KELOMPOK BAHAN PANGAN
         
 
 

Kegiatan utama Kelompok Bahan Pangan adalah melakukan penelitian, pengembangan dan aplikasi teknologi radiasi guna mempertahankan kualitas dan meningkatkan keamanan bahan pangan dalam bentuk segar/kering, olahan/siap saji tanpa menurunkan nilai gizi dan cita rasa sehingga dapat dikonsumsi masyarakat. Sasaran akhir kegiatan adalah meningkatkan kesejahteraan seluruh umat manusia khususnya ketersediaan pangan berkualitas yang berkesinambungan.

RADURA    

Kelompok Bahan Pangan melakukan kegiatan penelitian, pengembangan dan aplikasi IPTEK Nuklir untuk maksud damai sesuai dengan visi, misi dan tusi dari Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi yang tertuang di dalam RENSTRA BATAN. Introduksi dan sosialisasi seluruh hasil kegiatan penelitian dan pengembangan terus ditingkatkan agar supaya teknologi tersebut mudah diaplikasikan di industri pangan dan yang terkait sehingga dapat bermanfaat dan  dikonsumsi secara luas oleh masyarakat.

Lingkup penelitian

Bahan pangan dikelompokan menjadi 2 : pangan segar dan pangan olahan/siap saji. Kegiatan mencakup survei bahan pangan, mencari kondisi iradiasi optimum termasuk aspek kemasan dan penyimpanan pada skala lab. Selanjutnya, kegiatan dikembangkan menjadi skala semi pilot dan pilot. Secara paralel dilakukan introduksi hasil iptek ke industri pangan dan masyarakat untuk melengkapi data base sebagai sarana mendapatkan legalitas. Badan Pengawas Obat dan Makanan sebelum dikomersialisasikan.

Tujuan dan manfaat iradiasi bahan pangan

Iradiasi pengion dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan/kepentingan menghambat pertunasan, menunda pematangan disinfestasi serangga/hama gudang, dekontaminasi bakteri patogen dan mensterilkan produk dari segala bentuk cemaran mikroba. Kondisi iradiasi (dosimeter, dosis lingkungan/suhu); bahan pengemas; kondisi penyimpanan (suhu dan kelmbaban ruang) sangat berpengaruh pada kualitas produk pangan iradiasi sehingga tetap aman, berkualitas dan tahan lama.

Kegiatan yang telah dilakukan

  1. Kerjasama tingkat nasional : berbagai badan penelitian dan pengembangan institusi pemerintah, iradiator swasta, perusahaan bahan pengemas dan industri pangan dalam kaitannya dengan penelitian bersama dan diseminasi IPTEK nuklir.
  2. Kerjasama tingkat internasional : IAEA (Research Coordinative Agreement) merupakan kegiatan bersama antar negara Asia-Pasifik dan beberapa negara anggota IAEA yang terdiri dari : RAS/5/042 : Use of irradiation to improve food safety, security and trade; CRP/RC/8871 RB : Radiation processing using high dose for safe, shelf-stable and ready to eat foods ; CRP/RC/11906/R0 : Use of radiation to improve the safety and quality of prepared meals; dan IAEA/RAS/2007-2008 : Novel Application of food irradiation technology for improving socioeconomic Development.

Layanan

Menberikan informasi dan bimbingan kepada masyarakat khususnya industri pangan yang berminat untuk melakukan uji coba baik pada skala laboratorium maupun semi pilot di dalam kerangka kerjasama penelitian makanan iradiasi.

Fasilitas penelitian

Laboratorium kimia dan mikrobiologi di bidang Proses Radiasi serta bahan pengemas yang tepat untuk produk tertentu.

Status  makanan iradiasi di Indonesia

Dasar hukum untuk legalitas dan komersialisasi makanan iradiasi di Indonesia antara lain diatur di dalam :

  1. Peraturan DEPKES-RI : 826/MENKES/PER/XII/1987 dan 152/MENKES/SK/II/1995 yang intinya mengacu kepada : CODEX Alimentarius Commission untuk makanan iradiasi dan dokumen IAEA/JECFI/ICGFI (http:/www.iaea.org/icgfi)
  2. UU PANGAN RI  nomer 7/1996 dan PP nomer 28/2004
  3. PELABELAN MAKANAN nomer 69/1999 bab 34
  4. Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI
  5. Peraturan Internasional tentang Perdagangan Makanan Iradiasi
  6. Buku pedoman dan cara iradiasi yang baik untuk berbagai komoditi bahan pangan   yang diterbitkan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI ( terdiri dari 10 seri - BPOM 2004).

Kegiatan penelitian, pengembangan dan aplikasi iradiasi bahan pangan

Tabel 1. Jenis komoditas bahan pangan yang telah diijinkan untuk diproses dengan iradiasi *)

No.

Komoditas

Tujuan Iradiasi

Batas Dosis Maksimal (kGy)

1

Rempah – rempah, daun-daunan dan bumbu kering

Mencegah / menghambat pertumbuhan serangga mikroba

10

2

Umbi – umbian

Menghambat pertunasan

0,15

3

Udang beku dan paha kodok beku

Menghilangkan bakteri Salmonella

7

4

Ikan kering

Memperpanjang masa simpan

5

5

Biji – bijian

Menghilangkan serangga dan bakteri patogen

5

*) Permenkes No. 152/Menkes/Sk/Ii/1995

Table 2. Jenis komoditas bahan pangan segar dan olahan yang telah dan sedang diteliti di PATIR – BATAN.

No.

Komoditas

Tujuan Iradiasi

Batas Dosis Maksimal (kGy)

Keterangan

III. Makanan siap saji steril 

 

a.

Pepes ikan mas

Sterilisasi dan menghilangkan bakteri patogen aerob dan anaerob

45

Skala semi pilot

- Kemasan laminasi khusus vakum

- Iradiasi kombinasi dengan CO2 padat

- Penyimpanan suhu kamar (28 – 30˚ C)

 

b.

Pepes ayam

-   idem   -

45

-   idem   -

 

c.

Kare ayam

-   idem   -

45

-   idem   -

 

d.

Semur ayam

-   idem   -

45

-   idem   -

 

e.

Rendang daging sapi

-   idem   -

45

-   idem   -

 

f.

Empal daging sapi

-   idem   -

45

-   idem   -

 

g.

Semur daging sapi

-   idem   -

45

-   idem   -

II. Makanan olahan/ makanan ringan  

 

a.

Dodol

Dekomtaminasi dan memperpanjang masa simpan

3 -  5

Skala semi pilot

 

b.

Bakpia

-   idem   -

3 -  5

Skala laboratorium

I. Buah dan Sayuran

 

a.

Mangga

Memperpanjang masa simpan dan menunda pematangan

0,75

Skala semi pilot, kombinasi perlakuan dengan pencelupan air 55˚C, 5 menit

 

b.

Pepaya

-   idem   -

0,75

Skala semi pilot, kombinasi perlakuan dengan pencelupan air 55˚C, 5 menit

 

c.

Tomat apel

-   idem   -

1 - 2

Skala laboratorium

 

d.

Pisang ambon

-   idem   -

0,25

Skala laboratorium

 

e.

Brokolli

Memperpanjang masa simpan dan karantina

0,4

Skala laboratorium

 

f.

Asparagus

Memperpanjang masa simpan dan menunda pertunasan

1

Skala laboratorium
+ blansir air 55˚ C, 5 menit

 

Makanan olahan

Buah segar

Sayuran segar
     
Produk olahan hewan
(sosis, beef burger, dll)
Produk perikanan kering Menunda pertunasan kentang
dan bawang putih
     
Pengawetan rimpang dan umbi-umbian Pengawetan rempah-rempah

 

 
menu utama | denah lokasi | e-mail BATAN