• 6 Peneliti PTRR Belajar Ke KAERI

    Daejeon, Korea Selatan 25/11/2019. Sebanyak 6 orang peneliti dari Pusat Teknologi Radioisotop dan Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) saat ini sedang melaksanakan pelatihan  di Korea Atomic Energy Research Institute (KAERI) di Daejeon, Republik Korea. Pelatihan yang bertema “Training Course on Technology Mastery of Theranostic Radioisotopes and Radiopharmaceuticals Preparation for Cancer Application in Indonesia” ini merupakan Tailor Made Course yang didanai melalui Program Risetpro Non Gelar 2019 dari Kemenristekdikti.

    PTRR merupakan salah satu Lembaga litbang di BATAN dengan tugas pokok dan fungsi mengembangkan radioisotop dan radiofarmaka serta aplikasi siklotron di Indonesia. Beberapa penelitian di PTRR-BATAN untuk aplikasi kanker masuk ke dalam program Prioritas Riset Nasional (PRN) tahun 2020-2024. Oleh karena itu, perlu dilakukan penguasaan dalam pembuatan radioisotop dan radiofarmaka untuk aplikasi kanker di Indonesia. Pelatihan ini dibuka oleh Ms. Shin-Ae Kim direktur Nuclear Training and Education Center (NTC)-KAERI, dan Mr. Woo-Geun Song perwakilan World Council on Isotopes (WCI). Pada hari pertama dilakukan pemaparan Indonesia country report dan kuliah. Selanjutnya dilakukan kunjungan ke Samyoung Unitech. Samyoung Unitech merupakan perusahaan farmasi di Daejeon yang memproduksi generator Mo-99/Tc-99m dan larutan dan kapsul radioisotop I-131. Selain itu Samyoung Unitech juga memproduksi mini hotcell dengan klasifikasi A, B, C dan siklotron (Kotron-13) kapasitas 13 MeV.

    Direncanakan para peneliti PTRR akan melaksanakan pelatihan mulai tanggal 22 November s/d 9 Desember 2019. Materi pelatihan meliputi teori dan praktek teknologi produksi dan kendali kualitas radioisotop radiofarmaka, fasilitas reaktor dan siklotron, fasilitas produksi radiofarmaka terapetik berbasis Good Manufacturing Practise (GMP) serta kunjungan ke rumah sakit Seoul National University (SNU) dan Asan Medical Center yang menggunakan radioisotop dan radiofarmaka untuk aplikasi diagnostik dan terapetik. Para peneliti yang mengikuti pelatihan tersebut diharapkan dapat menguasai teknologi preparasi radioisotop dan radiofarmaka teranostik yang nantinya dapat diaplikasikan untuk tujuan diagnosis dan terapi kanker di Indonesia.-VeronikaYuli-

  • 95 Pegawai BATAN Dilantik Duduki Jabatan Baru

    (Jakarta, 04//06/2018) Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto, pada hari Kamis (31/05) melantik 95 pegawai untuk menduduki jabatan struktural dan fungsional. Dari 95 yang dilantik, tujuh diantaranya menduduki jabatan struktural dan selebihnya menduduki jabatan fungsional.

  • Anugerah "Prayogasala" dari Menristekdikti untuk PTRR

    Dalam acara puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-20, tanggal 10 Agustus 2015 di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) TNI Angkatan Laut Tanjung Priok, Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN menerima Anugerah Prayogasala sebagai pranata penelitian dan pengembangan iptek. Anugerah tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. Hadir pula dalam acara tersebut Presiden RI ke-3 yang juga merupakan tokoh utama dalam pengembangan iptek nasional B. J. Habibie, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

  • BATAN Miliki Peralatan Riset Kesehatan Untuk Penelitian Aneka Penyakit

    Batan.go.id - Aplikasi teknik nuklir dalam kehidupan manusia banyak ragamnya. Salah satunya di bidang kesehatan dan obat-obatan. BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) selama ini telah banyak melakukan penelitian dan pengembangan aplikasi teknik nuklir untuk kesehatan di Indonesia. Aplikasi nuklir untuk kesehatan antara lain diterapkan BATAN dalam serangkaian metode radiodiagnostik dan radio terapi. BATAN telah memiliki dan mengoperasikan kamera gamma untuk  penelitian kanker payudara dan kanker prostat. Keunggulan dari perangkat tersebut adalah tingkat akurasi yang tinggi dan waktu  analisa yang cepat.

  • BATAN - Ministry of Health Discusses the Development of Nuclear Medicine in Indonesia

    (Jakarta, 01/15/2020) The Indonesian Minister of Health, Terawan Agus Putranto together with the Head of the National Nuclear Energy Agency (BATAN), Anhar Riza Antariksawan discussed the development of nuclear medicine in Indonesia. This discussion was held in the Minister of Health's office, Jl. Rasuna Said, South Jakarta, Monday (01/13).

    Anhar said, this meeting was a follow-up effort from his meeting with the Indonesian Vice President on 10 January. "Previously, we had met with the Vice President, the result of which was asking BATAN to increase its cooperation with ministries and institutions. And now we can meet with the Minister of Health," said Anhar.

    At this meeting, Anhar conveyed the achievements of BATAN in the health sector, specifically related to the production of radioisotopes and radiopharmaceuticals. So far, BATAN has produced radioisotopes and radiopharmaceuticals in collaboration with State-Owned Enterprises such as PT. Inuki and Kimia Farma.

  • BATAN Berharap Makin Banyak Pemangku Kepentingan yang Manfaatkan Teknologi Nuklir

    (Serpong, 21/11/2017). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar kegiatan Temu Bisnis di Gedung Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi, Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, Rabu (22/11). Temu Bisnis ini merupakan rangkaian kegiatan dari Seminar Nasional Pendayagunaan Teknologi Nuklir tahun 2017. Kegiatan ini merupakan forum diskusi antara BATAN dengan berbagai stakeholders dalam upaya komersialisasi dan pemanfaatan produk BATAN berupa radioisotop dan radiofarmaka.

  • BATAN Kembangkan Produksi Radioisotop dan Radiofarmaka untuk Kesehatan

    (Jakarta, 20/10/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) mengembangkan produksi radioisotop dan radiofarmaka untuk kesehatan. Hal ini disampaikan Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan pada jumpa pers di Kawasan Nuklir Serpong, Tangsel, Selasa (20/10).

    Anhar mengatakan, saat ini BATAN mendapat penugasan dari pemerintah sebagai koordinator untuk kegiatan prioritas riset nasional (PRN), salah satu dari kegiatan tersebut adalah pengembangan produksi radioisotop dan radiofarmaka. Kebutuhan dalam negeri terhadap radioisotop dan radiofarmaka ini terus meningkat seiring dengan berkembangnya pemanfaatan iptek nuklir di berbagai bidang khusunya di bidang kesehatan.

    “Selama ini pasokan radioisotop dan radiofarmaka di dalam negeri dipenuhi oleh produk impor yang mencapai hingga di atas 90%. Padahal Indonesia mempunyai reaktor riset yang dapat digunakan untuk memproduksi radioisotop dan radiofarmaka,” kata Anhar.

  • BATAN Produces Painkillers for Cancer Patients

    (Solo, 02/03/2019) The National Nuclear Energy Agency (BATAN) through the Center for Radioisotope and Radiopharmaceutical Technology (PTRR) has produced a product that can relieve the pain suffered by people with cancer. This was conveyed by the Head of the Radioisotope and Radiopharmaceutical Technology Center (PTRR), Rohadi Awaludin at a healthy talk show at the UNS Inn Hotel, Solo, Saturday (02/03).

  • BATAN Produksi Radioisotop dan Radiofarmaka untuk Penuhi Kebutuhan Kesehatan di Indonesia

    (Serpong, 22/11/2017) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebagai penyedia teknologi produksi radioisotop dan radiofarmaka, bekerja sama dengan PT. Kimia Farma, telah berhasil memproduksi secara komersial 3 (tiga) produk kit-radiofarmaka dan 2 (dua) senyawa bertanda untuk berbagai tujuan aplikasi kesehatan, seperti diagnosa kanker tulang, diagnosa kanker tiroid, terapi paliatif kanker hingga diagnosa penyakit jantung dan ginjal. Selain itu, BATAN juga tengah melakukan riset produksi radiofarmaka yang potensial dimanfaatkan untuk diagnosa penyakit TBC, fungsi paru dan jantung, serta terapi keloid, kanker tiroid dan prostat.

  • BATAN Targetkan 4 Prototipe Radioisotop Radiofarmaka dalam Prioritas Riset Nasional

    (Jakarta, 22/01/2020). Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menjadi koordinator Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020 – 2024 di bidang kesehatan, yakni pengembangan radioisotop dan radiofarmaka untuk diagnosis dan terapi berbagai penyakit.

    Output-nya akan menghasilkan produk radioisotop dan radiofarmaka yang diharapkan dalam 5 tahun kedepan mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” jelas Anhar saat bertemu dengan beberapa wartawan media nasional, di Jl. Barito, Jakarta, Kamis (22/01).

  • BATAN Targets 4 Radiopharmaceutical Radioisotope Prototypes in National Research Priorities

    (Jakarta, 01/22/2020). The National Nuclear Energy Agency (BATAN) is the coordinator of the National Research Priority (PRN) 2020-2024 in the health sector, namely the development of radioisotopes and radiopharmaceuticals for the diagnosis and treatment of various diseases.

    "The output will produce radioisotope and radiopharmaceutical products which are expected within the next 5 years to obtain marketing authorization from the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM)," Anhar explained when meeting with several national media journalists, on Jl. Barito, Jakarta, Thursday (01/22).

    In the process of obtaining marketing authorization, continued Anhar, so far BATAN has been working with other parties such as PT. Kimia Farma. For information, currently there are 5 radioisotope and radiopharmaceutical R&D products that have obtained marketing authorization from BPOM.

  • BATAN Terima Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

    (Jakarta, 27/11/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) menerima penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Rabu (25/11). Penghargaan ini diberikan atas inovasi yang diberi nama Samarium untuk terapi paliatif kanker (SUNTIK), yakni sebuah produk radioisotop dan radiofarmaka yang dapat digunakan sebagai pereda nyeri pada penderita kanker yang sudah metastasis ke tulang.

    Produk ini dinilai sangat efektif sebagai pereda nyeri menggantikan cara konvensional yakni dengan morfin. Dengan menggunakan inovasi SUNTIK ini, yakni pasien diberikan samarium, dapat mengurangi rasa nyeri hingga 80% selama 40 hari dan tidak memberikan efek ketagihan seperti pada pemberian morfin.

    Menteri PAN RB, Tjahjo Kumolo mengatakan, peningkatan kualitas layanan publik yang dapat memenuhi harapan masyarakat merupakan keberhasilan dari reformasi birokrasi. Oleh kerena itulah, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mendorong seluruh badan publik untuk meningkatkan kualitas pelayanan publiknya kepada masyarakat.

    “Dorongan ini bertujuan untuk menciptakan partisipasi publik dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan menumbuhkan informasi berbagai sektor pemerintahan yang salah satu strateginya dengan memberikan penghargaan,” ujar Tahjo Kumolo.

  • BATAN Tingkatkan Penguasaan Teknologi Produksi Radiosiotop dan Radiofarmaka Melalui Kerja Sama dengan Pihak Jepang

    (Jakarta, 05/12/2019) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) akan meningkatkan penguasaan teknologi produksi radioisotop dan radiofarmaka melalui kerja sama dengan Kaken, salah satu lembaga riset Jepang. Kerja sama ini diwujudkan dengan penandatanganan naskah kerja sama kedua belah pihak di Mito, Jepang, Selasa (03/12).

    Kepala PTRR, Rohadi Awaludin mengatakan, Kaken adalah perusahaan Jepang yg bergerak di bidang riset dan komersialisasi hasil riset, khususnya riset riset kimia. "Kaken tersusun dari 2 huruf kanji ka yg berarti kimia dan ken yang berarti riset. Termasuk di dalamnya adalah riset di bidang radioisotop," ujar Rohadi melalui pesan tertulisnya.

    Kerja sama antar kedua institusi ini terjalin, menurut Rohadi, berawal dari adanya kesamaan pandangan bahwa teknologi produksi radioisotop dan radiofarmaka terus berkembang dan pemanfaatannya terus mengalami peningkatan, termasuk di Jepang dan di Indonesia. Kaken dan BATAN memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang radioisotop dan radiofarmaka. Jika pengetahuan dan pengalaman tersebut disinergikan maka akan diperoleh hasil yang sangat menguntungkan kedua belah pihak, bahkan bukan hanya kedua institusi namun bisa lebih luas lagi yaitu bagi Indonesia dan Jepang.

  • BEKERJASAMA DENGAN PTRR, PSMN MENYELENGGARAKAN UJIAN SERTIFIKASI OPERATOR FASILITAS PROSES RADIOISOTOP

    Serpong (13 April 2021)
    Kebutuhan akan radioisotop dan radiofarmaka dalam bidang kesehatan semakin meningkat. Untuk menghasilkan radioisotop dan radiofarmaka, operator harus memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan adanya sertifikat keahlian. LSP BATAN menjadi satu satunya lembaga yang mempunyai kemampuan melakukan sertifikasi operator fasilitas proses radioisotop yang terakreditasi oleh KAN.

    LSP BATAN bekerjasama dengan PTRR BATAN menyelenggarakan ujian sertifikasi operator fasilitas proses radioisotop yang diselenggarakan di PTTR dan PSMN pada tanggal 12 – 13 April 2021. 18 peserta yang berasal dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RS Kanker Dharmais, RSPAD Gatot Soebroto, RSUD Abdul Wahab Sjahranie dan PTRR BATAN mengikuti serangkaian ujian.

    Kegiatan ini adalah wujud kontribusi iptek nuklir bagi masyarakat, khususnya dibidang kesehatan.

    #Semangat membangun Zona Integritas, Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayanai (WBBM)#

  • Dua Fasilitas Nuklir Diresmikan Wapres JK

    (Serpong, 15/11/2017). Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla meresmikan 2 fasilitas nuklir, yakni Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) dan Laboratorium Radioisotop dan Radiofarmaka. Wapres JK mengapresiasi kemampuan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam menguasai teknologi nuklir. Namun ia mendorong agar pemanfaatan teknologi nuklir perlu lebih dipromosikan ke masyarakat luas agar manfaatnya dapat dirasakan langsung.

    “Ini merupakan kebanggaan kita dapat menguasai teknologi yang tinggi. Apalagi tenaga nuklir yang menjadi perhatian dunia. Saya bilang hanya perlu promosi yang kuat, pengenalan nuklir ke masyarakat.” katanya.

  • Gunakan Fasilitas BRIN, PT. Kimia Farma Produksi Senyawa Bertanda dan Radiofarmaka

    Jakarta – Humas BRIN. PT. Kimia Farma sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memanfaatkan fasilitas infrastruktur Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memproduksi senyawa bertanda dan radiofarmaka. Produksi radiofarmaka ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri yang selama ini didominasi oleh impor.

    Kerja sama pemanfaatan fasilitas ini ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama antara BRIN yang diwakili oleh Plt. Deputi Infrastruktur Riset dan Inovasi, Yan Rianto dengan General Manager SBU Manufaktur, PT. Kimia Farma, Andria, di kantor BRIN, Jakarta, Senin (25/04). Pemanfaatan fasilitas infrastruktur BRIN oleh pihak lain merupakan perwujudan bahwa BRIN telah menerapkan open platform terhadap infrastruktur yang dimilikinya.

    Menurut Yan, BRIN dibentuk sebagai lembaga riset di Indonesia diharapkan mampu menjadi penghubung antara pemerintah dengan mitra khususnya industri dalam pemanfaatan riset dan inovasi. Salah satu riset dan inovasi yang dilakukan yakni di bidang kedokteran nuklir khususnya produksi senyawa bertanda dan radiofarmaka yang menjadi salah satu fokus perhatian BRIN.

  • Hari Pertama Sebagai Kepala BATAN, Anhar Terima Kunjungan Pemkab Lamongan

    (Jakarta, 28/06/19) Usai dilantik sebagai Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan menerima kunjungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur ke beberapa fasilitas nuklir di Pasar Jumat, Jumat (28/06). Kunjungan yang dimaksudkan untuk menjajaki kemungkinan dijalinnya kerja sama antara BATAN dengan Pemkab Lamongan dipimpin oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Lamongan, Hurip Tjahjono.

    Hurip Tjahjono, mengatakan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari ditandatanganinya kesepakatan Memorandum Of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan BATAN pada 30 Januari 2019.  "Setelah melakukan kunjungan ini ternyata banyak kegiatan yang perlu dikerjasamakan antara Pemkab Lamongan dengan BATAN," kata Hurip.

  • Informasi Publik PTRR

    Informasi Setiap Saat
    No Daftar Informasi Setiap Saat List Dokumen / Link
    1 Profil Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka Profil Pejabat Struktural PTRR Eselon II, III dan IV Lihat
    Profil Pegawai PTRR Lihat
    Profil Fasilitas PTRR Lihat
    2 Program Kerja dan Kegiatan Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka Program Penelitian dan Pengembangan Lihat
    3 Layanan Publik Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka Maklumat Layanan Publik PTRR Lihat
    e-RIKA (Sistem Layanan Radioisotop dan Radiofarmaka) Lihat
    Layanan Jasa Pengujian dan Analisa Lihat
    Layanan Pemesanan Produk Senyawa Bertanda Lihat
    Layanan Sewa Alat dan Fasilitas Lihat
    Layanan Siswa/Mahasiswa PKL dan/atau Penelitian Lihat
    Layanan Kunjungan Fasilitas Lihat
    Layanan Informasi Publik Lihat
    Layanan Pengaduan Lihat
    Survey Kepuasan Masyarakat Lihat
    Survey Presepsi Anti Korupsi Lihat
    4 Hasil Penelitian & Litbangyasa Terbaru Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka Publikasi Lihat

    Informasi Berkala
    No Daftar Informasi Berkala  
    1 Rencana Strategis (RENSTRA) Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka Lihat
    2 Laporan Tahunan Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka Lihat
    3 Laporan Kinerja Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka Lihat
    4 Laporan Keuangan Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka Lihat

    Informasi Serta Merta
    No Daftar Informasi Serta Merta Dokumen Tahun
      Sampai saat ini PTRR-BATAN belum memiliki informasi publik yang bersifat serta merta.    

    Status Permintaan Informasi Publik
    Kode Pemohon Pemohon Informasi Jenis Informasi Selesai Diteruskan ke PPID Utama Ditolak Tanggal Tindak Lanjut
    15-02-2019 Christian harris Informasi mengenai penggunaan 153-Sm EDTMP - - 17-02-2019
                 

    Informasi Yang Dikecualikan
    Butir Keterangan 
     a. Informasi yang apabila dibuka dapat menghambat proses penegakan hukum 
     b. Informasi yang apabila dibuka dapat mengganggu kepentingan perlindungan hak kekayaan intelektual dan perlindungan dari persaingan usaha tidak sehat
     c. Informasi yang apabila dibuka dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara
     d. Informasi yang apabila dibuka dapat mengungkapkan kekayaan alam Indonesia
     e. Informasi yang apabila dibuka dapat merugikan ketahanan ekonomi nasional
     f. Informasi yang apabila dibuka dapat merugikan kepentingan hubungan luar negeri
     g. Informasi yang apabila dibuka dapat mengungkap rahasia pribadi
     h.  Memorandum atau surat-surat yang bersifat rahasia, kecuali atas keputusan Komisi Informasi atau Pengadilan 
     i. Informasi yang tidak boleh dibuka berdasarkan Undang - Undang
  • Layanan Pemesanan Produk Senyawa Bertanda I-131 MIBG Terapi

    STANDAR PELAYANAN PEMESANAN PRODUK SENYAWA BERTANDA I-131 MIBG TERAPI
    Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka
    Nomor Izin Edar Produk : GKL1412427843A1

    • Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2008 tentang Perizinan Pemanfaatan Sumber Radiasi Pengion dan Bahan Nuklir
    • Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2015 tentang Keselamatan Radiasi dan Keamanan Pengangkutan Zat Radioaktif
    • Peraturan Kepala BATAN No. 3 Tahun 2015 tentang Penanganan Pengaduan Masyarakat di BATAN
    • PERMENPANRB No. 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan
    • Peraturan kepala BATAN No. 14 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja BATAN
    • Peraturan Kepala BATAN No. 13 Tahun 2017 tentang Standar Pelayanan Publik
    • Peraturan Pemerintah RI No. 8 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Tenaga Nuklir Nasional
    • Pelanggan harus memiliki izin pemanfaatan radiaoaktif I-131 dari BAPETEN.
    • Biaya Izin Pengangkutan yang dikeluarkan oleh BAPETEN ditanggung oleh pelanggan
    • Waktu pemesanan disesuaikan dengan jadwal operasi reaktor (PRSG BATAN)
    1. PTRR memberitahukan pelanggan 10 hari sebelum jadwal operasi reaktor.
    2. Pelanggan membuat surat permohonan (PO) produk beserta besaran aktivitasnya kepada PT. Kimia Farma dan tembusan kepada PTRR 5 Hari Kerja sebelum tanggal pengiriman produk
    3. Mengisi formulir layanan pengujian secara online
    4. Petugas PTRR akan menghubungi pelanggan apabila layanan dapat diterima atau ditolak dalam waktu 1 kali 24 jam (melalui telp : 021 7563141, email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.)
    5. Petugas PTRR melakukan proses produksi sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan.
    6. Petugas PTRR akan mengurus izin pengangkutan dari BAPETEN secara online
    7. Petugas PTRR akan melakukan pengiriman produk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
    8. Pelanggan membayar tagihan PNBP menggunakan e-billing dari SIMPONI yang dikeluarkan oleh PTRR melalui PT. Kimia Farma.
    5 Hari Kerja
    Rp. 180.000,- /mCi
    Larutan injeksi steril Senyawa Bertanda I-131 MIBG
    • Fasilitas produksi Senyawa Bertanda yang sudah mendapat izin operasi dari BAPETEN dan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan POM :
      - Hotcell
      - Minicell
      - Otoklaf
      - Oven
      - Survey meter dan detector radiasi lainnya
    • Laboratorium dengan akreditasi ISO 17025 oleh KAN
    • Spektrometer gamma
    • Thin Layer Chromatography (TLC) Scanner System
    • Gamma Ionization Chamber
    • Incubator
    • pH meter
    • Kontainer Pb
    • Pelaksana administrasi : memahami system mutu ISO 17025 bagian pelayanan
    • Pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya, Pengalaman kerja di atas 5 tahun
    • Pelaksana memiliki Surat Izin Bekerja (SIB) dari BAPETEN
    • Audit internal
    • Penyeliaan dilakukan dalam setiap tahapan pekerjaan
    • Pekerjaan harus dikerjakan minimal oleh 2 orang
    • Pengawasan keselamatan radiasi terhadap personil dan lingkungan oleh PPR (Pengawas Proteksi Radiasi) yang memiliki SIB
    Pengaduan dapat dilakukan melalui : Telp. 021 7563141, email ke : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya., dapat mengisi kotak saran dan mengisi formulir pengaduan secara online melalui website PTRR : www.batan.go.id/ptrr
    Pelaksana administrasi : 7 orang
    Pelaksana teknis : 45 Orang
    PTRR menyelenggarakan pelayanan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan, dan apabila tidak sesuai maka PTRR siap menerima sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
    PTRR menjamin mutu produk yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang sudah ditetapkan serta aman dan selamat sampai tangan pelanggan.
    • Evaluasi dilakukan oleh penyelia terhadap semua tahapan analisa yang dilakukan dan kebenaran terhadap hasil yang didapatkan.
    • Kinerja pelaksana dan penyelia juga akan dievaluasi oleh Manajer Teknis Laboratorium.
    • Setiap tahun dilakukan evaluasi melalui Survey Kepuasan Masyarakat

    Keterangan :

    1. Pelanggan harus melakukan pemesanan melalui PT. Kimia Farma
    2. Biaya/Tarif belum termasuk biaya izin pengangkutan zat radioaktif dari BAPETEN dan biaya pengirimam produk.
    3. Biaya/tarif sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 8 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku di Badan Tenaga Nuklir Nasional

    DOWNLOAD STANDAR LAYANAN

     
  • Lima Produk Radiofarmaka BATAN Siap Digunakan untuk Diagnosis dan Terapi Medis

    (Serpong, 28/04/17) Lima produk radiofarmaka BATAN siap digunakan untuk kebutuhan diagnosis dan terapi medis. Kelima produk tersebut untuk menjawab banyaknya kebutuhan masyarakat yang membutuhkan diagnosis dan penyembuhan beberapa penyakit, terutama penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, dan ginjal.

    Kepala Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN, Siti Darwati saat konferensi pers di Gedung 11, PTRR BATAN, Serpong menerangkan, semua produk yang dihasilkan PTRR telah mengikuti aturan-aturan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). BATAN telah menerima sertifikasi CPOB pada tahun 2012.