KELOMPOK NUTRISI TERNAK
         
 

Tugas dan Fungsi

  • Melaksanakan evaluasi kandungan nutrisi dan potensi biologis pakan lokal dengan memanfaatkan teknik nuklir dan non nuklir.

  • Menyusun formula pakan untuk suplemen pakan, konsentrat dan pakan komplit pada ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba).

  • Menyusun formulasi pakan ikan berkualitas

  • Formula-formula pakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi ternak (peningkatan bobot badan, produksi susu) dan peningkatan bobot badan ikan

Aplikasi Teknik Nuklir dalam Bidang Peternakan dan Perikanan

Kegiatan penelitian, pengembangan dan pemanfaatan pakan lokal sebagai pakan ternak ruminansia dan ikan dilaksanakan dengan cara memanfaatkan teknik nuklir dan teknik non nuklir untuk menguji pengaruh biologis dan kandungan nutrisi dari bahan-bahan pakan lokal yang tersedia dari beberapa daerah.

 

Fasilitas dan Prosedur Kerja

Fasilitas laboratorium nutrisi ternak terdiri dari peralatan analisis pakan dengan teknologi isotop dan radiasi serta peralatan analisis dengan teknik non nuklir. Fasilitas yang mendukung untuk analisis pakan ternak dengan teknik nuklir yaitu ternak yang difistula, kandang, waterbath, sentrifius, Liquid scintilation counter (LSC), Analisis pengaktifan neutron (APN), Multi chanel analysis (MCA), ruang asam, film badge, dan detektor. Fasilitas pendukung tersebut tidak semua langsung menggunakan teknik nuklir yaitu pakan, ternak, dan kandang ternak.  Fasilitas yang mendukung kegiatan nutrisi ternak  tanpa teknik nuklir yaitu alat pengukur kandungan protein, ammonia, serat kasar, produksi gas, pH, asam lemak mudah menguap (VFA), oven, timbangan analitik, dan tanur. Fasilitas yang mendukung untuk penelitian dan analisis pakan ikan dengan teknik nuklir dan non nuklir yaitu gamma counter, aquarium, kolam percobaan, mesin pelet, aerator, oven.

Penelitian pakan ternak dengan teknik nuklir dilaksanakan dengan perunut (tracer) secara in-vitro, analisis kandungan mineral pakan dilaksanakan dengan teknik aktivasi netron (APN) dan sinar-x (X-ray Fluorescence Spectrometry),  sedangkan penelitian dengan teknik non nuklir dilaksanakan secara in-vitro, in-sacco, in-vivo. Penelitian perikanan dengan teknik nuklir dilaksanakan untuk penentuan konsentrasi hormon testosteron dengan teknik radioimmunoassay (RIA) dan irradiasi bahan pakan yang dipakai untuk mendekontaminasi bakteri patogen.

Hewan Percobaan

Penelitian dengan Radioisotop

Bahan-bahan yang Diteliti

Pakan lokal berupa hijauan berkualitas, hasil samping pertanian, industri pertanian dan pangan, pakan ini mudah didapat dan spesifik di daerah setempat. Pakan komersial yang dijual di toko pakan ternak mempunyai potensi untuk mendukung ketersediaan pakan lokal. Hijauan berkualitas berupa daun-daunan yang mengandung protein kasar lebih tinggi dan banyak ditemui pada daerah tersebut seperti Lamtoro, Kelor, Gamal dan seterusnya. Hasil samping pertanian meliputi daun singkong, kacang tanah (sumber protein), sumber karbohidrat berserat kasar tinggi (jerami padi, jagung, sorghum, pucuk tebu, bagase dan daun kedelai, kulit kedelai). Hasil industri pertanian berupa dedak padi, gandum/pollard, sorghum, onggok, molases kulit coklat (sumber karbohidrat berserat kasar rendah), sedangkan yang sumber protein yaitu bungkil kedelai, bungkil kelapa, bungkil biji kapok, bungkil kelapa sawit, ampas tahu dan ampas kecap. Hasil limbah/samping industri pangan berupa produk-produk roti, bubur bayi dan susu bubuk yang waktu berlaku penjualannya sudah habis.

Pakan ikan dan hormon testoteron didapat dari limbah pertanian dan limbah peternakan, yaitu dari limbah sludge kelapa sawit dan limbah lain seperti ampas kecap, dedak, tepung ikan dan tepung kedelai untuk pakan ikan, sedangkan testis sapi dari hasil peternakan diolah menjadi tepung testis menjadi hormon testosteron dan hormon methyl testosteron (MT)     

Hasil-hasil yang Telah Dicapai

Kegiatan kelompok nutrisi ternak menghasilkan produk untuk peternakan dan perikanan. untuk nutrisi ternak telah menghasilkan dua suplemen pakan untuk ternak ruminansia (sapi potong, sapi perah, kambing, kerbau dan domba). Suplemen pakan tersebut meliputi Urea molases multinutrien blok (UMMB) dan suplemen pakan multinutrien (SPM).

UMMB ini telah ditemukan pada tahun 1987 dan dikembangkan menjadi beberapa formula (8  buah) dan pakan UMMB ini telah diaplikasikan dimasyarakat dengan program IPTEKDA dari tahun 1999 sampai sekarang. UMMB mampu meningkatkan pendapatan peternak melalui peningkatan bobot badan, produksi dan perbaikan kinerja reproduksi ternak serta usaha kecil produksi UMMB. UMMB telah disebarluaskan di 20 propinsi.

SPM diluncurkan oleh pimpinan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pada lokakarya IPTEKDA 2004 di Yogyakarta. Suplemen pakan ini mempunyai kelebihan jika dibanding dengan UMMB antara lain harga murah, pengaruh ke peningkatan bobot badan dan produksi susu lebih baik dari UMMB.

Penelitian di bidang perikanan telah menghasilkan hormon testosteron dan hormon methyl testosteron (MT) yang berguna untuk sex reversal ikan yaitu dapat menjantankan ikan sebesar 87-91% menyamai bahan import produk ini dengan harga relatif lebih murah dibandingkan produk luar. Hormon ini sudah digunakan di berbagai daerah dan telah di aplikasikan di masyarakat di BBI - DKI, dengan program IPTEKDA di Jawa Barat, Subang, Sukabumi, Cianjur, Cirata,  Blitar-Jawa Timur, Purwokerto, Jogjakarta, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan. Hormon ini mampu meningkatkan pendapatan petani ikan.

Formula-formula pakan ikan dengan memanfaatkan sludge kelapa sawit (pakan ikan SKS) dengan hasil 30% lebih baik dari pakan komersial dalam meningkatkan bobot badan ikan. 

Urea Molases Multinutrient Block (UMMB)

Suplemen Pakan Multinutrien (SPM)

   

Produk hormon Methyl Testoteron

Penjantanan ikan/Sex reversal ikan

Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia yang melaksanakan kegiatan di Nutrisi Ternak terdiri dari peneliti dan litkayasa. Bidang keahlian Peneliti selain dalam aplikasi teknik nuklir juga ahli pada bidang nutrisi ternak, biokimia, bioteknologi dan mikrobiologi. Jenjang studi peneliti S2 sebanyak 4 orang,  dan S1 sebanyak 3 orang, sedangkan litkayasa (teknisi) 8 orang.  Peneliti-peneliti tersebut telah mendapatkan pendidikan/pelatihan tidak hanya dalam negeri tapi juga mendapatkan pendidikan di luar negeri sesuai dengan keahliannya.

Kerjasama

Kerjasama telah dilaksanakan dengan beberapa lembaga-lembaga yang terkait dengan kegiatan nutrisi baik nasional maupun internasional. Kerjasama yang dilaksanakan di dalam negeri bekerja sama dengan beberapa instansi  Dinas Peternakan dan Perguruan Tinggi di daerah setempat antara lain Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Dinas Perikanan Jawa Barat, Jawa tengah, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan dan BBI - DKI. Kegiatan berupa program penelitian dan pengembangan, IPTEKDA serta program yang berasal dari luar negeri yaitu Regional Asia (RAS) dan Technical Coorporation (TC) dari International Atomic Energy Agency (IAEA).

 

 
menu utama | denah lokasi | e-mail BATAN