Peserta yang dinyatakan lulus Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan dapat mengikuti Tes Kompetensi Bidang (TKB) Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Tahun 2014 dapat dilihat pada cpns.batan.go.id atau info lengkap klik di sini!
INFO BATAN
Benih Unggul Padi Dari Baksos STTN Yogyakarta

Gunung Kidul. Infonuklir. (25/06/2012). Petani padi di padukuhan Srikoyo, desa Bleberan kecamatan Playen,, Gunung Kidul, Yogyakarta merasa bahagia karena sawah yang mereka garap musim tanam bulan lalu, hari ini mereka bisa nikmati hasilnya dengan menggembirakan.

Februari lalu kelompok tani Margo Mulyo di dusun ini menerima benih dari kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang dilakukan 50 mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Yogyakarta. Awalnya mereka merasa ragu untuk menanam benih hasil riset iptek nuklir ini. Benih unggul sebanyak 25 kilogram hanya diberikan begitu saja oleh para mahasiswa tanpa dilakukan bimbingan teknis penanaman oleh penyuluh pertanian dari BATAN.

Dikarenakan kesulitan mendapatkan benih unggul padi, akhirnya merekapun menanam benih yang diberikan dari kegiatan Baksos mahasiswa jurusan Teknokimia Nuklir STTN Yogyakarta. Disamping itu ketua kelompok tani Margo Mulyo, Pudjo Hartono telah mendengar kabar dari rekannya di Klaten tentang kehebatan benih unggul padi Mira-1 ini.

Ketua STTN Yogyakarta Dr. Sutomo Budiharjo, M.Eng. menyampaikan bahwa bakti sosial yang dilakukan mahasiswanya adalah dalam rangka pendekatan sosial kepada masyarakat. Sutomo mengakui bahwa perguruan tinggi yang dipimpinnya memang tidak ada mata kuliah pertanian. Namun pemanfaatan riset iptek nuklir sangat luas, termasuk bidang pertanian, tegas Sutomo. Selanjutnya Sutomo menjelaskan bahwa selain padi, riset iptek nuklir bidang pertanian lainnya adalah kedelai dan sorgum.

Kepala Pusat Diseminasi Iptek Nuklir BATAN, Ir. Ruslan dalam sambutannya mengatakan bahwa panen ini diluar perkiraannya. Kegiatan pertanian yang biasa dilakukan pihaknya adalah memberikan bimbingan pertanian dari mulai tanam sampai pasca panen. “Jadi jika ada hambatan atau kendala di lapangan seperti serangan hama, pola tanam, dan lain-lain, bisa diambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. Hal ini untuk mendapatkan hasil yang terbaik untuk para petani”, demikian tegas  Ruslan.

Selain benih unggul padi, Ruslan juga menawarkan produk litbang BATAN lainnya untuk bisa digunakan di daerah ini, seperti kedelai dan suplemen pakan ternak ruminansia yang dikenal dengan nama UMMB (Urea Molasses Multinutrient Block). UMMB ini berguna untuk memperbaiki kualitas ternak dan produksi susunya. Sehingga suatu saat nanti daerah ini bisa memiliki sistem pola pertanian terpadu.

Ketua kelompok tani Margo Mulyo, Pudjo Hartono merasa tertarik dengan benih unggul hasil riset iptek nuklir dan mengharapkan hal ini bisa dilanjutkan untuk kerjasama pada masa tanam berikutnya. (biw)

pdin  : 25-06-2012 04:26:08