RAS/8/111
         
 
   

“IAEA/RCA Regional Training Course on
Multiphase Flow Characterization in Petroleum and Chemical Industries Using Radiotracers and Computer Modeling”

Jakarta, 15 - 19 March
2010

   

BATAN bekerjasama dengan IAEA mengadakan kegiatan yang merupakan Project RAS/8/111 pada tanggal 15 – 19 Maret 2010 bertempat di Gedung Pertemuan PATIR-BATAN, Jakarta. Kegiatan ini mengambil  tema “IAEA/RCA Regional Training Course on Multiphase Flow Characterization in Petroleum and Chemical Industries Using Radiotracers and Computer Modeling”.  Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari PT. Pertamina Geothermal Energy.

Kegiatan ini diikuti oleh 11 negara anggota di Kawasan Asia yang berjumlah 20 orang terdiri dari : Bangladesh (2 orang), China (2 orang), India (2 orang), Korea (2 orang), Malaysia (2 orang), Myanmar (1 orang), Pakistan (1 orang), Sri Lanka (1 orang), Thailand (2 orang) Vietnam (2 orang) dan Indonesia ( 3 orang).  Selain itu juga dihadiri oleh 5 observer.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini IAEA mengirim 2 orang expertnya sebagai pembicara  yaitu : Dr. Vivek V. Ranade (Expert), Dr. Jung Sung Hee  (Expert).  BATAN sendiri  mengundang  Dr. Warsito P. Taruno (swasta) sebagai expert lokal yang merupakan penemu Torrografi 4D dan penerima Habibie Award sebagai pembicara.  Selain itu juga diadakan kegiatan kunjungan ke PT. Pertamina Geothermal Energy di Kamojang.

Tujuan kegiatan ini  adalah untuk pelatihan peserta dalam memahami aplikasi teknik perunut, sumber tertutup dan pemodelan komputer.

Manfaat dari kegiatan ini adalah : menganalisis dinamik fludia di dalam sistem proses industri.

Kegiatan ini dibuka oleh Ka. BATAN dan dalam sambutannya Ka. BATAN menyampaikan bahwa kegiatan RAS ini telah mengalami kemajuan dimana teknik colomn scanning dari sumber terbuka dan sumber tertutup dengan menggunakan peralatan secara manual kini telah dapat dioperasikan dengan menggunakan analisis permodelan komputer.  Hal ini penting karena system real dalam industri tidak linier sehingga sulit mendapatkan linier solusi yang analitik.  Oleh karena itu harus melalui solusi numerik.  Lebih lanjut permodelan komputer ini dapat menampilkan data visual.  Dengan data visual, maka interpretasi terhadap obyek yang diselidiki lebih mudah.

 
     
 
     
 
     
 
menu utama | denah lokasi | e-mail BATAN