot Soebroto, RSUD Abdul Wahab Sjahranie dan PTRR BATAN mengikuti serangkaian ujian.

    Kegiatan ini adalah wujud kontribusi iptek nuklir bagi masyarakat, khususnya dibidang kesehatan.

    #Semangat membangun Zona Integritas, Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayanai (WBBM)#

  • Bidang Senyawa Bertanda dan Radiometri (SBR)

    Tugas dan Struktur

    Sesuai  dengan  Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional No.14 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Tenaga Nuklir Nasional  dan  Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional No. 21 tahun 2014 pasal 113 tentang Rincian Tugas Unit Kerja Di Batan, Bidang Senyawa Bertanda dan Radiometri mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang senyawa bertanda dan teknik analisis radiometri, dengan rincian tugas sebagai berikut:

    • Melaksanakan penelitian dan pengembangan teknologi pembuatan radioisotopuntuk aplikasi di bidang kesehatan, industri dan bidang terkait lainnya
    • Melaksanakan penelitian dan pengembangan senyawa bertandauntuk aplikasi di bidang kesehatan, industri dan bidang terkait lainnya
    • Melaksanakan penelitian, pengembangan dan aplikasi teknik analisis radiometri, teknik analisis nuklirdan teknik analisis terkait lainnya, dan
    • Melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang radiologi lingkungan,termasuk rencana penyiapan dekomisioning Reaktor TRIGA 2000

    Sebanyak 31 personil bidang SBR memiliki berbagai kompetensi diantaranya radiokimia, radiofarmasi, teknik analitikal nuklir, fisika nuklir, biologi dan kedokteran hewan.  Para personil tersebut juga telah mengantongi beberapa lisensi yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan lembaga terkait lainnya, diantaranya Petugas Proses Radioisotop dan Senyawa Bertanda (Operator Fasilitas Produksi Radioisotop) 8 orang, Supervisor Proses Radioisotop dan Senyawa Bertanda 6 orang, Petugas Analisis Aktivasi Neutron (AAN) 2 orang, Supervisor AAN 2 orang dan Petugas CRANE 2 orang.

     

    Bidang SBR didukung oleh personil dengan usia antara 29 hingga 63 tahun dengan rentang usia terbanyak pada 30-39 tahun, pendidikan SLTA hingga S3 dan jenjang fungsional peneliti, satu diantaranya telah memperoleh gelar profesor riset, pranata nuklir terampil, teknisi litkayasa dan teknisi laboratorium, seperti tertera pada diagram di bawah ini.

        

    Berikut merupakan topik penelitian yang dilakukan oleh Bidang SBR selama 1 periode RENSTRA tahun 2015-2019:

    • Data Riset Karakteristik dan Jenis Sumber Polutan Udara di Indonesia
    • Dokumen teknis prosedur preparasi,uji homogenitas,uji stabilitas,karakterisasi dan tahapan sertifikasi yg memenuhi sistem mutu (ISO Guide 35)
    • Doktek Mikronutrisi Pada Pangan Anak Balita di Daerah Malnutrisi
    • Doktek Pengembangan Senyawa Anti Kanker Dari Bahan Alam Indonesia Bertanda Radioaktif
    • Doktek Pemanfaatan Radiofarmaka Dalam Pemantauan Keberhasilan Pengobatan Kanker Menggunakan Bahan Alam Indonesia
    • Doktek Interaksi Obat Dengan Radiofarmaka Untuk Pencapaian Hasil Optimal Dalam Diagnosis Kanker di Kedokteran Nuklir
    • Doktek Interaksi Obat Dengan Radiofarmaka Untuk Pencapaian Hasil Optimal Dalam Diagnosis Infeksi di Kedokteran Nuklir
    • Metode Pemisahan Radioisotop Untuk Terapi Berbasis Kromatografi Kolom
    • Metode Pemisahan Radioisotop  Berbasis Generator Untuk Aplikasi radioperunut di Industri
    • Metode Pemisahan Radioisotop Berbasis Elektrokimia dan Ionic Liquids
    • Data Riset Remediasi in-Situ Lingkungan Tapak Reaktor TRIGA 2000 Untuk Program Dekomisioning

                

    Beberapa kerjasama telah dirintis hingga saat ini baik kerjasama tingkat Nasional dan Internasional. Kerjasama ini telah didokumentasikan dalam bentuk MoU dan Perjanjian Kerjasama. Berikut ini kegiatan kerma di Bidang SBR dan instansi lain, sbb:

    1. KLHK, Melakukan koordinasi pelaksanaan sampling (KLHK-BLH), karakterisasai dengan Teknik Analisis Nuklir (TAN), khususnya Penelitian dan Pengembangan Kualitas Lingkungan Hidup melalui Aplikasi Teknik Nuklir untuk Karakterisasi dan Identifikasi Sumber Pencemaran di Udara,
    2. Kementrian Kesehatan, kerjasama dalam dalam data Pangan (Food Composition),
    3. Fakultas Farmasi UNPAD, kerjasama dalam bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengambangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir di bidang Farmasi melalui pengajaran mata kuliah Radiofarmasi dan pembimbingan mahasiswa TA,
    4. FMIPA UNPAD jurusan kimia, kerjasama dalam bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir di Bidang Matematika, Biologi, Fisika dan Kimia melalui kerjasama litbang dalam support karakterisasi LTJ, pengajaran mata kuliah Radiokimia dan pembimbingan mahasiswa TA,
    5. FTSL ITB, Supporting regional program untuk ASEAN,
    6. Seameo Refcon, Utilisasi data mikronutrien dan Riset bersama malnutrisi,
    7. Kedokteran Nuklir RSHS, kerjasama dalam bidang pemanfaatan Generator 99Mo/99mTc Purna Pakai di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, dan
    8. Bioteknologi LIPI, kerjasama riset.

     

    Kolaborasi Internasional juga dilakukan di tingkat ASEAN, Asia Pasific dan dunia melalui kegiatan bersama, Hibah, Technical Meeting, Internship Program dan kunjungan Expert.

    1. IAEA TC INS 7007 (2012-2014) Content of Atmosp
    2. IAEA RCA RAS 7023 (2012 – 2015) Supporting Sustainable Air Pollution Monitoring Using Nuclear Analytical Technology
    3. IAEA RAS/7/013 Improved Information about Urban Air Quality Management CRP
    4. IAEA CRP G42005 2014-2017 Characterization of airborne particulate matter and coal fly ash samples for investigation of environmental processes and improvemnet of analytical methodologies, dan
    5. Khon Khaen University, Exchange of students, Exchange of academic staff members and research scholars, Collaborative research, Exchange of academic materials, publication and information and Cooperative education of students

  • Dapatkah kita terkena dampak langsung radioisotop Polonium 210

    Batan.go.id - Masih ingatkah anda dengan kasus kematian agen rahasia Rusia KGB Alexander Litvinenko di Inggris pada tanggal 23 November 2006 akibat keracunan unsur radioisotop?. Para dokter telah memastikan bahwa Alexander Litvinenko telah diracuni radioisotop Polonium 210 dengan dosis letal, yang terdeteksi melalui urinnya sebelum ia meninggal. Sejak saat itu, pihak berwenang telah menemukan jejak radioisotop Polonium 210 pada sepuluh tempat yang telah dikunjungi korban sebelum ia mulai sekarat pada 1 November 2006.Selain itu, para ilmuwan telah menemukan jejak radiasi dalam 2 pesawat jet British Airways yang terbang dengan rute London dan Moskow dalam minggu-minggu sebelum kematian Litvinenko. Gelombang kekhawatiran telah menyebar di seluruh Inggris mengenai kemungkinan terkontaminasinya puluhan ribu orang yang berada di gedung atau pesawat jet pada waktu kejadian.

  • Djarot : Tantangan BATAN, Yakinkan Stakeholders Manfaatkan Teknologi Nuklir

    (Serpong, 21/11/2017). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mempunyai tugas pemerintahan di bidang litbang dan pendayagunaan iptek nuklir. Namun di usianya yang akan menginjak 59 tahun, BATAN menghadapi tantangan tersendiri dalam menghilirisasikan produk risetnya agar sampai ke tangan masyarakat.

    “Yang menjadi tantangan BATAN adalah bagaimana meyakinkan stakeholders untuk memanfaatkan teknologi nuklir dan meningkatkan skala pemanfaatan dari yang sekarang,” ujar Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto saat membuka acara Seminar Nasional Pendayagunaan Teknologi Nuklir (SENPATEN) 2017 dan Workshop FNCA, yang digelar di Gedung 720, Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi, Puspiptek, Serpong.

  • Dokter Lavi Ingin Optimalkan Renogram di RSUD Ulin Banjarmasin

    Batan.go.id - Banjarmasin - Dokter Arlavinda, Sp.Rad. sebagai Kepala SMF Radiologi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Banjarmasin merasa bangga karena ada anak bangsa yang mampu membuat sendiri alat untuk mendeteksi fungsi ginjal yang diberi nama Renogram. Oleh karena itu dokter yang akrab disapa Lavi ini, berkeinginan untuk mengoptimalkan peralatan kesehatan ini.

    Hal tersebut disampaikan dr. Lavi saat mempresentasikan product knowledge alat Renogram didepan para wartawan nasional dan lokal Banjarmasin, Selasa, 18 Desember 2012 di Aula Direktur RSUD Ulin, Banjarmasin. Lavi mencoba dirinya sendiri sebagai pasien yang pertama diperiksa, menurutnya masih banyak pasien yang takut karena nuklirnya.