Pertemuan Ilmiah Tahunan Radioisotop, Radiofarmaka, Siklotron dan Kedokteran Nuklir 2014, Semarang, 10 - 11 Oktober 2014, info lengkap klik di sini!   |   International Scientific Week on Science and Technology on Advanced Materials 2014 : 12 - 17 October 2014, info lengkap klik di sini!   |   Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi Akselerator 2014, PSTA - BATAN Yogyakarta, 14 Oktober 2014, info lengkap klik di sini download Template penulisan makalah Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi Akselerator 2014.   |   Seminar Nasional Geologi Nuklir dan Sumber Daya Tambang Tahun 2014, Jakarta 12 November 2014, info lengkap klik di sini Template download!   |   Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Fungsional Pengembangan Teknologi Nuklir IX, Jakarta 5 November 2014, info lengkap klik di sini!
INFO BATAN
Setahun Pasca Gempa dan Tsunami: Dampak Kesehatan Kecelakaan Fukushima Minimal

Para pakar kesehatan radiasi mengatakan di Washington bahwa berdasarkan data radiologis yang terkumpul, dampak kesehatan kecelakaan Fukushima baik bagi pekerja maupun masyarakat sangat minimal. Dalam acara konperensi pers yang diselenggarakan oleh Health Physics Society awal Maret lalu, Kathyrn Higley, seorang Profesor Fisika Kesehatan Radiasi dari Nuclear Engineering Departement Oregon State University mengatakan bahwa evakuasi penduduk dan pengawasan makanan oleh pihak berwenang Jepang telah berhasil membantu mengurangi paparan radiasi ke masyarakat.

“Berdasarkan perspektif radiologi, kami berpendapat bahwa dampak tersebut kecil sekali” kata Higley. “Kami mengetahui bagaimana cara radionuklida  bergerak dan tersebar di lingkungan, dan bagaimana manusia dapat terpapar olehnya sehingga kami dapat menghentikan paparan tersebut”.

Dr. Robert Gale, Profesor Tamu di Imperial College London, menegaskan bahwa walaupun total korban meninggal akibat peristiwa Gempa dan Tsunami Tohoku pada tahun 2011 itu lebih dari 20.000 jiwa, tidak ada satu pun dari mereka meninggal akibat paparan radiasi dari kecelakaan Fukushima.

Gale mengatakan, “Faktanya menunjukkan bahwa masyarakat lebih fokus terhadap (kecelakaan) Fukushima. Gempa bumi dan tsunaminya sendiri tidak diperhatikan”.

Gale menunjukkan data awal bahwa dari 10.000 penduduk sekitar PLTN Fukushima yang menerima paparan radiasi dengan dosis tertinggi:

•    5800 menerima dosis dibawah 1 milisievert (mSv).

•    4100 menerima dosis antara 1 dan 10 mSv.

•    71 menerima dosis antara 10 mSv dan 20 mSV.

•    2 menerima dosis antara 20 mSv dan 23 mSv.


Sebagai perbandingan, rata-rata setahun setiap penduduk Amerika Serikat menerima radiasi latar belakang alamiah sekitar 3,1 mSv.

Gale mengatakan bahwa makna angka dosis di atas adalah naiknya risiko kematian akibat kanker sebesar 0,001%, dan risiko kejadian kanker naik 0,002 % bagi masyarakat Jepang.

Karena kenaikan yang sangat kecil itu tentu akan sangat sulit membuktikan secara ilmiah bahwa penyebab kanker di masa depan di Jepang adalah akibat langsung kecelakaan Fukushima.

“Paparan ke populasi sangat sangat rendah” kata John Boice, Profesor di Vanderbilt University School of Medicine dan Presiden National Council on Radiation Protection and Measurement. “Sehingga sangat sulit melakukan studi epidemiologis untuk membuktikan bahwa hal itu menyebabkan kenaikan risiko kanker, dosisnya terlalu rendah,” lanjutnya.

Meskipun demikian, pemerintah Jepang melakukan berbagai studi skala besar terhadap pengaruh paparan radiasi terhadap publik untuk "mengurangi kecemasan dan memberikan keyakinan kepada penduduk," kata Boice.

Studi itu meliputi:

- Sebuah studi kesehatan terhadap 2 juta penduduk di prefektur Fukushima, dilanjutkan dengan pengamatan selama 30-tahun ke depan. Untuk itu pemerintah telah menyebar kuesioner 10-halaman kepada para warga.

- Sebuah penelitian terhadap 360.000 anak di bawah usia 18 dimana kelenjar tiroid mereka dipindai.

- Pemeriksaan kesehatan terhadap warga masyarakat di daerah berdekatan, termasuk pemeriksaan darah.

- Sebuah survei khusus dari 20.000 ibu hamil dan menyusui.

Dampak kesehatan bagi pekerja di pabrik tenaga nuklir Fukushima juga akan minimal, Boice mengatakan.  Dosis radiasi rata-rata untuk pekerja di pabrik adalah 9 mSv. (Lihat di atas untuk dosis perbandingan untuk publik.) Dia menambahkan bahwa dari 17.000 pekerja yang terlibat dalam "pengungkungan dan pembersihan reaktor"-termasuk karyawan TEPCO dan kontraktor-hanya 37 pekerja menerima dosis eksternal lebih besar dari 100 mSv. Dia mengatakan bahwa sekitar 100 pekerja telah menerima lebih dari 100 mSv dosis gabungan internal dan eksternal.

Boice menambahkan bahwa dosis internal akan memiliki "sedikit" efek kesehatan karena cara tubuh manusia dewasa bereaksi terhadap Iodine-131, salah satu produk sampingan utama dari kecelakaan reaktor.

"Dalam hal dampaknya bagi kesehatan bagi orang dewasa, ini akan menjadi minimal karena sebagian besar radiasi internal, radiasi tertelan, adalah yodium radioaktif," katanya. "Kelenjar dewasa relatif tidak sensitif terhadap kanker akibat radiasi, khususnya untuk Yodium-131. Kami memiliki banyak penelitian pada orang dewasa terkena Yodium-131 dan tidak menunjukkan adanya efek. "

Boice mengatakan bahwa di antara sejumlah kecil pekerja yang telah menerima lebih dari 100 mSv dosis radiasi, risiko kanker meningkat di masa hidup mereka akan menjadi satu atau dua persen. Dia menambahkan bahwa para pekerja ini akan diamati sepanjang hidup a mereka.

Ketika ditanya apakah kecelakaan Fukushima berpengaruh bagi lisensi pembangkit listrik tenaga nuklir di Amerika Serikat, kata panelis sepakat harus ada pelajaran yang diambil dari kecelakaan itu.

Kecelakaan Fukushima memberikan kita banyak pelajaran mengenai pentingnya faktor kegempaan dan tsunami dalam desain baru PLTN.  Kecelakaan tersebut menunjukkan pentingnya penetapan lokasi (siting) yang aman dengan desain yang lebih baik lagi dan memperhitungkan segala potensi bahaya sekecil apapun juga.  Banyak pelajaran yang dapat diambil dari kecelakaan tersebut.

(Sumber utama: Nuclear Energy Institute)

bkhh  : 12-03-2012 06:58:47