RADIOAKTIVITAS
LINGKUNGAN
Pemantauan
radioaktivitas lingkungan di kawasan reaktor Kartini
bertujuan untuk menjamin keselamatan masyarakat dan
lingkungannya di sekitar kawasan tersebut. Kegiatan
ini telah dilakukan secara periodik sejak 3 tahun sebelum
reaktor commissioning (tahun 1976), sampai dengan saat
ini. Pemantauan ini meliputi kawasan dengan radius 5
km dari reaktor dengan 18 lokasi sampling. Sampel lingkungan
yang diambil meliputi air, tanah, tumbuhan dan udara
yang dipandang sebagai jalur kritis lepasan radionuklida
sampai ke manusia.

Gambar
1. Jalur Kritis Radionuklida di Lingkungan
Pada
awalnya dilakukan screening untuk semua jenis cuplikan
tersebut dengan pengukuran radioaktivitas beta totalnya.
Untuk selanjutnya, jika dijumpai cuplikan yang tingkat
radioaktivitasnya melebihi tingkat radioaktivitas alami,
maka dilakukan identifikasi radionuklida Sr-90 dan Cs-137
yang merupakan indikator hasil fisi di lingkungan. Selain
itu, juga dilakukan pengukuran radiasi gamma ambient
yang merupakan paparan radiasi langsung yang diterima
oleh masyarakat.

Gambar
2. Spektrometer Gamma Compton Supresi
Laboratorium
Radioaktivitas Latar Rendah di PTAPB-BATAN dilengkapi
dengan beberapa peralatan yang dirancang secara khusus
untuk melakukan pengukuran cuplikan lingkungan yang
radioaktivitasnya sangat rendah untuk keselamatan instalasi
nuklir, maupun kawasan pertambangan dan industri pada
umumnya. Selain itu, dilengkapi pula dengan Liquid Sicintillation
Analyzer, Spektrometer alfa dan alat pendukung lainnya.

Gambar
3. Pengukuran Radiasi Gamma Ambien