Slide item 1

Logam Tanah Jarang Harta Terpendam di Bangka Belitung

Hasil evaluasi terhadap aspek calon tapak PLTN merekomendasikan bisa dibangun 6 unit di Bangka Barat dan 4 unit di Bangka Selatan .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Diskusi Ilmiah Tentang Keterdapatan U dan Th di Daerah Mamuju Sulawesi Barat

PPGN melihat Mamuju sebagai suatu kabar yang sangat menggembirakan karena menambah daerah prospek uranium dan thorium yang layak untuk dikembangkan .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Diskusi Tektonik dan Mineralisasi U di Kalan

Diskusi ini selain bertujuan untuk membahas beberapa isu penting terkait geologi Kalan juga dimaksudkan sebagai bagian dari proses knowledge management yang penting bagi organisasi dan bermanfaat untuk para geolog muda .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa

Focus Group Discussion “Pengembangan dan Pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Kemandirian Bangsa” Kedeputian Relevansi dan Produktivitas Iptek .....

Selengkapnya...

(Jakarta, 21/06/2019). Pada hari Kamis tanggal 20 Juni 2019, beberapa pelaku industri berkunjung ke Pilot Plant Pemisahan Logam Tanah Jarang, Uranium dan Thorium (PLUTHO). PLUTHO merupakan salah satu ikon fasilitas di Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN)-BATAN. Pelaku industri tersebut antara lain Ian Higgins dan Alan M'Clellan dari Less Common Metals, Inggris; Hu Qilai dari Cina; dan Wendra dari PT Timah. Mereka diterima langsung oleh Kepala PTBGN, Yarianto S. Budi Susilo didampingi para engineer dan peneliti PTBGN.  Logam Tanah Jarang (LTJ) adalah komoditas strategis yang menjadi incaran pelaku bisnis teknologi maju. LTJ banyak dijumpai dalam mineral radioaktif, salah satunya monasit yg merupakan produk samping pengolahan timah. Kemampuan pengembangan teknologi BATAN telah menarik perhatian untuk penjajakan kerja sama dalam pengembangan skala industri. Dalam kunjungan tersebut dilakukan diskusi dan  bertukar informasi secara umum mengenai proses pemisahan, produk, regulasi bahan radioaktif, pengelolaan limbah, dan lain lain.

Kurnia Trinopiawan­, engineer PTBGN, memberikan penjelasan teknis proses PLUTHO dan mutu produk, sementara Dani Poltak  memberikan penjelasan terkait pengelolaan limbah PLUTHO selama proses operasi. (yar)

(Jakarta, 20/06/2019). Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN)-BATAN mengadakan kegiatan bimbingan teknis dengan tema "Peningkatan Kompetensi Bengkel Mekanik 1". Bimbingan teknis berlangsung dari tanggal 17–19 Juni 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pegawai PTBGN, khususnya di bidang mekanik. Penanggung jawab kegiatan ini adalah Bidang Keselamatan Kerja dan Instalasi Penambangan (KKIP), PTBGN.

Pada kegiatan bimbingan teknis ini, PTBGN turut menghadirkan Ir. Sopar Napitupulu, M.M. sebagai narasumber. Beliau merupakan salah satu asesor dari Lembaga Sertifikasi Profersi Las. Materi yang diberikan yaitu pengelasan, teknik pemotongan, dan teknik pengeboran pada material logam. Materi tersebut dapat diterapkan dan diaplikasikan untuk menghasilkan suatu produk yang dapat digunakan sesuai dengan fungsinya.

(Jakarta, 13/05/2019). Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - Badan Tenaga Nuklir Nasional (PTBGN-BATAN) telah mengadakan sosialisasi Sistem Manajemen BATAN (SMB) pada Jumat (03/05) yang dilaksanakan di ruang rapat utama Uranium. Bapak Rusbani Kurniawan dari Pusat Standardisasi dan Mutu Nuklir (PSMN) hadir sebagai narasumber. Sebagian besar peserta merupakan CPNS atau pegawai baru di PTBGN-BATAN. Sosialisasi SMB bertujuan untuk memberikan pengenalan sekaligus pemahaman kepada peserta terkait dengan Sistem Manajemen BATAN terutama kepada CPNS atau pegawai baru.

PTBGN mengadopsi 2 sistem manajemen yaitu Sistem Manajemen Mutu (SMM) serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Sistem Manajemen BATAN memiliki 3 standar yang tersertifikasi yaitu Sistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Sistem Manajemen Lingkungan. Penggunaan standar ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan kegiatan dari masing-masing unit kerja. SMB sendiri merupakan penyesuaian dari standar yang digunakan seperti pada ISO 9001:2015, ISO 14001:2015 dan OHSAS 18001:2007 dengan kegiatan dan fungsi yang dilaksanakan di BATAN. Ketiga standar tadi telah terintegrasi dalam SMB sehingga BATAN tidak perlu lagi mensertifikasikan setiap unit kerja dengan masing-masing standardisasi. Hal ini tentu saja membuat BATAN menjadi lebih efisien dan efektif dalam sertifikasi standar yang digunakan. Sosialisasi yang dilaksanakan tersebut menjelaskan klausul yang terdapat pada SMB.

Di awal Februari 2019 ini, PTBGN menerima 19 orang CPNS baru yang tersebar diseluruh Bidang maupun Unit yang ada di PTBGN. Dengan rincian 6 orang untuk bidang eksplorasi, 4 orang untuk bidang TPP, 4 orang untuk bidang KKIP, 3 orang untuk UPN dan masing-masing 1 orang untuk UJM dan Loka BGN.

Pada Senin 4 Februari 2019, para CPNS untuk pertama kalinya bertemu dengan para pegawai PTBGN, khususnya para Pejabat Struktural PTBGN di ruang Rapat Utama “Uranium”. Dalam sambutannya, Kepala PTBGN mengucapkan selamat datang kepada para CPNS dan selamat atas keberhasilannya dalam menempuh tahapan-tahapan seleksi CPNS yang telah diselenggarakan. Diharapkan para CPNS dapat turut berkontribusi untuk perkembangan BATAN khususnya di PTBGN.

SELAMAT BERGABUNG DI PTBGN-BATAN
(MRA)

Awal tahun 2019, PTBGN melaksanakan Bimbingan Teknis E-Monev di ruang Rapat Utama “Uranium” gedung 50. E-Monev ini merupakan aplikasi dari Bapennas yang bertujuan untuk mengetahui progres kegiatan sebuah lembaga pada setiap bulannya. Sehingga diharapkan setiap lembaga dapat melaporkan kegiatannya secara terperinci pada aplikasi tersebut. Kali ini progress kegiatan yang perlu dilaporkan adalah kegiatan lembaga selama tahun 2018.

Sebelum E-Monev, PTBGN menggunakan aplikasi SIPL2 dan aplikasi SMART untuk melaporkan progress kegiatan. Dikarenakan belum terintegrasinya E-Monev dengan kedua aplikasi tersebut maka perlu ada bimbingan teknis untuk pengisian progres kegiatan tahun 2018 pada aplikasi tersebut. Untuk itu PTBGN mendatangkan Bapak Paido Siahaan,SE dari Biro Perencanaan BATAN untuk memandu dalam pengisian aplikasi E-Monev.

Pengisian E-Monev ini melibatkan seluruh penanggungjawab SubOutput dalam mengisi progress kegiatan setiap bulannya.

“Diharapkan pengisian progres kegiatan pada aplikasi E-Monev bukan di jadikan beban untuk para penanggungjawab SubOuput, melainkan menjadi motivasi para penanggungjawab untuk semangat merealisasikan kegiatan yang sebelumnya telah direncanakan” ucap  Kepala PTBGN, Ir. Yarianto Sugeng Budi Susilo, M.Si. (MRA)