Extended submitting Leaflet AIBPA 14 November 2014, klik di sini!   |   pemgumunan seleksi administratif cpns sudah dapat dilihat pada cpns.batan.go.id atau info lengkap klik di sini!   |   ATOM INDONESIA invites worldwide scientists to send their papers to the 6th annual competition, entitled ATOM INDONESIA BEST PAPER AWARD 2014 (AIBPA 2014), more click here!   |   Seminar Nasional Geologi Nuklir dan Sumber Daya Tambang Tahun 2014, Jakarta 12 November 2014, info lengkap klik di sini Template download!   |   Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Fungsional Pengembangan Teknologi Nuklir IX, Jakarta 5 November 2014, info lengkap klik di sini!
INFO BATAN
Ledakan Batan Akibat Kebocoran Gas

TANGERANG -- Ledakan yang terjadi di Laboratorium Crystal Growing, Gedung 71 Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan (Puspitek) Serpong, Kabupaten Tangerang, pada Senin (10/9), diduga kuat diakibatkan kebocoran pada peralatan penelitian. Menurut Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayadi Kadiman, kebocoran tersebut mengakibatkan ekspansi gas secara tiba-tiba ke seluruh ruangan yang kemudian memicu ledakan.

''Kecelakaan terjadi di luar kegiatan nuklir atau di luar pagar kuning yang membatasi antara kegiatan nuklir dengan non-nuklir,'' kata Menristek ketika meninjau lokasi, Selasa (11/9).

Ledakan tersebut, lanjutnya, terjadi ketika dilakukan kegiatan dari penelitian yang berjudul Inovasi Pengembangan Bahan Bakar Baru Pengganti Solar Sebagai Energi Alternatif Untuk Industri. Ledakan terjadi ketika dilakukan percobaan untuk mendapat zat aditif yang bisa menaikkan kualitas tingkat energi bahan bakar nabati (biofuel).

''Pada percobaan tersebut, dihasilkan gas yang merupakan hasil reaksi antara senyawa nitrat dengan butanol dengan sifat yang mempunyai sifat mudah meledak tapi tidak mudah terbakar,'' kata Menristek yang mengaku masih belum tahu jenis gas yang dimakud.

Adanya kebocoran, lanjutnya, mengakibatkan gas tersebut bereskpansi secara tiba-tiba yang kemudian mencapai kondisi blast point yang mengakibatkan ledakan. ''Analoginya jika tabung gas elpiji bocor gas akan mengisi ruangan, sehingga jika terpercik api akan terjadi kebakaran,'' kata Menristek.

Dalam kasus ini, lanjut Menristek, yang dominan adalah ledakan sementara unsur kebakaran tidak terjadi secara signifikan. ''Dari hasil pandangan mata tidak terlihat efek kebakaran,'' kata Menristek seraya menyatakan tidak tertutup kemungkinan terjadi kebakaran ringan. Pada ledakan tersebut, lanjutnya, terjadi efek lorong (tunnel effect) yang mengakibatkan tekanan lebih tinggi pada area sempit yang mengakibatkan dinding-dinding pada area lorong menjadi roboh.

Penelitian untuk mencari alternatif substitusi solar tersebut dilakukan sejak Februari 2007 hingga November 2007 dengan dana Rp 175 juta yang berasal dari pemerintah. Kegiatan pertama penelitian tersebut adalah sintesa bahan biofuel atau biodiesel dengan teknik ultrasonik yang menggunakan metode ekstrifikasi. Kegiatan kedua adalah pembuatan bahan aditif terkait usaha meningkatkan nilai angka sectan untuk Marine Fuel Oil (MFO), agar pembakaran bahan bakar tersebut lebih efektif.

Bertindak sebagai peneliti utama adalah Profesor Munawir Zulkarnaen dibantu DR Ing Puji Untoro sebagai peneliti pendukung serta didampingi dua teknisi yakni Sanda Ssi, serta Agus Sujatno Amd. Hingga Selasa (11/9) sore, Profesor Munawir Zulkarnaen serta DR Ing Puji Untoro masih menjalani perawatan di RS Fatmawati, Jakarta. Sedangkan dua lainnya telah diperbolehkan pulang.

Sementara itu Kepala Pusitek BATAN Hudi Hastowo menyatakan, ledakan yang mengakibatkan kerusakan hingga 80 persen ruangan Laboratorium Crystal Gowing tersebut mencapai Rp 3,12 milyar.(c53/eye )

Sumber: Republika, Rabu, 12 September 2007, hal 22 kol 4-5

bkhh  : 12-09-2007 13:23:30