spacer
spacer

Saturday, 02 August 2014

header
Batan Webmail
spacer
gedung

Selamat Datang di Website Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir - Badan Tenaga Nuklir Nasional   |   Seminar Nasional TKPFN-19 2013, info lengkap klik di sini!

header
Organisasi
Home
Profil
Bidang
SDM
Penelitian
Fasilitas
Litbangyasa
Publikasi
UPDATE Fukushima
Jurnal Tri Dasa Mega
Jurnal Sigma Epsilon
TKPFN-19 2013
TKPFN-18 2012
TKPFN-17 2011
TKPFN-16 2010
TKPFN-15 2009
TKPFN-14 2008
TKPFN-13 2007
Link
Pencarian
 
Home

Kelompok Pengembangan Teknik Keandalan Instalasi Nuklir

Kelompok Pengembangan Teknik Keandalan Instalasi Nuklir mempunyai tugas:

1. Melakukan analisis dan pengembangan keandalan dari aspek integritas struktur dan komponen serta korosi
2. Melakukan pengembangan metode remaining lifetime asssesment (RLA) instalasi nuklir

Dalam melakukan analisis keandalan ini digunakan tools yang berupa hardware dan software. Adapun hardware yang dimiliki di kelompok ini berupa alat uji merusak (seperti mesin creep, rotation bending fatigue machine, universal tensile machine, dynamic tensile machine, mesin uji impak dan lain-lainnya) dan alat uji tak merusak (misalnya, Helium leak detector, Ultrasonic Flaw detector, Ultrasonic Multi Layer Thickness Gauge, dan lain-lainnya). Sedang yang berbentuk Software adalah Probabalistic Safety Analysis (PSA), Probabilistic Fracture Mechanics dan Deterministic Fracture Mechanics. Selain melakukan pengembangan teknologi analisis keandalan, kelompok di Bidang Pengembangan Teknologi Keselamatan Nuklir ini juga memiliki tugas mendukung pelaksanaan In-service Inspection di tiga reaktor riset yang dikelola BATAN yaitu Reaktor Riset Kartini yang berada di Jogja, Reaktor G.A. Siwabessy yang beradadi Serpong dan Reaktor Riset Triga Mark 2000 yang berada di Bandung.

Sumber daya manusia

No

Nama

NIP

Pendidikan Terakhir

Jabatan Fungsional

Bidang Kepakaran

Tema Penelitian Saat ini

1

Ir. Sri Nitiswati

330003596

S1 Teknik Kimia

Pranata Nuklir Madya

Pengujian Mekanik (Creep)
NDT (ET, replika - putty)

Analisis Pengaruh Panas terhadap Integritas Bahan Bejana Tekan SA533-B pada suhu tinggi

2

Drs. Febrianto, M.Eng

330002949

S2 Teknik Nuklir

Peneliti Madya

Korosi

3

Ir. Andryansyah, M.T.

330004962

S2 Teknik Metalurgi

Peneliti Madya

Metalurgi

4

Ir. Soedardjo SA.

330002138

S1 Fisika Teknik

Peneliti Muda

NDT (Replika, metalografi)
WI

5 Drs. Histori 330002584 S1 Fisika Pranuk Muda Uji Mekanik (Uji Tarik, creep) Monitoring Creep Process Using Ultrasonic Method

6

Dr. Roziq Himawan, M.Eng.

330004343

S3 Production Science

Peneliti Muda

NDT (UT, PT, MT, IR), Manajemen Penuaan Instalasi

Reactor Pressure Vessel Integrity Assessment. (Kajian Integritas Bejana Tekan Reaktor).

7

Dwijo Mulyanto

330002384

STM Mesin


NDT (PT, MT, UT, OR), WI

8

Slamet Kusmono

330003719

STM Listrik


NDT (UT, PT, MT)

9

Ari Triyadi

330003692

S1 Instrumentasi Elektronika

Pranuk Pertama

NDT (UT, PT, MT)

10

Mudi Haryanto, S.ST

330003798

S1 Tekno Fisika

Pranuk Pertama

NDT (UT, PT, MT,ET)

11 Alim mardhi, ST 330005473 S1 Teknik Mesin Pengujian mekanik
12 Anni Rahmat, ST 330005488 S1 Teknik Metalurgi Pengujian mekanik
13 Sofia Loren Butarbutar, ST 330005489 S1 Teknik Kimia Korosi


Alat-alat penunjang kerja di kelompok Pengembangan Keandalan Instalasi Nuklir
I.Peralatan di Laboratorium Uji Merusak (Destructive Testing)

1.Mesin Uji Tarik (Universal Tensile Machine)


Mesin uji tarik merupakan mesin uji mekanik yang paling banyakdigunakan diantara mesin-mesin uji mekanik yang lain. Alat ini umumnya digunakan untuk mengetahui kuat tarik (Ultimate Tensile Strength) dan elongation suatu material, yang merupakan besaran karakteristik mekanik yang diperlukan dalam pembuatan desain konstruksi.Mesin uji tarik ber-merek Shimadzu ini memiliki kemampuan sampai 5 ton dan dilengkapi alat perekam digital, sehingga dengan mudah diketahui hasil pengujiannya.

Mesin Uji Tarik Shimadzu 5 tonmesin uji tarik

2.Mesin Uji Creep (Creep Test Machine)

Creep adalah suatu fenomena pertambahan panjang (mulur) suatu material yang mengalami pembebanan statis pada temperatur tinggi (biasanya pada temperatur 0,3 titik lelehnya). Selain digunakan untuk pengujian creep fracture, digunakan juga untuk melakukan accelerated creep testing untuk menunjang Remaining Life Assessment.
Enam unit mesin creep ini dapat digunakan untuk melakukan pengujian sampai temperatur 1000 C.


Mesin Uji Creepujicreep

3. Mesin Fatik Rotasi-tekuk (Rotation Bending Fatigue Machine)

Sangat jarang suatu konstruksi mengalami pembebanan secara statis. Meskipun secara desain menerima beban statis, namun dalam kenyataannya, adanya beban-beban yang lain mengakibatkan material mengalami pembebanan dinamis (siklis). Beban dinamis ini menjadi pemicu fatik material.Mesin uji fatik rotasi-tekuk ini, digunakan untuk melakukan pengujian fatik pada komponen yang mengalami beban siklus secara rotasi maupun tekuk, seperti yang terjadi pada shaft. Pengujian dapat dilakukan pada temperatur kamar maupun pada temperatur tinggi.

Mesin Fatik Rotasi-Tekukbending

4. Mesin Uji Impak (Impact Test Machine)

Uji impak dilakukan dengan tujuan mengetahui karakteristik fracture toughness (crack growth resistance) suatu material. Di industri nuklir, khususnya untuk bejana tekan reaktor nuklir, uji impak banyak dilakukan dalam kaitannya dengan Surveillance Test Program, yaitu pengujian-pengujian terhadap material untuk mengetahui derajat penggetasan (embrittlement) yang diakibatkan oleh pemanasan dan iradiasi neutron.Hasil-hasil pengujian ini selanjutnya akan digunakan untuk melakukan kajian integritas struktur bejana tekan reaktor.

Mesin Uji Impakimpact

5.Mesin Uji Kekerasan

hardness

Micro Hardness Test (Equotip)equotip

Mesin uji kekerasan, seperti namanya, digunakan untuk mengukur kekerasan material logam. Kelompok keandalan memiliki dua alat uji kekerasan, yaitu universal yang dapat digunakan untuk mengukur kekerasan dengan metode Brinell, Vickers maupun Rockwell, serta micro hardness test (equotip). Mengetahui kekerasan dapat digunakan sebagai penunjang pelaksanaan Remaining Life Assessment.

6.Metalografi
Selain alat-alat uji mekanik tersebut di atas, kelompok keandalan dilengkapi juga dengan peralatan untuk melakukan analisis metalografi,baik secara in-situ (dengan pengambilan replika) ataupun secara pengambilan cuplikan selanjutnya pengamatan metalografi dilakukan di laboratorium.
Alat-alat penunjang metalografi di sini antara lain, mesin gerinda, mesin amplas serta mikroskop dan makroskop kamera,

II.Peralatan di Laboratorium Uji Tak Rusak (Non-destructive Testing)
1.Ultrasonik Equipment

i.Ultrasonic Flaw Detector
Krautkramer USD 10
usd10

Panametric Epoch 4Plusepoch

Sebagaimana namanya, ultrasonic flaw detector merupakan alat ultrasonik yang digunakan untuk mendeteksi cacat pada material, khususnya pada bagian las-lasan. Kelompok keandalan dilengkapi dua unit flaw detector, yaitu merk Krautkramer USD 10 dan merek Panamteric Epoch 4Plus.

ii.Ultrasonic Thickness Gauge

Alat ini digunakan untuk mengukur ketebalan material menggunakan gelombang ultrasonik. Pengukuran ketebalan sering dilakukan pada sistem pemipaan di dalam suatu plant, khususnya bagian-bagian pemipaan yang mengalami abrasi atau erosion-corrosion (erosion accelerated corrosion).Laju penipisan dengan mekanisme erosion-corrosion sangat dipengaruhi oleh jenis aliran, kecepatan alir, temperatur dan jenis material. Di kelompok keandalan dilengkapi dua unit thickness gauge yaitu Panametric 37DL dan StressTel. Untuk merek Panametric memiliki keunggulan yaitu dapat mengukur secara multi layer (coating through), sehingga pipa-pipa dengan lapisan cat dapat secara langsung diukur tanpa harus mengelupas lapisan catnya.

gauge


Thickness gauge Panametrics 37DL

Thickness gauge StressTel

iii. Ultrasonic Pulser Receiver
Selain dilengkapi ultrasonic flaw detector dan thickness gauge, kelompok keandalan dilengkapi juga dengan ultrasonic pulser-reciever, yang digunakan untuk mengembangkan metode pengujian material dengan gelombang ultrasonik. Dengan dilengkapi digital osciloskop, memungkinkan untuk dilakukan signal analysis yang dapat digunakan untuk menentukan parameter pengujian.

Ultrasonic Pulser-Reciever

2. Eddy Current Testing

Alat yang bekerja berdasarkan arus pusar ini, sangat cocok untuk diterapkan pada monitoring penipisan pipa-pipa kecil di dalam heat exchanger atau retak permukaan suatu material.

Kelompok keandalan dilengkapi dua unit alat uji Eddy Current, yaitu model lama yang masih menggunakan print out kertas dan model baru yang sudah dilengkapi dengan sistem digital yang mampu merekam data pengukuran dalam bentuk file elektronik.

Dengan alat ini, telah dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan tube heat exchanger (HE) yang ada di reaktor riset yang dikelola BATAN.

3. Magnetic Particle Testing

Uji magnetic particle ini memanfaatkan sifat-sifat medan magnet pada logam ferromagnetik, dimana jika terdapat cacat di permukaan atau sub-surface akan mengakibatkan perubahan garis-garis medan magnet. Dengan menaburkan serbuk magnet (kering dan basah), cacat dapat diamati dengan mudah.Kelompok keandalan dilengkapi dengan satu unit yoke seperti yang Tampak pada Gambar.

4. Gamma Camera
Kamera Gamma merupakan alat uji tak rusak yang memancarkan radiasi. Alat ini banyak digunakan untuk melakukan pengujian las-lasan. Jenis sumber radiasi yang digunakan akan mempengaruhi daya tembus ke arah ketebalan material

5. Kamera Inframerah

Kamera inframerah adalah suatu kamera yang digunakan untuk memantau distribusi temperatur di permukaan objek yang diamati. Kamera ini dapat digunakan untuk mengamati semua jenis material, karena pada dasarnya semua benda yang memiliki temperatur di atas suhu mutlak 0 (K), akan memancarkan sinar/gelombang inframerah.
Alat ini sering digunakan untuk melakukan monitoring komponen-komponen elektrik baik tegangan rendah, tinggi dan super tinggi, komponen mekanik, struktur sipil dan sebagainya. Misalnya, untuk mengetahui kondisi sambungan pada komponen elektrik, memantau keausan bearing pada motor, monitoring kondisi insulator, monitoring ketebalan pipa dan lain-lain.

6. Helium Leak Detector
Alat ini merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi lokasi kebocoran pada suatu sistem. Sebagaimana namanya, alat ini bekerja dengan cara menginjeksikan gas helium ke dalam suatu sistem, selanjutnya, dengan detektor helium dideteksi keberadaan helium di luar sistem

7. Alloy Analyzer

Alat alloy analyzer ini merupakan alat yang digunakan untuk melakukan inspeksi material, atau lebih terkenal disebut dengan Positive Material Identification (PMI).
Alat bernama X-MET 3000 yang bekerja dengan prinsip XRF ini mampu mendeteksi logam mulai dari unsur Mg ke atas. Unsur dengan nomor atom di bawah Mg tidak dapat dideteksi.

8. Corrosometer

Masalah korosi merupakan masalah yang hampir dipastikan dihadapi oleh semua pengelola instalasi. Terkait dengan korosi ini dilakukan berbagai usaha untuk memahami karakteristik korosi yang terjadi, mitigasi serta monitoring. Dengan alat ini dapat dilakukan karakterisasi kejadian korosi pada suatu material.

III Kegiatan In-service Inspection Reaktor Riset
Dalam rangka menjamin keselamatan dan keandalan operasi reaktor riset, dilakukan In-service Inspection secara berkala di ketiga
Reaktor Riset di lingkungan BATAN.
Kelompok Keandalan Bidang Pengembangan Teknologi Keselamatan Nuklir men-support dan
terlibat secara langsung dalam pelaksanaannya.


Pelaksanaan ISI Sistem Pendingin Sekunder Reaktor G.A. Siwabessy,
monitoring penipisan pipa.

Pelaksanaan ISI Sistem Pendingin Sekunder Reaktor G.A. Siwabessy, monitoring welding condition.




spacer

 
Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir, Gd. 80 Kawasan Puspiptek Serpong Tangerang
Tlp 021-7560912, Fax 021-7560913, email: ptrkn@batan.go.id
Copyright @PTRKN-BATAN 2010 All rights reserved.
Powered by MetNet
spacer