Slide Persepsi Korupsi
Slide WBK WBBM
Slide item 2
Slide item 6

PTKMR menyatakan "STOP" dan "TIDAK" untuk GRATIFIKASI, SUAP, dan KORUPSI.

(Bandung, 12-13/12/2014). “Sejarah telah mencatat adanya keterkaitan erat BATAN dengan Kementerian Kesehatan, yaitu ketika Presiden Sukarno meresmikan berdirinya Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) pada tahun 1962, mengangkat Gerrit A. Siwabessy (seorang dokter ahli radiologi & radioterapi) sebagai Direktur Jenderal BATAN pertama. Selanjutnya, Presiden Sukarno mengangkat sebagai Menteri Badan Tenaga Atom Nasional pada tahun 1965 dan sebagai Menteri Kesehatan pada tahun 1966.  Pada era tersebut, telah disadari bahwa peran tenaga nuklir di bidang pengobatan sangat penting. Atensi G.A.Siwabessy terhadap hal ini sangat besar, terbukti dengan didirikannya Lembaga Radiologi di Departemen Kesehatan, dirintisnya layanan pengobatan berbasis tenaga nuklir di RSUP. Cipto Mangunkusumo dan di  RSPAD. Gatot Subroto.

Jalinan kerjasama BATAN dengan Kementerian Kesehatan telah dirintis dan berlangsung terus seiring perjalanan waktu”, demikian disampaikan oleh Dep Kepala Batan Bidang Sains dan Aplikasi Teknik Nuklir (SATN), Dr. Ferhat Azis, dalam Sambutan dan Pembukaan Pertemuan Koordinasi  Komisi Kerjasama Kemenkes-Batan, tanggal 12 – 13 Desember 2014, di PSTNT BATAN, Bandung.

Status terkini adalah berupa Piagam Kerjasama Kementerian Kesehatan dan BATAN No. 183/Menkes/SKB/V/2012 & No. 05812/KS0001/VI/2012 Tanggal 31 Mei 2012 tentang  Pemanfaatan Tenaga Nuklir di Bidang Kesehatan, yang dikonkritkan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Kesehatan dan Kepala BATAN No. 184/Menkes/SKB/V/2012 & No. 05813/KS0001/VI/2012 tentang Pembentukan Komisi Kerjasama Pemanfaatan Tenaga Nuklir di Bidang Kesehatan dan pembentukan 4(empat) kelompok kerja (pokja) oleh Komisi yaitu pokja riset & uji coba; pokja pemanfaatan hasil litbang, peningkatan pelayanan & produksi; pokja regulasi, advokasi & regulasi dan pokja peningkatan kapasitas SDM Kesehatan. Masing-masing pokja yang beranggotakan satker-satker terkait telah menyusun dan melaksanakan program kerja yang sesuai dengan tupoksi dari satker.

Sehubungan dengan tugas Komisi melaksanakan pertemuan koordinasi (guna menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang memerlukan penanganan bersama) sekurang-kurangnya 1(satu)kali dalam 6(enam) bulan sebagaimana yang tercantum dalam SKB tersebut,  pada tahun 2014 telah dilaksanakan 2(dua) kali pertemuan yaitu pertemuan semester 1 pada bulan September 2014 di Jakarta dan pertemuan semester 2 pada bulan Nopember 2014 di Bandung. Pertemuan koordinasi adalah forum tempat para stakeholder Komisi bertemu dan berdiskusi menyelesaikan masalah terkait Pemanfaatan Tenaga Nuklir di Bidang Kesehatan.

Sehubungan dengan tugas Komisi menyusun laporan pelaksanaan kerjasama dan rekomendasi setiap tahun untuk disampaikan kepada Menteri Kesehatan dan Kepala BATAN, maka telah dilaksanakan pertemuan koordinasi pada 12-13 Desember 2014 di Bandung. Pertemuan yang dihadiri oleh ± 30 orang anggota Komisi, dengan agenda pertemuan adalah presentasi 4(empat) orang  narasumber , presentasi  pelaksanaan  program pokja-pokja tahun 2014, diskusi kelompok inventarisasi rencana kegiatan pokja tahun 2015 dan diskusi umum untuk penyusunan buku Laporan Tahun 2014.  Narasumber yang memberikan paparan adalah Kepala Balitbangkes yang disampaikan oleh Dr. Siswanto, MHP (Kepala Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan epidemiologi Klinik, Balitbangkes, Kemenkes RI); Dr. Ir. Anhar Riza Antariksawan (Deputi Kepala BATAN Bidang Pendayagunaan Teknologi Nuklir); Dr.Suriadi Gunawan, DPH, Ketua Komisi Nasional Etik Penelitian Kesehatan;  dan Dr.Trias Nugrahadi Sp.KN, Ketua Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia.  
Diskusi umum yang dilaksanakan paska presentasi para narasumber dan para ketua pokja, menghasilkan komitmen untuk menyempurnakan struktur pokja dan draft ikhtisar eksekutif (Executive Summary) yang akan disampaikan kepada Menteri Kesehatan dan Kepala BATAN. (Sus).