Bandung - Humas BRIN. Perhelatan Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada tanggal 15– 16 November 2022 memerlukan penanganan keamanan yang optimal. Dalam rangka mempersiapkan pengamanan, Subden 3 KBR Detasemen Gegana, Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Jabar melakukan kunjungan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) – Kawasan Nuklir Bandung (KNB) pada Selasa (16/8) untuk melakukan pengecekan fungsi alat Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) yang akan digunakan pada kegiatan KTT G20 mendatang.

Sebanyak empat belas anggota Detasemen Gegana menghadiri sesi pengecekan ini.  Dodi Rusmiadi, Panit 2 Subden 3 KBR Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jabar, menyampaikan dirinya dan tim datang ke BRIN-KNB untuk menguji kelayakan peralatan KBR yang dimiliki. “Selama ini kami berlatih tanpa menggunakan sumber radiasi. Tentunya kegiatan hari ini (kunjungan ke KNB) dapat menambah motivasi dan meningkatkan rasa percaya diri dalam hal menggunakan alat,” jelas Dodi.  

Bandung – Humas BRIN. Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) melalui Pelaksana Fungsi Operasi Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif (OIPLR), kembali melakukan pengangkutan limbah radioaktif di KNB pada Kamis – Jumat (14 – 15/07). Ini merupakan tindak lanjut pengangkutan limbah radioaktif di Kawasan Nuklir Bandung (KNB) pada minggu sebelumnya.

Koordinator Pelaksana Fungsi Keselamatan Kawasan Nuklir Bandung, Sigit Nugroho Pamungkas dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada OIPLR yang telah datang untuk mengangkut limbah radioaktif di KNB. “Selamat datang kembali kepada rekan-rekan OIPLR. Kegiatan hari ini merupakan kegiatan lanjutan dari rencana pelimbahan legacy waste dan limbah radioaktif yang ada di BRIN KNB. Pada tahap pertama sudah ada sumber legacy waste dan limbah radiaoktif yang terangkut dimana mayoritas berupa limbah resin reactor,” tuturnya.  

Yogyakarta - Humas BRIN. Dalam riset ketenaganukliran para ahli telah mengembangkan teknologi akselerator partikel. “Sebuah mesin yang digunakan untuk mendorong partikel agar bergerak lebih cepat dan lebih tertenaga,” ujar Thakonwat Chanwattana, Fisikawan Akselerator dari Synchrotron Light Research Institute (SLRI), Nakhon Ratchasima, Thailand dalam webinar Accelerator Talk seri 2 yang bertajuk Accelerator Technology: Particle Accelerator and Their Applications yang diselenggarakan oleh Pusat Riset Teknologi Akselerator (PRTA) – Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) pada Selasa (12/7).

 Dalam kegiatan ini para Periset di PRTA berkesempatan mendiskusikan teknologi akselerator partikel bersama para ahli akselerator dari SLRI Thailand. Menurut Thakonwat, akselerator partikel saat ini sudah banyak dibutuhkan dalam menunjang bidang lainnya. “Gelombang elektromagnetiknya dapat dimanfaatkan untuk mengamati suatu objek yang sangat kecil di dunia sub atom,” papar Doktor lulusan John Adams Institute (JAI), University of Oxford, UK tersebut.

 Ia juga menjelaskan jenis-jenis akselerator partikel yang dikenal secara umum ada tiga yaitu Akselerator Linear (Linac), Siklotron, dan Synchrotron. “Pada linac, partikel akan bergerak dalam jalur linear, sedangkan partikel di siklotron bergerak pada jalur spiral, dan dalam synchrotron maka partikel akan bergerak melingkar dengan radius tetap,” terangnya.

Bandung – Humas BRIN. Berbagai aktivitas penelitian, pengembangan (litbang) dan pemanfaatan bahan nuklir yang dilaksanakan di Kawasan Nuklir Bandung (KNB) berpotensi untuk menghasilkan limbah radioaktif. Limbah radiasi yang tidak diolah dan dibuang sembarangan akan menyebabkan kontaminasi atau pencemaran terhadap pekerja, lingkungan dan masyarakat yang berada di sekitarnya. Berkenaan dengan hal tersebut, Pelaksana Fungsi Operasi Instalasi Pengolahan Limbah Nuklir (OIPLN), Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) yang berlokasi di Kawasan Puspiptek Serpong melaksanakan kegiatan pengangkutan limbah radioaktif di DPFK Reaktor TRIGA 2000 Bandung, pada 7 – 8 Juli 2022.

 Koordinator Pelaksana Fungsi Keselamatan Kawasan Nuklir Bandung, Sigit Nugroho Pamungkas dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada OIPLN yang telah datang untuk mengangkut limbah radioaktif di KNB. “Selamat datang di KNB dan kami berterima kasih karena rekan-rekan OIPLN bersedia mengangkut limbah radioaktif yang telah dikumpulkan dan disimpan selama bertahun-tahun," sambut Sigit.

"Kegiatan ini sebenarnya sudah direncanakan sebelumnya namun terkendala beberapa hal sehingga baru terlaksana hari ini. Kami mengajukan pengangkutan limbah radioaktif sebanyak 63 drum melalui e-lira, namun jika tidak bisa terbawa semua pada pengangkutan kali ini, agar dapat dilaksanakan pengangkutan tahap kedua dan kegiatan pelimbahan ini difokuskan untuk pengiriman legacy waste. Semoga acara ini dapat terlaksana dengan lancar dan rekan-rekan DPFK di KNB siap untuk membantu proses loading dan unloading,” jelasnya.

Serpong – Humas BRIN. Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan penjajakan kerjasama riset serta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Pusat Riset Teknologi Daur Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTDBBNLR) – Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan diskusi kerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah di kampus UIN Jakarta, Jumat (17/6).

Pada pertemuan tersebut, Kepala PRTDBBNLR, Syaiful Bakhri menjelaskan mengenai tugas dan fungsi dari PRTBBNLR - ORTN. “Di BRIN, pusat kami berada di bawah Organisasi Riset Teknologi Nuklir yang terkait dengan teknologi nuklir, di ORTN sendiri ada 7 (tujuh) pusat riset, diantaranya riset teknologi reaktor, proses radiasi, radioisotop dan radiofarmaka, dan salah satunya pusat kami yang berfokus di riset teknologi daur bahan bakar nuklir dan limbah radioaktif,” ucap Syaiful.

“Pusat Daur Bahan Bakar Nuklir sendiri melakukan kegiatan mulai dari proses tambang sampai menjadi limbah, proses daur tersebut mulai dari menambang, kemudian milling dan dikonversi, dikayakan, setelah itu difabrikasi untuk bahan bakar reaktor, riset atau pembangkit listrik, kemudian bahan bakar atau hasil limbahnya masuk ke penyimpanan ataupun bisa juga re-processing untuk digunakan kembali,” jelas Syaiful.