Selasa, 26 Juli 2011 - 14:24:02 WIBLatgab Hanudnas dan BATANDiposting oleh : Aeni Muharromah
Kategori: Publik
- Dibaca: 481 kali
Siang yang cerah di
kawasan Puspiptek tepatnya di lokasi Kawasan Nuklir Serpong BATAN dikagetkan
dengan raungan bising pesawat diikuti dengan dentuman dan asap tebal mulai
menyembul disekitar gedung Reaktor GA Sywabessy. Kejadian ini tentu saja sangat
mengejutkan karyawan BATAN dan Puspiptek yang tengah bekerja juga tidak
mustahil masyarakat sekitar kawasan.
Dengan sigapnya Petugas
Pengamanan PRSG langsung meluncur melihat keadaan yang terjadi di belakang
gedung, api sudah membesar, bergegas Petugas memberikan informasi kepada
PUSKODAL di PKTN dan melaporkan kejadian kepada Ka. PRSG.
Di Central Alarm System PUSKODAL – BSS PKTN, Pengendali Operasi (PO)
menerima informasi dan melaporkan kejadian kepada Ka. PKTN (Komandan Operasi –
KO) Ir. Ferly Hermana, MM. yang memang sebelum terjadi serangan udara telah
menerima informasi dari Kohanudnas bahwa ada pesawat musuh yang lolos dari
penyergapan dan akan menyerang objek vital Batan Serpong. Diinformasikan telah terjadi serangan udara di sekitar PRSG dengan
dugaan sementara mengakibatkan kebakaran di gedung Chiller, belum diketahui
korban dan hal lainnya.
Selanjutnya KO memerintahkan Pengendali
Operasi (Operator Batan Safety Security System) menghubungi :
- DAMKAR memadamkan
api di lokasi kejadian;
- PROTEKSI RADIASI
melakukan pengukuran paparan dan pengendalian kontaminan;
- MEDIS mempersiapkan
pertolongan kemungkinan terdapat korban;
- PEMANTAU RADIOLOGI
LINGKUNGAN melakukan pantauan
kemungkinan paparan dalam- dan lepas- kawasan;
PENGAMANAN NUKLIR
melakukan pembatasan personil masuk TKP, mengamankan TKP, mengamankan jalur
penanggulangan dan pengaturan lalin.
PENGAMANAN NUKLIR
melakukan pembatasan personil masuk TKP, mengamankan TKP, mengamankan jalur
penanggulangan dan pengaturan lalin.
Sementara itu hiruk pikuk kesibukan di pagar
kuning gedung PRSG: Petugas PROTEKSI RADIASI melalui Bidang Keselamatan
melakukan pengukuran dan pemetaan daerah kerja serta mengumumkan kondisi
darurat agar seluruh personil yang berada di lingkungan PRSG berkumpul di lobby
gedung, kecuali petugas terkait penanggulangan. Selanjutnya PI menghubungi KO
untuk berkoordinasi terhadap serangan udara tersebut.
DAMKAR KNS mendapat perintah dari KO segera
melakukan pemadaman api, PROTEKSI RADIASI segera mengukur daerah kerja
kemungkinan terdapat paparan dan membuat peta daerah kerja, MEDIS mempersiapkan
perlengkapannya menunggu perintah selanjutnya dari KO, PEMANTAU RADIOLOGI
LINGKUNGAN segera menuju di sekitar gedung PRSG melakukan pemantauan paparan
radiologi, PENGAMANAN NUKLIR menutup pintu utama dan mengamankan TKP dengan
membuat garis pengamanan serta pengaturan jalur penanggulangan dan lalu lintas
personil/kendaraan.
DAMKAR melaporkan kepada PO bahwa api di
sekitar gedung PRSG sudah padam dan menemukan korban luka terbakar di TKP, MEDIS
melakukan pertolongan korban, PROTEKSI RADIASI melaporkan bahwa pengukuran laju
dosis tidak terdapat peningkatan yang signifikan masih berada di batas normal,
PEMANTAU RADIOLOGI LINGKUNGAN lingkungan dalam batas normal tidak terdapat
peningkatan dalam pengukuran laju dosis dan disarankan oleh Pengkaji Radiologi
bahwa kondisi untuk sementara masih dapat dikendalikan, namun agar selalu
dipantau secara berkala.
KO
menghubungi Kohanudnas melaporkan serangan udara yang terjadi di Kawasan Nuklir
Serpong, Kohanudnas telah mengetahui
keberadaan pesawat musuh dan saat ini sedang dilakukan pengejaran.
KO
memerintahkan PO untuk menghubungi seluruh Koordinator Penanggulangan bahwa
situasi masih dapat dikendalikan, untuk sementara dapat kembali bekerja kecuali
PEMANTAU RADIOLOGI LINGKUNGAN dan PROTEKSI RADIASI agar selalu melakukan
pemantauan laju dosis sampai dengan dinyatakan aman.
Demikianlah Skenario - gambaran dan photo-photo di atas merupakan serangkaian latihan gabungan (Latgab) Direktif Latihan HANUDNAS dengan BATAN untuk menguji kesiapsiagaan dalam menanggulangi serangan udara yang berlangsung di BATAN Kawasan Nuklir Serpong tanggal 21 Juli 2011.
