BANK JARINGAN PATIR
         
 

Pengertian Bank Jaringan

Bank jaringan adalah suatu organisasi/usaha amal, yang bertujuan untuk mengumpulkan, memproses, menyediakan, mengawetkan, menyimpan, mensterilkan serta mendistribusikan jaringan biologi guna keperluan klinik. Jaringan biologi tersebut berasal dari jaringan yang didermakan oleh donor yang bebas dari berbagai kuman dan virus seperti  HIV, Hepatitis B/C, Tuberculoses/TBC, Syphilis, dll., dan diproses sebagai bahan biomaterial alami dan disterilkan dengan radiasi sinar gamma / partikel elektron, sehingga dapat digunakan dengan aman. Jaringan biologi ini bisa tahan pada kondisi penyimpanan suhu dingin/kamar selama beberapa tahun. Dinamakan Bank jaringan karena jaringan selalu tersedia kalau diperlukan. Bank jaringan bertanggung jawab atas keamanan jaringan tersebut sampai kepada pemakai.

Teknologi Sterilisasi  Radiasi

Radiasi adalah tenaga dalam bentuk sinar atau partikel yang dipancarkan dari zat radioaktif. Radiasi sinar  gama atau partikel elektron dapat digunakan untuk mensterilkan jaringan yang telah diawetkan maupun jaringan segar. Untuk jaringan yang dikeringkan secara liofilisasi, sterilisasi radiasi dilakukan pada temperatur kamar (proses dingin) dan tidak mengubah struktur jaringan, tidak meninggalkan residu dan sangat efektif untuk membunuh mikroba dan virus sampai batas tertentu. Sterilisasi jaringan beku dilakukan pada suhu -40 derajat Celsius. Teknologi ini sangat aman untuk diaplikasikan pada jaringan biologi.

Keuntungan dan Kerugian Pemakaian Sterilisasi Radiasi

Keuntungan:

  • Teknologi sudah mantap untuk mensterilkan alat kesehatan (ISO 11137, 13409)
  • Sudah digunakan untuk mensterilkan jaringan transplantasi (transplanted/implanted tissues
  • Sterilisasi dingin sehingga tidak merusak jaringan (Cold sterilization)
  • Penetrasi sinar dalam sehingga dapat mensterilkan jaringan dalam kemasan akhir
  • Membunuh mikroba dan virus tertentu (D-10- value of HIV is 4-6 kGy)
  • Dosis sterilisasi bergantung kepada jumlah kontaminasi mikroba (bioburden  load)
  • Sterilisasi radiasi pada kemasan akhir

Kerugian:

  • Dosis iradiasi diatas 35 kGy dapat menurunkan kekuatan jaringan (Decreases graft strength at dose higher than 35 kGy)
  • Delaminating grafts collagen (at dose  higher than 35 kGy)

Solusi:

  • Turunkan kontaminasi mikroba dengan mengaplikasikan GMP diseluruh tahap produksi (Reduce the bioburden by using  GMP  in all steps of processing)

Kegunaan Bank Jaringan

  • Menyediakan jaringan pengganti yang selalu tersedia dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan pasien terutama dibidang bedah tulang (ortopedi), bedah mulut, bedah rekonstruksi, bedah mata dan bedah plastik
  • Meningkatkan kualitas kesehatan dan kualitas hidup manusia
  • Mengurangi morbiditas akibat pemakaian jaringan sendiri (autograft)
  • Menghindarkan pasien dari ketidaknormalan struktur tubuh akibat kelainan bawaan atau akibat pengambilan jaringan autograft untuk pengganti jaringan dibagian tubuh lainnya
  • Menurunkan waktu perawatan sehingga dapat menurunkan biaya  rumah sakit

Kemudahan Yang Diberikan Bank Jaringan

  • Pemanenan, pemrosesan, penyimpanan dan pendistribusian jaringan dapat dilakukan sewaktu-waktu
  • Dengan peralatan yang tersedia di Bank Jaringan, jaringan biologi tersebut dapat disimpan dalam keadaan beku atau telah diproses selama beberapa tahun

Cara Mengawetkan Jaringan Biologi

  • Proses Liofilisasi atau disebut juga proses pengeringan sublimasi yaitu suatu proses pengeringan pada suhu beku   (-100C sampai -400C), sehingga jaringan yang dikeringkan tidak mengalami perubahan struktur baik kimia atau fisika
  • Pembekuan pada suhu -800C hingga -1400C , dilakukan untuk mengawetkan jaringan segar

Sterilisasi sinar Gamma

  • Sebelum dipakai jaringan yang diawetkan/segar harus disterilkan untuk membunuh segala jenis kuman dan virus yang dapat memindahkan penyakit. Sterilisasi radiasi sangat baik dipakai untuk produk jaringan biologi. Dengan mengatur dosis sterilisasi radiasi, tehnologi ini  dapat mengeliminasikan semua jenis kandungan mikroba dan beberapa jenis virus tertentu yang  mengkontaminasi jaringan

Bank Jaringan Riset Batan (BRTB)

BANK JARINGAN RISET BATAN atau Batan Research Tissue Bank (BRTB)  adalah suatu Bank Jaringan yang berada di bawah Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi – Badan Tenaga Nuklir Nasional (P3TIR-BATAN), yang bertugas untuk meneliti dan mengembangkan teknologi pengawetan jaringan biologi (manusia dan hewan) yang disterilkan dengan radiasi gamma atau partikel elektron, yang aman dan  berkualitas tinggi untuk dapat diimplantasikan pada pasien yang sangat membutuhkan. Penelitian pengawetan jaringan biologi di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1986, yaitu dengan penelitian pengawetan jaringan amnion segar yang diproses secara liofilisasi, kemudian disterilkan dengan radiasi sinar gamma. Produk tersebut dinamakan Amnion Liofilisasi Steril- Radiasi (ALS-Steril). Amnion segar mengandung beberapa jenis hormon dan enzim, diambil dari plasenta bayi yang dilahirkan oleh ibu sehat, bebas dari penyakit menular seperti HIV dan Hepatitis B/C, baik dari kelahiran normal maupun melalui pembedahan. ALS-Steril ini dapat digunakan untuk penutup luka bakar, luka bedah Cesar,luka terbuka atau luka lepra, terutama sangat efektif untuk luka stadium I dan II. Mulai tahun 1997, ALS-Steril digunakan untuk operasi mata, pada saat ini telah diimplantasi pada lebih dari 300 mata pasien dengan hasil yang baik.

Pada tahun 1992, BRTB mengembangkan penelitian ke jaringan tulang, baik tulang manusia maupun tulang sapi (alograft dan xenograft). Implantasi tulang dibidang bedah ortopedi sangat dibutuhkan oleh pasien kanker/tumor tulang atau pasien lainnya untuk rekonstruksi, serta pasien gigi dan mulut. Metoda yang dikembangkan adalah metoda dari Association of American Tissue Bank (AATB), Association of European Tissue Bank (AETB)  serta metoda yang dikembangkan oleh International Atomic Energy Agency (IAEA). Proses  produksi berpedoman kepada Cara Produksi Obat yang baik (CPOB) yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan. Sejak tahun 1995 talah diproduksi lebih dari 3000 graft tulang untuk pemakaian ortopedi.

Pemakaian tulang allografts dan xenografts dalam kedokteran telah dikembangkan oleh Thiersch (1886) lebih dari seabad yang lalu. Pada saat ini Amerika Serikat menggunakan lebih dari 800.000 tulang allografts  setiap tahun.

Tujuan utama pengawetan jaringan biologi ialah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, sehingga terhindar dari cacat seumur hidup. Bank Jaringan didirikan untuk tujuan non-profit / amal, bukan untuk mencari keuntungan.

Jaminan Kualitas

Implementasi Managemen Mutu telah dilaksanakan diseluruh aktifitas Bank Jaringan  mulai dari skrining donor, panen jaringan, pemrosesan dan distribusi. Jaminan kualitas didasarkan pada ISO 9001 / 2000. Untuk menunjang pelaksanaan  Jaminan kualitas, BRTB telah mempunyai dokumen yang terkait seperti :

  • Quality Assurance Manual
  • Procedural Manual
  • Standard Operating Procedures
  • Work and audit sheets

Pemakaian Jaringan  Biologi (Allografts)

Pemakaian  tulang dan Amnion Liofilisasi  Steril  produksi BRTB secara rutin telah dilaksanakan dengan hasil baik di beberapa Rumah Sakit di Indonesia, seperti RSU Ciptomangunkusumo, RSU Fatmawati, RSPAD , RS. Siaga Raya, RS Mata Aini, Jakarta Eye Center, MMC (semua di Jakarta ), RSU Dr. Jamil Padang, RSU Palembang, RSU Ujung Pandang, RS Mata Cicendo Bandung dan RSU Medan dan RSU Malang.

Persyaratan Donor Jaringan

Donor:

Donor harus sehat dan bebas dari penyakit menular yang dapat dipindahkan dari donor ke resipien .

Umur:

Kriteria umur donor jaringan bergantung kepada jaringan yang akan dipanen, umumnya sebagai berikut :

- Tulang : 12-65 tahun
- Tulang osteochondral : 12-45 tahun
- Jaringan lunak : 12-45 tahun
- Kulit : 12-65 tahun

Pemeriksaan darah:

Persyaratan donor antara lain : umur 12-65 tahun, tidak mengidap penyakit menular serta darah donor tidak mengandung virus  seperti HIV dan hepatitis B/C, penyakit autoimun (diabetes mellitius), malignancy, TBC dan donor tidak kecanduan obat yang disuntikkan. Disamping itu juga ditentukan tipe darah A, B, O dan Rh. Pada donor hidup pemeriksaan darah dilakukan kembali seteah 6 bulan.

Pemanenan  (Retrieval) Jaringan:

Jaringan dipanen dari donor yang memenuhi persyaratan, menurut prosedur yang telah ditentukan dan dilaksanakan dalam ruang aseptis atau sesuai persyaratan ruang bedah. Pada saat ini BRTB telah memproses tulang  kepala femur (femoral head) dan tulang lainnya dari donor hidup (living donor) yang diperoleh dari beberapa rumah sakit.. Jaringan amnion dipanen dari plasenta segera setelah melahirkan dan tulang dari jenazah dipanen paling lama 24 jam setelah meninggal kalau jenazah disimpan pada suhu kamar.

Pemeriksaan Mikrobiologi:

Swab Test dilakukan pada semua jaringan yang dipanen. Sebelum hasil Swab test diperoleh, jaringan dikarantina pada suhu –400C . Kalau hasil Swab Test tersebut positif, yaitu mengandung mikroba patogen seperti E.coli, Staphylococcus spp, Pseudomonas spp dll, maka jaringan tersebut tidak diproses lebih lanjut untuk pemakaian klinis, tetapi masih dapat digunakan untuk penelitian.

Pemrosesan:

Pemrosesan dilakukan secara aseptis dalam ruangan khusus yang tidak akan terkontaminasi oleh mikroba lingkungan, menurut cara American Association of Tissue Bank (AATB). Pemrosesan juga digunakan untuk demineralisasi dan menghilangkan lemak serta mengurangi kontaminasi mikroba  dan virus dalam batas tertentu. Untuk mempertahankan kualitas tulang, pengeringan dilakukan dengan pengeringan suhu rendah (proses liofilisasi), yaitu pengeringan vakum pada suhu –400C. Setelah diproses, tulang/jaringan lainnya, dikemas dengan kemasan rangkap tiga lalu disterilkan dengan radiasi sinar gamma.

Penyimpanan Jaringan yang Telah Diproses:

Jaringan yang telah diproses dengan cara liofilisasi sampai kadar air 5-7 %, dapat disimpan pada suhu kamar, terhindar dari cahaya matahari langsung selama lebih dari 2 tahun. Bahan pengemas yang digunakan harus tahan radiasi dan dapat melindungi jaringan dari kontaminasi kuman selama penyimpanan.

Sterilisasi:

Sterilisasi dilakukan dengan sinar gamma dari Co-60 dengan dosis minimum 25 kGy. Validasi dosis sterilisasi radiasi dilaksanakan menurut ISO  13409, 11737-1 dan 11737-2

Jaringan Biologi Yang Telah Diproduksi

I. Amnion liofilisasi steril (ALS-steril), kegunaan untuk :

  • Pembalut luka (luka bakar, luka terbuka, luka lepra) atau luka yang kehilangan kulit (chronic vericous ulcer, bed sore abbrasion), sangat baik untuk luka pada stadium 1 dan 2
  • Pembalut pada bedah plastik , rekonstruksi bedah Cesar
  • Pembalut pada bedah ophtalmologi dan otolaringologi
  • Implantasi pada bedah mata ( Ocular Surgery ) dan bedah gigi

II. Tulang manusia (allografts)  dan  tulang sapi liofilisasi steril (xenografts), berbagai bentuk dan ukuran sesuai permintaan. Kegunaan untuk pemakaian implantasi di klinik kedokteran, misalnya pada:

  • Bedah ortopedi,  bedah maxilofacial, bedah plastik dan rekonstrusi, bedah mata, gigi dan mulut serta  bedah neurologi, dll.

Beberapa Produk Jaringan Biologi Liofilisasi Steril ( Allograft/xenograft) yang Siap Pakai

Kode

Diskripsi

Satuan Produk
 

AM1

Jaringan amnion steril  (10x 10 cm)

1 lembar/bungkus

AM1/2

Jaringan amnion steril (5x5 cm)

1 lember/bungkus

BACAN-G

Tulang cancellous manusia berbentuk  granule

4 cm3/bungkus

BACAN-CUB

Tulang cancellous manusia berbentuk kubus (1x1x1 cm)

3 buah/bungkus

BACAN-BLOCK

Tulang cancellous manusia berbentuk balok (2x2x1/2 cm)

1 buah/bungkus

BXCAN-G

Tulang cancelous sapi muda berbentuk granule

4cm3/bungkus

BXCAN-CUB

Tulang cancellous sapi muda berbentuk (1x1x1 cm)

3 buah/bungkus

BXCAN-BLOCK-1

Tulang cancellous sapi muda berbentuk balok (2x2x ½ cm)

1 buah/bungkus

BXCAN-BLOCK-1/2

Tulang cancelous sapi muda berbentuk balok (1/2x1/2x1/2 cm)

5 buah/bungkus

BXCAN-ORBITAL1

Tulang orbital cancellous sapi  diameter 1,8 - 2 cm

1 buah/bungkus

 

 
menu utama | denah lokasi | e-mail BATAN