Slide Hut RI 76
Slide item 10
Slide item 11
Slide item 12
Slide item 13
Slide item 14
Slide item 15
Slide item 16
Slide item 17
Slide item 18
Slide item 19
Slide lapor go id
Slide PZI PTLR
Slide Survey Persepsi
Slide WBS
Slide PLRA1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide iPLRA2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide iPLRA3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Info PKL

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif-Badan Tenaga Nuklir Nasional (PTLR-BATAN) telah mengolah limbah radioaktif dari seluruh Indonesia, baik dari internal BATAN maupun dari instansi luar BATAN yang setiap tahunnya mengalami kenaikan yang signifikan. Salah satu potensi bahaya radiasi yang kemungkinan terjadi berupa kedaruratan radiologik. Potensi bahaya ini perlu dideteksi dan diminimalisasi dengan cara membangun sistem pemantau radiasi secara online yang dilengkapi sub sistem peringatan dini radiasi terutama untuk mengetahui paparan radiasi pada daerah kerja yang jauh dan lebih dari satu daerah pemantauan. Dewasa ini, revolusi industri 4.0 menuntut sistem pemantau radiasi secara online yang dilengkapi sub sistem peringatan dini radiasi berbasis IoT (Internet of Things). Dengan dilengkapi sistem panel alarm buzzer dan notifikasi online melalui aplikasi telegram bot dan email, dapat menyampaikan informasi abnormalitas radiasi secara real-time di fasilitas nuklir secara cepat dan tepat, sehingga upaya mitigasi kedaruratan radiologik dapat dilakukan segera guna melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak bahaya radiasi. Telegram bot API dan email tidak mengunakan biaya pengeluaran berbeda dengan SMS gateway. Disamping itu, sistem ini dapat menjadi sistem penunjang pengambilan keputusan kedaruratan radiologik maupun nuklir yang dapat memberikan masukan yang cepat dan tepat guna mengurangi dampak radiologis terhadap masyarakat saat terjadi kedaruratan radiologik sehingga masyarakat merasa aman dan selamat.

Bahan radioaktif yang bukan berasal dari kegiatan nuklir biasa dikaitkan dengan apa yang disebut NORM dan TENORM. NORM adalah kependekan dari Naturally Occurring Radioactive Material, sedangkan TENORM adalah singkatan dari Technologically-Enhanced Naturally Occurring Radioactive Material. NORM merupakan bahan radioaktif yang sudah ada di alam yang secara sadar atau tidak sadar merupakan bagian dari kehidupan manusia. NORM terdapat di mana-mana, karena hampir semua bahan alami, baik dalam tubuh, di makanan, ataupun di lingkungan sedikit banyak mengandung bahan radioaktif alami. TENORM adalah bahan radioaktif yang diambil dari alam (batuan, tanah, dan mineral) dan terkonsentrasi atau naik kandungan radioaktivitasnya sebagai akibat dari kegiatan industri. TENORM dijumpai di pertambangan uranium, pabrik produksi pupuk fosfat, produksi minyak dan gas, produksi energi geotermal. Regulasi pengelolaan NORM dan TENORM di beberapa negara maju telah ditetapkan, namun belum ada guideline dari IAEA.

Ketika masyarakat umum menemukan kata ”radioaktif” maka yang muncul di dalam benak adalah bom nuklir Hiroshima-Nagasaki, kecelakaan reaktor Chernobyl, atau bahkan khayalan dalam film science fiction tentang pengaruh radiasi yang merubah manusia menjadi makhluk berbeda yang menyeramkan.  Fakta bom nuklir atau kecelakaan Chernobyl memang benar adanya, namun lebih dari itu Aplikasi Nuklir dan Radiasi bagi kesejahteraan umat manusia terus berkembang dan tidak pernah berhenti sejak lebih 1 abad lalu.  Sedangkan kata ”limbah” atau sampah di masyarakat Indonesia dicitrakan sebagai sesuatu yang berbau busuk, tidak enak dilihat, tak terkelola dan selalu menimbulkan masalah. 
Apakah hal itu terjadi pula pada limbah radioaktif di Indonesia?







LAPORKAN GRATIFIKASI, SUAP, KORUPSI MELALUI ANDROID





Hubungi Kami

Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - Badan Tenaga Nuklir Nasional

Gedung 50 Kawasan PUSPIPTEK Serpong Tangerang Selatan 15310 INDONESIA

Telp. (021) 7563142 , Fax. (021)7560927

website: www.batan.go.id/ptlr

email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. 

atau Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.