BATAN - FNCA
         
 

Final Progress Review Meeting and Project Planing Meeting
20 - 25 April 2009, Hotel White Rose, Legian- Bali

 

 

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerjasama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) menyelenggarakan IAEA/RCA Final Progress Review Meeting and Project Planing Meeting pada tanggal 20 -25 April 2009, di Hotel White Rose, Legian- Bali.

Pertemuan tersebut dibuka secara resmi oleh Deputi PHLPN Dr. Taswanda Taryo, M.Sc.Eng mewakili Kepala BATAN. Dalam sambutannya Dr. Taswanda Taryo menyampaikan bahwa saat ini teknologi Digital Radiography (DR) dan Computed Tomography (CT) telah berkembang pesat di beberapa negara maju. Dengan berkembangnya teknologi DR dan CT, IAEA

berusaha untuk mendiseminasikan teknologi tersebut melalui proyek RAS/8/105 yang berjudul Development and Application of Advanced Industrial Radiography and Tomography Techniques dan Applying Advanced Digital Industrial Radiology and Computed Tomography in Industry and Civil Engineering (RAS/8/110).

Pertemuan  yang   berlangsung hingga 25 April 2009 ini dihadiri oleh 19  peserta yang mewakili 15 negara di kawasan Asia Pasifik (Australia, Bangladesh, China, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Myanmar, New Zealand, Pakistan, Philipina, Singapura Srilanka, Thailand, dan Vietnam. Pertemuan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama membahas mengenai perkembangan dan pencapaian proyek RAS/8/105 di masing-masing negara anggota. Sesi kedua membahas mengenai rencana kegiatan proyek RAS/8/110 periode 2009-2011.

Sejarah perkembangan Uji Tak Rusak (UTR) di Indonesia dimulai oleh IAEA melalui tenaga ahli yang diperbantukan di BATAN pada awal tahun 70’an. Kemudian diikuti oleh B4T dan BK2S–BPPT dalam melakukan transfer ilmu dan teknologi dibidang UTR. Selain itu, BATAN telah berperan dalam mendorong pembentukan Asosiasi Uji Tak Rusak Indonesia (AUTRI) pada tahun 1998, yang bertujuan agar Indonesia mempunyai pekerja UTR  yang professional dengan kualifikasi dan sertifikasi sesuai dengan standar internasional ISO 9712. Untuk mencapai tujuan tersebut pada tahun 1998 AUTRI bekerja sama dengan pemerintah dan perusahaan swasta berinisiatif untuk mendapat pengakuan dari Badan Sertifikasi Nasional dengan membuat suatu proyek penyiapan perundang-undangan IPTEK yang berjudul “KAJIAN LEMBAGA SERTIFIKASI PERSONEL UJI TAK RUSAK” pada tahun 2003.

            Seiring dengan kemajuan teknologi dan pasar bebas maka sistem sertifikasi personil UTR harus mengikuti standar internasional (ISO Scheme) agar kesempatan kerja bagi personil UTR  baik di dalam maupun di luar negeri tidak didominasi oleh personil UTR dari negara lain.  Mengingat bahwa skema sertifikasi personil UTR sampai saat ini belum mengacu sepenuhnya ke skema ISO (International Standard Organization), maka pembentukan Lembaga Sertifikasi Personil (LSP) merupakan suatu keharusan dan kebutuhan yang mendesak. Saat ini AUTRI sedang dalam proses dalam pembentukan LSP personil UTR dan penjiapan dokumen yang terkait dengan ISO 17024, agar LSP mendapatkan pengakuan dan akreditasi LSP oleh lembaga akreditasi internasional. Untuk itu pembentukan LSP perlu dukungan dari stake holder, end users dan pihak lain yang terkait.

 
     
 

 

 
menu utama | denah lokasi | e-mail BATAN