IAEA/RCA Final Progress Review Meeting of The RCA Project on Integrated Approach for Improving Livestock Production Using
Indigenous Resources and Conserving the Environment
(RAS/5/044), Jakarta, 5 – 9 Mei 2008
 |
|
Pertemuan “IAEA/RCA final progress review meeting of the RCA project on integrated approach for improving livestock production using indigenous resources and conserving the environment (RAS/5/044)” telah selesai dilaksanakan di ruang pertemuan hotel Bumi Karsa Jakarta tanggal 5 sampai 9 Mei 2008 yang lalu. Pertemuan ini diikuti oleh beberapa peserta dari Australia, Banglades, China, Myanmar, Thailand, India, Pakistan, Sri Lanka, Philipina, Vietnam, Mongolia dan Indonesia. Dalam acara pembukaan, sambutan diberikan oleh Dirjen Peternakan yang diwakili oleh Direktur Produksi Ir. Fauzi Luthan, sebagai mitra institusi dalam program peternakan, dilanjutkan oleh Dr. B.M.O. Perera, selaku IAEA representative. Sambutan dan sekaligus pembukaan dilakukan oleh Kepala |
BATAN Hudi Astowo. Dalam sambutannya dinyatakan bahwa dengan adanya “efek rumah kaca”, yang dapat memicu terjadinya global warming di muka bumi, perkembangan ilmu pengetahuan saat ini mengarah pada program antisipasi global warming tersebut. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknik nuklir untuk menghasilkan suatu komposisi pakan ternak yang tersedia secara lokal dan mengarah pada pengurangan emisi gas methan dari hasil pencernaan pakan oleh ternak ruminansia dengan memanfaatkan teknik nuklir. Selain itu, lebih lanjut dinyatakan oleh Hudi Hastowo, bahwa salah satu perbaikan produksi di sektor peternakan adalah dengan konservasi dari sumber genetik ternak lokal yang lebih adaptif, sehingga dapat mengurangi produk ternak import dan sekaligus dapat mendukung program ketahanan pangan nasional. Acara pembukaan ini ditutup dengan ucapan terima kasih yang disampaikan oleh National Project Coordinator, Totti Tjiptosumirat.

Gambaran umum hasil kegiatan RAS 5044/9004/01 adalah telah dihasilkan beberapa produk pakan ternak yang ramah lingkungan untuk menekan produksi gas methan dan meningkatkan produksi ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba serta pemanfaatan limbah ternak untuk dimanfaatkan sebagai kompos di bidang nutrisi ternak. Sementara itu di bidang reproduksi ternak dihasilkan beberapa teknik untuk menjaga kelestarian dan kemurnian beberapa bangsa ternak ruminansia dan pengembangan beberapa teknik reproduksi seperti inseminasi buatan (IB) dan embrio transfer.
 |
|
 |
Selain menyusun laporan akhir RAS 5044/9004/01, peserta meeting melakukan kunjungan lapang (field trip) ke lokasi mitra penelitian nutrisi dan reproduksi ternak, yaitu Balai Embrio Transfer (BET) Cipelang, peternakan sapi perah “Cisarua Integrated Farming” dan pabrik pengolahan susu segar PT. Cisarua Mountain Dairy (CIMORY) di Cisarua. Kunjungan ini dimaksudkan untuk lebih jauh mengenal program konservasi dan preservasi bangsa ternak lokal atau ternak yang telah teradaptasi dengan kondisi lokal, dan alur rantai bahan baku menjadi barang jadi, yang dimulai dari petani ternak hingga pelaksanaan proses pengolahan pada suatu unit produksi.
|