Info & Arsip Publik
- PP 27/2002 tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif
- Prosedur Pengiriman Limbah Radioaktif ke PTLR
- Biaya Pengelolaan Limbah Radioaktif
- PerKa BAPETEN 4/2009 tentang Dekomisioning Reaktor Nuklir
- Pedoman Keselamatan dan Proteksi Radiasi Kawasan Nuklir Serpong
- Pemantauan Dosis Radiasi Terhadap Pekerja di Kawasan Nuklir Serpong
- Pengumuman Pengadaan Barang/Jasa
Link
Info Nuklir :
Institusi Nuklir :
- International Atomic Energy Agency (IAEA)
- Badan Pengawas Tenaga Nuklir
- Badan Tenaga Nuklir Nasional
- Radwaste.Org
Lain-lain :
Counter
- Site Counter: 51,907
- Your IP: 38.107.179.213
Rencana Strategis PTLR 2010-2014
PTLR mempunyai visi “Menjadi sentra nasional untuk layanan dan pengembangan teknologi pengelolaan limbah radioaktif, keselamatan lingkungan dan radioekologi kelautan yang handal”.

Dr. Djarot S.W. :
Mampukah Kita Mengelola Limbah Radioaktif ?
Selengkapnya...

Ir. Suryantoro, MT :
PTLR menerima limbah radioaktif dari seluruh Indonesia
Selengkapnya...
IAEA TV
Radioactive Waste and Spent Fuel Management - Interview with Irena Mele
IAEA Talk
24 April 2008
Nuclear Waste
Giovanni Verlini talks with Hans Forsström, Director of the IAEA's Division of Nuclear Fuel Cycle and Waste Technology, on the closing of the fuel cycle.
Download | Source
6 June 2008
"Orphaned" Radioactive Sources
In this episode of IAEA talk, Kirstie Hansen looks at the problem of so-called "orphaned" radioactive sources.
Download | Source
18 September 2009
Deep Geological Disposal
Thirty countries around the world currently operate over 430 nuclear reactors. But there is still no system in place for the permanent disposal of the spent nuclear fuel. The IAEA considers deep disposal in stable geological formations as the only sustainable way to safely manage high-level waste; some countries, including Sweden, France, and Finland have decided to move forward with this option. Louise Potterton speaks to Peter Wikberg, the Research Director for Safety and Science at the Swedish Nuclear Fuel and Waste Management Company.
Download | Source


Sebagian masyarakat masih meragukan keselamatan pengelolaan limbah radioaktif terutama pada tahap penyimpanan akhir limbah radioaktif karena sebagian limbah radioaktif berusia sangat panjang. Dikhawatirkan limbah tersebut dapat tersebar dan membahayakan manusia dan lingkungannya.
Mineral alam zeolit yang merupakan senyawa alumino-silikat dengan struktur sangkar terdapat di Indonesia dalam jumlah besar dengan bentuk hampir murni dan harga murah. Mineral zeolit mempunyai struktur "framework" tiga dimensi dan menunjukkan sifat penukar ion, sorpsi, "molecular sieving" dan katalis sehingga memungkinkan digunakan dalam pengolahan limbah industri dan limbah nuklir.
Salah satu kegiatan rutin PTLR adalah pemantauan radioaktivitas lingkungan di Kawasan Pusat Penelitian Tenaga Nuklir (PPTN) Serpong. Jika ada sebaran radioaktivitas lingkungan sebagai akibat dari pengoperasian instalasi nuklir akan sangat dipengaruhi oleh keadaan meteorologi. Sehingga dalam melakukan pemantauan radioaktivitas lingkungan perlu disertai pemantauan keadaan meteorologi. PTLR telah mengembangkan perangkat lunak "Meteorologist" untuk mengolah data meteorologi yang terdiri atas arah angin, kecepatan angin, temperatur udara, kelembaban udara dan jumlah curah hujan. Data meteorologi yang telah diolah disajikan dalam tabel, grafik dan cakra angin untuk periode bulanan, triwulan dan tahunan. Dengan menggunakan perangkat lunak ini, kecenderungan keadaan meteorologi kawasan PPTN Serpong dapat diketahui dengan cepat dan akurat.
Di Indonesia, Radium-226 digunakan dalam bidang kedokteran dan alat penangkal petir. Atas rekomendasi IAEA, Indonesia menghentikan pemakaian Ra-226. Ra-226 merupakan radionuklida berumur panjang dan dalam masa peluruhannya mengeluarkan gas radon yang berbahaya bagi kesehatan. Kondisioning sumber bekas Ra-226 diawali dengan reduksi volume, dilanjutkan dengan immobilisasi dalam kontainer khusus untuk mengatasi masalah emanasi gas radon yang timbul dari peluruhan Ra-226. Dipilih kontainer Stainless Steel berbentuk kapsul yang ditutup dengan cara dilas. Kapsul ini kemudian dimasukkan ke dalam Long Term Storage Shield (LTSS) yang terbuat dari Pb untuk meminimalkan paparan radiasi yang cukup tinggi.