Pengumuman Pemenang AIBPA 2014 bisa diakses di website Atom Indonesia!   |   Peserta yang dinyatakan lulus Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan dapat mengikuti Tes Kompetensi Bidang (TKB) Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Tahun 2014 dapat dilihat pada cpns.batan.go.id atau info lengkap klik di sini!
INFO BATAN
Pembelajaran Pasca Kecelakaan Nuklir Fukushima

(Jakarta, 07/03/2013); Peristiwa Fukushima 11 Maret tahun 2011 lalu memberikan dampak dalam segala segi kehidupan masyarakat Jepang. Dengan diberhentikannya operasional PLTN, Jepang yang 30% energinya bergantung pada nuklir mulai merasakan hambatan-hambatan dalam segala aspek kehidupan masyarakatnya.

BATAN bekerjasama dengan JAIF International Cooperation Centre (JICC) menyelenggarakan Seminar dan Diskusi "Fukushima Nuclear Accident". Bertempat di Lantai VI Gedung A Kantor Pusat BATAN acara ini dihadiri Eselon I dan II BATAN, beberapa perwakilan tamu undangan dari DEN, BAPETEN, WIN serta BMKG. Narasumber dalam seminar ini adalah Mukaiyama Takehiko (JICC), Zenko Yoshida (JAEA, The University of Tokyo and Atox Co.,Ltd), serta S.Koide (Youmiuri Shimbun).
Diawali sambutan Kepala BATAN Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto, beliau mengatakan dari seminar ini BATAN dapat mengambil pelajaran dan informasi tentang situasi dan kondisi di Jepang setelah peristiwa Fukushima. "Mari kita belajar dari para ahli dari Jepang yang secara langsung memahami situasi dan kondisi di Jepang sehingga kita dapat mengambil referensi-referensi yang positif" tegas Djarot.
Mukaiyama dalam presentasinya berjudul "Social Impact of Fukushima Nuclear Accident and Japanese Nuclear Policy Thereafter" menggambarkan bagaimana keadaan Jepang setelah peristiwa Fukushima. "Kecelakaan nuklir Fukushima memberikan dampak terhadap ekonomi dan keterbatasan listrik" tambah Mukaiyama. Namun dari peristiwa itu, Mukaiyama mengatakan ada hal-hal penting yang bisa dipelajari sebagai bentuk perbaikan antara lain terkait tsunami serta kebijakan energi nuklir dan regulasinya.
Sementara itu Zenko Yoshida dalam presentasinya yang berjudul "Environmental Remediation in Fukushima" menjelaskan mengenai kontaminasi di sekitar wilayah Fukushima, dekontaminasi, bagaimana perlakuan terhadap lingkungan yang terkontminasi.
Sedangkan S. Koide dalam presentasinya "Communication Failure of Fukushima Nuclear Accident and Role of Mass Media" menyoroti komunikasi yang tidak berjalan dengan baik antara pemerintah Jepang, ahli nuklir, jurnalis dan masyarakat. Ini ditunjukkan dengan tidak dipublikasikannya prediksi awal terkait kecelakaan Fukushima ke masyarakat dan berita-berita tidak terukur di TV dan internet yang beredar di masyarakat. "Ini menyebabkan hilangnya rasa percaya diri dan menimbulkan keresahan di masyarakat" tutup Koide.
Pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa Fukushima ini antara lain mengenai pentingnya faktor kegempaan dan tsunami dalam desain baru PLTN, penetapan lokasi, dan pentingnya memperhitungkan segala potensi bahaya sekecil apapun. (AG)

bkhh  : 07-03-2013 15:27:23