Workshop on Multifunctional
Biofertilizer for Sustainable Agriculture
Forum for Nuclear Cooperation in Asia (FNCA)
 |
|
Workshop 2009 FNCA on Multifunctional Biofertilizer for Sustainable Agriculture telah diselenggarakan di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi, Batan pada tanggal 23- 26 Februari 2009 disponsori oleh MEXT, Jepang. Proyek yang melibatkan 7 negara anggota memfokuskan bahasan kepada kegiatan pupuk hayati multifungsi untuk pertanian berkelanjutan, dengan memanfaatkan keunggulan teknik nuklir dan konsorsium mikroba unggul dalam penyediaan hara dan bakteri antagonis terhadap penyakit tanaman. Dalam workshop tersebut dilaporkan kegiatan penelitian proyek biofertilizer fase 2 (2008 -2011), yaitu teknik irradiasi dengan sinar g dari 60Co pada |
sejumlah bahan pembawa pupuk hayati (carrier) serta evaluasi pupuk hayati multifungsi pada berbagai komoditas tanaman.
Berkaitan dengan acara Workshop diselengarakan Seminar terbuka untuk umum pada tanggal 23 Februari 2009 yang diikuti oleh peserta dari kalangan universitas, lembaga penelitian, produsen pupuk hayati, dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam Seminar terbuka tersebut dipresentasikan Essential Roles of Nuclear Technology for Development in Indonesia (Dr. Hudi Hastowo, Ka. Batan), Nuclear Technology for Development and Envoironment Protection (Dr. Sueo Machi, Koordinator FNCA), Status and Implementation of Mycorhyzae Research in Indonesia (Dr. Supriyanto, SEAMEO Biotrop, Fak. Kehutanan IPB), Bio(organic)fertilizer for Sustainable Agriculture (Dr. Zaenal Soedjais, Dewan Pupuk Indonesia), Biofertilizer application in Thailand (Dr. Siriluck Jitacksorn, Dep. Pertanian, Thailand), Environmental Friendly Pesticide Application in Japan (Dr. Masataka Aino, Hyogo Pref. Tech. Centre for Agriculture, Forestry and Fisheries, Jepang), dan Radiation Sterilization biofertilizer Carrier for Production (Ratna, PT Hobson Interbuana Indonesia), serta pameran produk PT Bio-Nusa.
Peserta Workshop berkesempatan untuk mengunjungi plot demo pupuk hayati Batan di Kebun Percobaan (KP) Departemen Pertanian, Pacet, Kabupaten Cianjur untuk lima jenis tanaman sayuran (salada, kalian, kubis, brokoli, dan wortel). Dalam waktu yang sama peserta juga mengunjungi pabrik pupuk hayati PT Hobson Interbuana di Cikanyere, Mariwati, Kabupaten Cianjur yang menggunakan teknik iradiasi ¡ dari 60 Co untuk mensterilkan bahan pembawa pupuk hayati Bradyrhizobium untuk tanaman kedelai (Rhizoplus) dan kacang tanah (Rhizo-Nut).

|