TIGA PENELITIAN PATIR-BATAN
DALAM PROGRAM RISET INSENTIF TERAPAN
KEMENTRIAN RISTEK 2007
Setelah melalui seleksi ketat di Kementrian RISTEK, akhirnya tiga penelitian PATIR-BATAN berhasil terpilih masuk dalam Program Riset Insentif Terapan tahun 2007. Program Riset Insentif Terapan adalah program riset unggulan nasional yang dibiayai oleh Kementrian Ristek untuk berbagai bidang penelitian. Ketiga penelitian PATIR-BATAN yang masuk program tersebut adalah:
-
Teknik Perunut Radioisotop Iodium-125 (I-125) untuk Manajemen Eksploitasi Lapangan Panasbumi (Peneliti Utama: Dr. Zainal Abidin, Dipl.Geo). Pengembangan Energi Panasbumi di Indonesia kini dipacu untuk memenuhi kebutuhan energi listrik secara nasional. Hal ini sangat dimungkinkan karena Indonesia mempunyai cadangan panasbumi terbesar di dunia dengan potensi hampir 27.000 MWe. Kini energi panasbumi yang dieksploitasi baru sekitar 822 MWe dan diharapkan pada 3 tahun mendatang menjadi 2000 hingga 3000 MWe. Dalam pengembangan eksploitasi untuk produksi fluida (uap) dibutuhkan teknik geokimia untuk mengetahui karakteristik dan model reservoir agar mudah melakukan monitoring dan manajemen reservoir. Pengetahuan interaksi antara sumur reinjeksi dan produksi dalam sistem produksi uap reservoir panasbumi menjadi bahagian sangat penting untuk memenej lapangan uap dalam rangka mengatur kesetimbangan sistem hidrologi reservoir sehingga menjadi energi terbarukan (renewable resources). Teknik isotop salah satu teknik geokimia, digunakan sebagai perunut untuk mempelajari hubungan sumur reinjeksi dan produksi serta mengevalusi efek air reinjeksi terhadap produksi dan perubahan sifat reservoir. Dalam kegiatan penelitian ini dilakukan 3 tahap perlakuan yaitu injeksi perunut radioisotop, monitoring dan analsis perunut dan interpretasi hasil menggunakan program komputer. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengatur strategi produksi uap reservoir panasbumi. Radioisotop 125I yang diproduksi oleh reaktor di Serpong mempunyai waktu paroh 2 bulan dan radiasi sinar-x dan γ dengan energi rendah yaitu 35,5 keV, sangat cocok digunakan sebagai perunut untuk mengetahui interkoneksi antar sumur pada lapangan panasbumi sistem reservoir dominan cair seperti lapangan Dieng. Kedua sifat tersebut sangat menguntungkan dalam hal kemudahan penanganan injeksi isotop dan dapat digunakan pada jarak sumur injeksi dan produksi antara 200 m hingga 1000 m, bila dibandingkan dengan isotop 131I dengan waktu paruh 9 hari dan energi γ tinggi (374,5 keV) dan isotop tritium (3H) dengan energi b rendah (18 keV) tetapi mempunyai waktu paruh panjang 12,34 tahun. Penelitian direncanakan akan dilakukan pada lapangan panasbumi Dieng-Wonosobo dengan menginjeksikan isotop 125I pada 2 buah sumur reinjeksi beda cluster dengan masing masing sekitar 3 – 5 Ci. Monitoring isotop pada sumur produksi yang berada di sekelilingnya dilakukan secara periodik setiap satu pekan selama 4 hingga 6 bulan dengan cara mengambil sampel menggunakan alat kondensor sebanyak 1 liter. Analisis perunut radioisotop terhadap sampel dilakukan di laboratorium hidrologi-PATIR - BATAN dengan cara treatment kimia untuk menghilangkan gangguan zat SO2 dan H2S kemudian isotop 125I diendapkan dalam bentuk AgI. Endapan AgI dilarutkan dengan instagel dan di ukur aktivitas radioaktifnya menggunakan alat pencacah sintilasi cair. Evaluasi hasil pengukuran radioisotop dilakukan menggunakan software TRINV dan TRICOOL untuk menghitung waktu terobosan isotop, recovery air reinjeksi dan efek reinjeksi terhadap pendinginan reservoir dan selanjutnya data tersebut digunakan untuk manajemen strategi produksi uap.
-
Penggalian Potensi Sorgum untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Energi Masa Depan (Peneliti Utama: Dr. Soeranto Human). Sorgum memiliki potensi yang besar untuk dibudidayakan dan dikembangkan di Indonesia karena memiliki daya adaptasi luas, produktivitas tinggi, efisien dalam penggunaan input pertanian, relatif lebih tahan terhadap hama dan penyakit tanaman, serta memiliki toleransi tinggi terhadap kondisi lahan marjinal (kekeringan, salinitas dan lahan masam). Secara umum sorgum dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan bahan baku industri. Sebetulnya, sorgum telah lama dikenal dan ditanam oleh petani khususnya di Jawa, NTB dan NTT, biasanya sebagai tanaman sela atau tumpang sari dengan tanaman pangan lainnya. Budidaya, penelitian dan pengembangan tanaman sorgum masih sangat terbatas, bahkan produk sorgum belum dapat dijumpai di pasar-pasar lokal. Keterbatasan tersebut diantaranya disebabkan oleh tidak tersedianya benih unggul sorgum. Aplikasi teknik mutasi dalam pemuliaan tanaman sorgum bertujuan memperbaiki sifat-sifat plasma nutfah yang tersedia agar menjadi lebih unggul sesuai dengan kriteria yang dikehendaki. Dalam upaya peningkatan keragaman genetik tanaman sorgum, radiasi sinar Gamma bersumber dari Cobalt-60 diperlakukan terhadap benih sorgum varietas Durra berasal dari ICRISAT, India. Dosis optimal sinar Gamma telah diperoleh berada pada kisaran 300-500 Gy. Seleksi tanaman yang memiliki sifat agronomi unggul dimulai pada generasi M2, terfokus pada populasi tanaman dalam kisaran dosis optimal tersebut. Pemurnian dan pengujian galur-galur tanaman terseleksi dilakukan selama beberapa generasi sampai genetik tanaman mencapai tingkat homozygote (tanaman homogen). Secara agronomi, sejumlah galur harapan telah dihasilkan, diantaranya memiliki sifat lebih tahan terhadap kekeringan, produksi tinggi, dan lebih genjah dibanding tanaman kontrol. Pengujian multi lokasi masih perlu dilakukan untuk mendukung data keunggulan sifat agronomi galur-galur harapan. Selain itu, riset terapan juga diperlukan untuk meneliti kualitas galur-galur sorgum harapan sesuai dengan penggunaannya sebagai bahan pangan, pakan ternak dan/atau bahan baku energi (bioetanol).
-
Mutasi tanaman ubi jalar ( Ipomoea batatas POIR ) dengan sinar gamma untuk meningkatkan produksi bioetanol (Peneliti Utama: Aryanti Amsal, M.Si). Krisis energi telah melanda dunia sejak lima tahun terakhir ini sehingga harga bahan bakar meningkat tajam. Berkurangnya ketersediaan sumber bahan bakar yang berasal dari pembusukan fosil telah menimbulkan dampak berkurangnya supply bahan bakar di dunia maupun Indonesia. Upaya pencarian energi baru sebagai pengganti petroleum sedang digalakkan terutama energi yang berasal dari tanaman. Tanaman jarak pagar, ubi kayu dan ubi jalar merupakan tanaman yang potensial untuk menghasilkan biodisel maupun bioetanol. Umbi dari ubi jalar ( Ipomoea batatas POIR ) mengandung karbohidrat yang cukup tinggi yang dapat difermentasi menjadi etanol. Produksi etanol dari ubi jalar sangat tergantung dari kadar amilosa atau karbohidrat. Teknik mutasi radiasi dengan sinar gamma dapat memperbaiki sifat tanaman ubi jalar menjadi tanaman dengan kadar karbohidrat dan produksi umbi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan galur mutan ubi jalar dengan produksi umbi tinggi. Penelitian ini telah menggunakan 3 kultivar ubi jalar unggul yaitu cangkuang, sari dan siro yang diperoleh dari Balai Penelitian Tanaman Pangan. Radiasi sinar gamma telah diaplikasikan pada tunas atau pucuk tanaman ubi jalar cangkuang, siro dan sari dengan dosis 0 – 8 Krad kemudian di tanam di rumah kaca sampai terbentuk akar dan dilanjutkan penanaman di kebun percobaan. Tanaman yang tumbuh diseleksi berdasarkan berat umbi, kadar amilosa dan kadar karbohidrat. Karbohidrat difermentasi dengan ragi sehingga menghasilkan bioetanol sebagai sumber bahan bakar. Konfirmasi terjadinya mutasi dilakukan dengan pengamatan morfologi tanaman, pertumbuhannya, variasi jumlah kromosom dan analisis RAPD. Galur mutan terseleksi diperbanyak di lapang dengan daerah tanaman Bogor dan Jakarta. Galur mutan dipilih berdasarkan tanaman unggul dengan umbi lebih besar, kadar karobhidrat dan amilosa lebih tinggi. Penyediaan bibit mutan terpilih dilakukan secara kultur jaringan sehingga diperoleh bibit ubi jalar yang seragam, terstandarisasi dan tersedia setiap saat.
|