KELOMPOK PENGENDALIAN HAMA & PENYAKIT
         
 

Teknik Serangga Mandul

Serangga hama hasil biakkan massal di laboratorium setelah dimandulkan dengan iradiasi gama dan dilepas di lapangan akan bersaing kawin dengan serangga hama di lapangan. Hama jantan mandul yang kawin dengan betina lapangan tidak menghasilkan keturunan, demikian juga lantan lapangan yang kawin dengan betina mandul, apalagi jantan mandul yang kawin dengan betina mandul. Bila beberapa generasi berturut-turut dilepaskan hama mandul sembilan kali jumlah hama lapangan maka dari generasi ke generasi populasi hama akan terus menurun sampai nol. TSM telah berhasil digunakan di berbagai negara untuk mengendalikan hama tertentu sampai musnah. Kelompok Hama PATIR,  dengan staf peneliti sebanyak tujuh orang, telah mengembangkan TSM untuk mengendalikan hama lalat buah, lalat ternak dan nyamuk. TSM untuk mengendalikan lalat buah Bactrocera carambolae telah dapat dikuasai, mengingat teknik pembiakkan massal lalat buah di laboratorium dengan kapasitas produksi jutaan per minggu telah berhasil dikembangkan, dinamika populasinya di kebun telah dipelajari, demikian juga teknik mass trapping hama ini dengan metil eugenol telah dikuasai. Teknik pembiakan lalat ternak di laboratorium juga sudah dapat dikuasai, sementara pembiakan nyamuk demam berdarah mulai dipelajari.

Lalat Buah Bactrocera carambolae

Tanpa perlakuan khusus selagi masih di pohon, buah-buah seperti belimbing, jambu air, jambu biji, mangga bahkan cabai merah sulit terhindar dari sernagan hama lalat buah. Bahkan menurut KALSHOVEN hama ini sering menyebabkan gagal panen. Menurut laporan, kerusakan pada perkebunan mangga di Jawa Timur dapa mencapai 30 %.. Buah yang terserang sering tampak sehat dan utuh dari luar tetapi bila dikupas di dalamnya membusuk dan mengandung larva lalat. Penyebabnya adalah hama lalat buah terutama Bactrocera carambolae. Karena gejala awalnya yang tak tampak jelas, sementara hama ini sebarannya masih terbatas di kepulauan Indonesia, lalat buah menjadi hama karantina yang ditakuti sehingga dapat menjadi penghambat ekspor buah-buahan. Sebenarnya pembrongsongan dapat mencegah serangan, akan tetapi cara ini tidak praktis untuk dilakukan pada buah di pohon yang tinggi dalam areal yang luas. Sementara penggunaan insektisida selain mencemari lingkungan juga sangan berbahaya bagi konsumen buah.Oleh karena itu diperlukan cara pengendalian yang ramah lingkungan dan cocok untuk diterapkan di areal luas seperti di perkebunan-pertkebunan mangga yang luasnya ratusan sampai ribuan hektar yang sekarang dikembangkan di beberapa propinsi seperti Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Pembiakan Massal Lalat Buah (Bactrocera carambolae)

Hasil pembiakan massal lalat buah terutama diperlukan dalam pengendalian dengan TSM. Jutaan kepompong yang dihasilkan dapat dimandulkan dengan iradiasi gama untuk kemudian dilepas di lapangan sebagai agen pengendali. Namun serangga hasil biakkan juga diperlukan sebagai inang dalam pembiakkan parasit atau predator yang dapat digunakan dalam pengendalian hayati. Di Laboratorium Hama PATIR, lalat  buah Bactrocera carambolae telah berhasil dibiakkan dengan menggunakan makanan buatan yang murah dan mudah didapat yaitu terdiri dari sekam gandum, gula, ragi roti, HCl, Nipagin, Benzoat dan air, dengan kapasitas produksi jutaan ekor per bulan. Telah diketahui juga bahwa dengan menggunaakan iradiasi gama dosis 90 Gy lalat buah dapat dimandulkan.

Mass Trapping Lalat Buah (Bactrocera carambolae)

Lalat buah Bactrocera carambolae jantan tertarik pada senyawa metil eugenol.  Perangkap berisi bahan ini dapat digunakan sebagai alat monitor populasi, namun bila sejumlah besar perangkap dipasang maka lalat buah dapat diperangkap secara massal sehingga populasinya diharapkan dapat turun. Laboratorium Hama PATIR telah berhasil membuat dispenser berisi metil eugenol beracun yang bila dipasang (10 buah perhektar) dapat digunakan untuk menekan populasi lalat buah di kebun. Dispenser ini selain lebih praktis untuk digunakan karena tidak memerlukan perangkap juga lebih awet karena dapat efektif selama lebih dari dua bulan.

Lalat Ternak Chrysoma bezziana (Villeneive)

Telah berhasil dikembang biakan dengan media buatan yang terdiri dari : 300 gr darah segar, 30 gr tepung telur, 30 gr tepung susu non fat, 12 gr gell, 1 cc formalin dan 450 cc aquadest dengan produksi ± 100 ribu ekor pupa tiap generasi.  Dosis iradiasi yang optimum terhadap kemandulan telah diketahui yaitu 75 – 80 Gy, dengan tingkat kemandulan 90 – 100 % dan tingkat daya saing kawinnya 0,39.  Pada saat ini (th 2004).  Sedang dipelajari teknologi penandaan dan jarak terbang lalat mandul di lapangan.

Teknik pembiakan serangga

 

 
menu utama | denah lokasi | e-mail BATAN