SEMINAR SEHARI RADIOTRACER UNTUK
EKSPLORASI DAN EKSPLOITASI LAPANGAN MINYAK

         
 
 
Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR-BATAN) bekerjasama dengan BPMIGAS dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah mengadakan  acara seminar sehari bertajuk One-Day Seminar on Radiotracer for Oilfield Exploration and Exploitation pada tanggal 6 Juni 2007 bertempat di Hotel Millenium, Jakarta Pusat. Seminar ini diadakan untuk mempromosikan pengguaan teknik perunut (tracer) yang aman dan efektif untuk explorasi dan exploitasi bidang perminyakan dan panas bumi. Selain anggota panitia, seminar sehari ini juga dihadiri oleh  PATIR-BATAN, PKTN-BATAN, BAPETEN, LIPI, BPMIGAS, PT. Pertamina Geothermal Energy, PT. Vico Indonesia, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, CNOOC SES LTD, PPPTMGB-Lemigas, Conoco Phillips Indonesia, EOR-Pertamina, dan Pertamina EP.

Acara Seminar ini diawali dengan sambutan Ketua Panitia Seminar, Dr. Zainal Abidin, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ir. Handoyo Eko Wahono (BPMIGAS) dan dibuka secara resmi oleh Dr. Pramudita Anggraita (selaku Deputi Kepala BATAN bidang Penelitian Dasar dan Terapan dan selaku National Representative untuk kerjsama dengan IAEA).

 

Dalam sambutannya, Ketua Panitia seminar mengemukakan seminar ini diadakan sebagai salah satu wujud kerjasama antara BATAN dengan IAEA dalam rangka implementasi RAS/8/099 yang mengusung tema “Radioisotope Technology for Natural Resource Exploration and Explotation”. Kali ini bentuk kerjamasa tersebut direalisasikan dengan cara memanfaatkan seoptimal mungkin kunjungan Dr. BjØrnstad, peneliti dari Universitas Oslo yang juga seorang expert IAEA bidang aplikasi perunut untuk explorasi dan exploitasi, ke Indonesia dari tanggal 3 – 9 Juni 2007.   Tak lupa Dr. Zainal mengucapkan terima kasih kepada Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) yang telah bersedia bekerjasama dalam kegiatan seminar ini dan bersedia menjembatani menyebarkan informasi  tentang penggunaan teknik perunut dan mengundang kalangan usaha perminyakan mengikuti seminar.

Sebagai badan koordinasi kegiatan explorasi dan exploitasi minyak bumi di sektor hulu, BPMIGAS selalu terbuka, mau menerima dan menjadi perantara semua teknologi, termasuk teknologi perunut, yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi minyak di Indonesia. Namun, beliau juga mengingatkan bahwa biasanya para pengguna selalu mencari teknologi yang tepat dan harga yang sangat kompetitif. Demikian yang diungkapkan oleh Ir. Handoyo Eko Wahono dalam sambutannya.

Dr. Anggraita, selaku Deputi Kepala BATAN bidang Penelitian Dasar dan Terapan dan selaku National Representative untuk kegiatan RAS dengan IAEA, menekankan pentingnya teknologi perunut sebagai salah satu teknologi alternatif yang dapat diaplikasikan dalam bidang perminyakan termasuk panas bumi, karena dikedua bidang ini banyak dijumpai kesamaannya. Disamping itu Dr. Anggraita juga mengharapkan agar dari seminar ini akan terjalin saling tukar informasi yang akhirnya terjadi interaksi yang saling menguntungkan antara BATAN sebagai penyedia teknologi perunut dan para pengguna teknologi tersebut

Acara seminar sehari berisi presentasi oleh (1) Prof. Dr. Tor BjØrnstad (-expert IAEA) tentang introduksi sistem reservoir, prinsip teknologi perunut, pengoperasian reservoir dan beberapa contoh kasus. (2) Dr. Yus Rusdian Ahmad, (Badan Pengawas Tenaga Nuklir - BAPETEN) menguraikan tentang regulasi dan penanganan zat radioaktif dan (3) Dr. Zainal Abidin, Dipl. Geoth (PATIR-BATAN) mengulas tentang pengalaman BATAN dalam mengaplikasikn teknik perunut di Indonesia, umumnya di bidang panas bumi. Uraian beliau disampaikan dalam bentuk studi kasus. Seminar yang sarat pengunjung tersebut akhirnya ditutup oleh Ir. Renaningsih Setjo, M.Sc yang menyatakan bahwa seminar telah berlangsung sukses seperti yang direncanakan. Dan kepada para peserta seminar diinformasikan bahwa BATAN selalu siap membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi para pengguna, sesuai dengan visi-misi BATAN.

Selain memberikan presentasi di acara seminar, Dr. BjØrnstad juga memberikan  ceramah dan berdiskusi dengan para peneliti di PATIR-BATAN. Sisa hari-hari beliu di Indonesia dimanfaatkan dengan melakukan peninjauan kegiatan explorasi panas bumi lapangan Lahendong, di Garut -  Jawa Barat dan berdiskusi dengan pengelola panas bumi disana.

 

 
menu utama | denah lokasi | e-mail BATAN