(Serpong 27/12) Reaktor RSG-GAS saat ini berada di Departemen Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merupakan fasilitas nuklir yang salah satu fungsinya untuk kegiatan penelitian dan pendidikan. Maka dari itu reaktor RSG GAS kembali menerima mahasiswa magang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.  Sebanyak tiga mahasiswa menjalani praktik kerja lapangan selama kurang lebih tiga bulan. Ketiga mahasiwa ini berlatarbelakang Teknik Instrumentasi sehingga di tempatkan dalam subkoordinator Perencanaan Operasi Reaktor.

 Setelah selesai menjalankan kegiatan PKL, Pada hari kamis 23 Desember 2021 Reaktor RSG-GAS melakukan Penutupan PKL Mahasiwa dari UIN yang dihadiri oleh ketiga mahasiswa magang, dosen pembimbing yaitu Farid Samsu Hananto, dan dihadiri pegawai DPFK. Acara dimulai dengan persentansi dari masing-masing mahasiwa berkaitan dengan  fasilitas reaktor yaitu tentang sistem rabbit. Muhammad Alifi Robbani salah satu mahasiswa PKL mengutarakan bahwa sempat bingung apa itu BATAN. "Tapi ketika masuk di PKL BATAN ternyata instrumen itu masuk juga dalam bidang nuklir," ungkap Alif.

"Walaupun hanya 3 mahasiwa, tetapi pegawai DPFK menyambut dan membimbing mahasiswa kami dengan saat baik," ungkap Farid Samsu Hananto selaku dosen pembimbing.

Farid juga berharap semoga MoU kerjasama UIn Malang dengan DPFK segera ditindaklanjuti, sehingga makin banyak nantinya mahasiwa atau dosen yang melakukan penelitian dengan memanfaatkan fasilitas reaktor tutupnya. (Fami)

(Serpong 7/12/2021) Indonesia telah mendatangi perjanjian safeguards INFCIR/283  maka dari itu sebagai member state IAEA, fasilitas yang memiliki bahan nuklir wajib melakukan kegiatan pengendalian dan pertanggung jawaban bahan nuklir. Salah satunya RSG-GAS (Reaktor Serba Guna GA Siwabessy) yang saat ini berada di DPFK-BRIN (Direktorat Fasilitas Ketenaganukliran), memiliki banyak bahan nuklir agar reaktor dapat beroperasi.

Pada hari senin 29 sampai 30 November 2021 IAEA melakukan inspeksi non rutin yaitu Short Notice Inspection (SNI) yang dilakukan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) dalam rangka pengendalian bahan bahar nuklir. Kegiatan ini dilakukan oleh inspekstur IAEA Chew Lai San dan Alejandro Gracia Carrera serta inspektur dari BAPETEN yang diketuai oleh Dandung Rismawan. Dalam inspeksi bahan nuklir kali ini didampingi oleh pengurus dan pengawas inventori bahan nuklir RSG-GAS.

Inspeksi ini sangat spesial, berbeda dengan inspeksi pada umumnya. Inspeksi ini dilakukan secara mendadak, fasilitas yang menerima inspeksi SNI ini diberi informasi kedatangan oleh pihak IAEA 2 jam sebelum pelaksanaan inspeksi berlangsung.  Selain itu inspeksi ini tidak dilakukan pada semua fasilitas nuklir hanya fasilitas tertentu saja salah satunya RSG-GAS.

Kegiatan dimulai dengan verifikasi bahan nuklir di lapangan menggunakan metode item counting, pengambilan sampel beberapa bahan nuklir menggunakan alat indentifinder, pengamatan visual di kolam reaktor dan perawatan alat-alat pemantau milik IAEA yang terpasang di RGS-GAS. Selain kegiatan lapangan IAEA juga memeriksa dokumen pembukuan bahan nuklir, dan desain information questionnaire (DIQ) RSG GAS. Selain melakukan kegiatan  di RSG-GAS, IAEA juga melakukan Complementary Acces (CA) ke gedung 20 Instalasi radio Metallurgi dan gedung 10 Instalasi radioisotop miliki PT INUKI. Kegiatan CA ini diantaranya melakukan obeservasi visual, pemeriksaan alat deteksi radiasi, dan pengambilan sampel lingkungan.

Dalam acara penutupan inspeksi SNI ini Danung mewakli inspektur menuturkan agar RSG-GAS dalam melakukan pelaporan bahan nuklir saat terjadi perpindahan harus mengikuti aturan yang berlaku PERKA 4 BAPETEN tahun 2011. "Dalam budaya safeguard penilaian yang dilihat ialah ketelitian dan ketepatan waktu, sehingga jika pelaporan sudah sesuai tetapi melebihi waktu yang telah ditetapkan akan mengurangi poin dan menjadi catatan  BAPETEN nanti, " tutup Danung. (Fami)

(Gunungkidul, 7 Oktober 2021) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) adakan Sosialisasi produk litbang bidang pertanian dan perikanan yang berupa varietas padi Sidenuk, Pupuk Organik Hayati (POH) dan Pengawet Ikan Organik (PIO) kepada petani dan nelayan di Desa Sidorejo Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BRIN dengan anggota Komisi VII DPR-RI, H. Gandung Pardiman.

BRIN memperkenalkan paket lengkap produknya karena peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan mengenai produk-produk tersebut, namun mereka juga mendapatkan pelatihan tentang cara-cara pembuatan pupuk POH dan produk PIO. Selain itu mereka juga mendapatkan sampel produk varietas Sidenuk dan pupuk POH agar mereka dapat mendemonstrasikan sendiri penanaman Sidenuk dikombinasikan dengan pupuk POH untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

(Serpong, 18/08/2021) Sudah bukan zamannya lagi pemerintahan yang sarat dengan KKN, tidak transparan, produktivitas rendah, atau pelayanan publik yang buruk. Reformasi birokrasi (RB) lahir untuk memperbaiki kondisi itu, menuju tata kelola pemerintahan yang semakin baik. Sebagai bagian dari Pemerintah, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah memulai kegiatan RB sejak tahun 2012, khususnya di Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) telah melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mendukung reformasi birokrasi.

“Ada 3  Sasaran RB. Kesatu, mewujudkan pemerintahan yang bersih. Kedua, efektif dan efisien. Dan ketiga, pelayanan publik yang berkualitas,” semua sasaran tersebut sedang diwujudkan oleh Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) melalui program pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Sosialisasi RB keseluruh pegawai bertujuan agar seluruh pegawai dapat mengerti, menerapkan komitmen bersama, dan memikul tanggung  jawab bersama-sama untuk melaksanakan RB, mulai dari level pimpinan hingga pegawai lapisan paling bawah.

Oleh karena itu Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) terus berupaya mewujudkan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik dan mencegah terjadinya tindakan korupsi. Menindaklanjuti hal tersebut Kristedjo Kurnianto selaku Kepala PRFN tengah mencanangkan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)  dengan tema AKSELATOR yaitu: AKuntabel dalam bekerja, SElalu melapor Tindakan gratifikasi, LEbih proaktif dalam peningkatan produktifitas kerja, RAmah, professional, cepat, dan tepat dalam melaksanakan pelayanan, TOlak tindakan korupsi, Kolusi, nepotisme dan Raih lingkungan kerja yang berintegritas pada tahun 2021. (FPP)

Serpong – Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) terus berupaya mewujudkan reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik dan mencegah terjadinya tindak korupsi. Menindaklanjuti hal tersebut Kristedjo Kurnianto selaku Kepala PRFN tengah mencanangkan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2021.

Pencegahan korupsi tidak cukup dengan membangun sistemnya dan menangkap pelakunya, tetapi dibutuhkan akhlak dan perilaku yang baik dari diri kita masing-masing. Etika akhlakul yang baik sangat dibutuhkan, sebab pelaku korupsi bukan orang yang tidak tahu hukum tetapi tidak punya etika akhlakul yang baik.

Oleh karena itu PRFN mencanangkan pembangunan zona integritas dengan tema AKSELATOR yaitu: AKuntabel dalam bekerja, SElalu melapor Tindakan gratifikasi, LEbih proaktif dalam peningkatan produktifitas kerja, RAmah, professional, cepat, dan tepat dalam melaksanakan pelayanan, TOlak tindakan korupsi, Kolusi, nepotisme dan Raih lingkungan kerja yang berintegritas, ujar kristedjo.

Pembangunan Zona Integritas dianggap sebagai role model reformasi birokrasi dalam menegakkan integritas dan pelayanan berkualitas. Pembangunan zona integritas menjadi aspek penting dalam pencegahan korupsi di instansi pemerintah khususnya di Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN)-BATAN. (FPP)