Bidang Kebumian dan Lingkungan


| Bidang Kebumian & Lingkungan | Hidrologi | Industri | Kelautan | Lingkunagn | Beranda |

         
 

BIDANG KEBUMIAN DAN LINGKUNGAN

 

 

Kepala Bidang Kebumian dan Lingkungan (KL) adalah
Dr. Sugiharto, MT

Kegiatan pokok Bidang ini adalah melakukan aplikasi teknologi isotop dan radiasi dalah riset dan pengembangan Bidang KL. Bidang KL terdiri dari :

  1. Kelompok Hidrologi dan Panasbumi
  2. Kelompok Uji Tak Merusak dan Perunut Industri
  3. Kelompok Kelautan dan Sedimen
  4. Kelompok Lingkungan
     



Kegiatan Bidang Kebumian dan Lingkungan 

 
Validasi/verifikasi model hidrodinamik (sebaran) polutan dan risk asessment Teluk Jakarta, kegiatan IAEA-RCA RAS/8/095.   Injeksi perunut di lapangan minyak Sopa, Prabumulih, Sumatera Selatan menggunakan isotop Co-60 dan tritium untuk menentukan interkoneksi sumur.
     
 
Injeksi perunut di lapangan panasbumi Lahendong, Sulawesi Utara menggunakan isotop tritium untuk menentukan interkoneksi sumur dan pemodelan reservoir panasbumi.   Uji tak merusak (NDT) pada kolom beton masjid Baiturrahman, Banda Aceh pasca bencana tsunami.


Pengembangan Penelitian ke Depan 

  • Studi climatic change menggunakan isotop alam
  • Penelitian perunut aktif dua fase untuk EOR lapangan minyak
  • Harmful Algal Bloom (HAB) dan Safety seafood

Layanan

Laboratorium Bidang Kebumian dan Lingkungan PATIR - BATAN memberikan jasa analisis isotop dan kimia bagi masyarakat umum. Rincian jasa analisis tersebut dapat dilihat dalam halaman ini.

 

 


| Bidang Kebumian & Lingkungan | Hidrologi | Industri | Kelautan | Lingkunagn | Beranda |

         
 

Kelompok Hidrologi dan Panasbumi

 

Kelompok Hidrologi dan Panasbumi melakukan berbagai penelitian mengenai sistem hidrologi dan panasbumi dengan menggunakan metode isotop alam (stabil dan radioaktif), isotop buatan (sebagai tracer/perunut), hidro-kimia dan fisik sebagai alat untuk mengungkap berbagai permasalahan yang menyangkut sistem tersebut sehingga tercapai pemanfaatan sumberdaya alam yang optimal bagi kehidupan manusia tanpa mengabaikan dampaknya terhadap alam.


Isotop Hidrologi  

 

Isotop yang digunakan dalam penelitian hidrologi dan panasbumi adalah O-18, H-2 (dari molekul air), H-3, C-13, C-14, O-18 sulfat dan S-34.

 


 

Kerjasama IAEA - RAS terkait 
  • RAS/8/104, Assessment of Trends in Freshwater Quality using Environmental Isotopes and Chemical Techniques for Improved Resources Management

 


Fasilitas 

 

Penelitian, pengembangan dan aplikasi teknik isotop dan radiasi di bidang hidrologi merupakan tugas yang diemban oleh para peneliti dan staff di kelompok Hidrologi dan Panasbumi, Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi BATAN. Tugas ini menuntut kemampuan SDM maupun Fasilitas dan Peralatan yang sangat prima khususnya akhir-akhir ini dimana jenis dan tingkat kesulitan pekerjaan dalam bidang ini semakin meningkat.

Untuk mengemban tugas ini, sarana penelitian di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi BATAN telah di lengkapi fasilitas dan peralatan yang cukup prima dan terpercaya. Fasilitas dan peralatan ini secara terus menerus mengalami kemajuan baik ketelitian maupun kecepatan. Tingkat kepercayaan alat juga dijaga dan dipertanggung jawabkab dengan mengikutsertakan uji standarisasi maupun kalibrasi baik ditingkat nasional, regional maupun internasional. Diantara fasilitas dan peralatan tersebut adalah sbb:


Peralatan Analisis Kimia dan Lingkungan

  • UV-Visible Spectrophotometer
  • Water Checker Instrument
  • Fluorometer (portable)
  • Perkin Elmer Gas Chromatography
  • Agillent Gas Chromatography


Peralatan Analisis Kandungan Isotop Alam

  • SIRA-9 ISOGAS Mass Spectrometer: O-18, H-2, C-13
  • Delta S Finnigan Mat Mass Spectrometer: S-34
  • Sulphate preparation line system
  • Sulphide preparation line system
  • Peralatan Analisis kandungan gas
  • Peralatan Analisis Tritium dan Carbon-14 (dating)
  • Tritium Enrichment Unit
  • Carbon-14 Carbosorp Preparation Unit
  • Liquid Scintilator Counter Packard
  • Liquid Scintilator Counter Perkin Elmer
  • Laser Counter Mass Spectrometer


Peralatan Lapangan dan Pengukuran In situ

  • Water samplers
  • Detektor dan ratemeter
  • Detektor sintilasi
  • Logger/Diver (barometric and fluoroscence)
  • pH meter dan conductivity meter

 


Kegiatan Penelitian 

 

Kelompok Hidrologi dan Panasbumi memiliki beberapa penelitian seperti berikut:


1. Penelitian Air Tanah

Air tanah adalah salah satu sumber air bersih yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan air yang terus meningkat khususnya didaerah perkotaan dan industri. Cakupan sebaran air tanah atau akifer yang cukup luas dan sifatnya yang relatif lebih sulit terkontaminasi oleh polutan permukaan, membuat sumber air tanah menjadi sumber air yang penting dan strategis. Disamping itu, air tanah juga berfungsi sebagai media penopang beban permukaan. Oleh karena itu pemanfaatan air tanah harus melalui suatu menejemen terpadu untuk menjamin pemakaian berkesinambungan. Pengetahuan tentang potensi air tanah adalah sangat penting sebelum eksploitasi dilakukan. Teknik isotop adalah salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mempelajari potensi suatu air tanah. Disamping itu, teknik isotop juga dapat digunakan untuk menentukan hubungan air tanah dengan air permukaan sekitarnya atau hubungan antara beberapa akifer air tanah.

 

Manfaat Teknik Isotop

  • Penentuan daerah resapan air tanah
 
Penelitian daerah recharge di kabupaten Pasuruan (2005) dalam rangka evaluasi cadangan airtanah.
 
Penelitian daerah resapan (recharge) air tanah di Bontang (2004) dalam rangka evaluasi cadangan airtanah.

  • Penentuan asal-usul air tanah
  • Penentuan hubungan antara air tanah dengan air permukaan
  • Garis muka dan mekanisme intrusi air laut
  • Asal usul salinitas pada air tanah
  • Penentuan arah gerakan air tanah

Penelitian gerakan airtanah Jakarta berdasarkan usia airtanah

 


Pendekatan Isotop Alam

Dalam penelitian air tanah dengan pendekatan isotop alam, perlu dipasang beberapa alat penangkap curah hujan pada ketinggian yang berbeda dan mencakup daerah yang diteliti. Kemudian sampel air hujan dari alat terpasang dianalisis kandungan isotop alamnya khususnya O-18dan H-2. Dari hasil analisis ini akan dapat dibuat beberapa grafik linear sebagai grafik karakteristik basin air tanah tersebut. Diantara grafik linear yang sangat penting tersebut adalah:

  • Grafik antara H-2 dengan O-18 (local meteoric water line)
  • Grafik antara O-18 dengan elevasi
  • Grafik antara H-2 dengan elevasi

Dengan bantuan grafik ini, hasil analisis komposisi isotop alam dan kandungan unsur kimia dari contoh air tanah yang dikumpulkan dapat mengungkap antara lain: daerah resapan air tanah, asal usul air tanah, hubungan antara air tanah dengan air permukaan, garis muka dan mekanisme intrusi air laut. Jenis isotop alam yang paling penting dan sering digunakan adalah: O-18, H-2, H-3, dan C-14.


Pendekatan Isotop Buatan

Penentuan arah gerakan air tanah adalah salah satu jenis pekerjaan dalam air tanah yang dapat dilakukan dengan pendekatan isotop buatan.


Mitra Kerjasama

  • Direktorat GTL, departemen ESDM
  • Pabrik LNG Kalimantan Timur

 

2. Penelitian Air Permukaan dan Bendungan

Air permukaan adalah salah satu sumber air bersih yang sangat penting. Biaya pengolahan air permukaan untuk dijadikan sebagai sumber air bersih relatif lebih kecil dibanding dengan sumber air lainnya. Namun demikian, karena letaknya yang relatif berada di pusata kegiatan manusia dan mahluk hidup lainnya maka air tanah relatif lebih sensitif terhadap pencemaran yang diakibatkan oleh kegiatan manusia. Dengan demikian adalah sangat penting untuk mengetahui karakteristik air permukaan sebagai sumber air alternatif dan tingkat kelemahannya terhadap pencemaran yang diakibatkan oleh kegiatan manusia. Teknik isotop adalah salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mempelajari karakteristik air tanah seperti: Kesetimbangan air danau, pola dinamika air danau, pola pencampuran air danau, interaksi air danau dengan sumber air lainnya, interaksi sungai dengan air tanah, dan debit sungai.

Penanganan masalah rembesan atau bocoran pada suatu waduk atau reservoir bendungan adalah sangat perlu dilakukan karena hal ini tidak hanya menyangkut kehilangan air yang merugikan tetapi juga karena masalah keamanan tubuh waduk itu sendiri. Salah satu teknik yang telah terbukti dengan baik dapat digunakan dalam penanganan masalah kebocoran waduk atau reservoir air lainnya adalah teknik isotop.

 

Manfaat Teknik Isotop

  • Penentuan pola dinamika atau percampuran air danau
  • Penentuan hubungan antara air danau dengan sumber air lainnya
 
   
  • Penentuan debit sungai
Pengukuran debit sungai Brantas dan anak sungainya, memberikan hasil yang akurat dibandingkan metode lain (current meter)
  • Penentuan interaksi antara sungai dengan air tanah
  • Penentuan tingkat pencemaran dan asal usulnya
  • Penentuan lokasi kebocoran pada waduk
Grafik konsentrasi perunut pada sumur pengamatan di sekitar bendungan Sengguruh, Malang

 

Mitra Kerjasama

  • Dirjen Pengairan Departemen Pekerjaan Umum
  • Perum Jasa Tirta I
  • Perum Jasa Tirta II

 

3. Penelitian Panasbumi

Indonesia merupakan daerah panasbumi terbesar di dunia dimana manifestasi panasbumi terbentang di sepanjang pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara dan Sulawesi Utara. Seluruh potensi panasbumi di Indonesia diperkirakan sekitar 20.000 MWe. beberapa lapangan panasbumi seperti Kamojang, Salak, Darajat, Sibayak dan Lahendong telah dieksploitasi menghasilkan listrik ~ 500 MWe.Kelompok Hidrologi dan panasbumi BATAN dengan teknologi isotop telah ikut berkiprah di dalam pengembangan panasbumi di Indonesia sejak tahun 1987 melalui penelitian eksplorasi dan monitoring produksi bekerjasama dengan Divisi Panasbumi. Teknologi isotop - geokimia yang dikembangkan batan adalah untuk menentukan asal-usul dan genesis fluida, geotermometer, isotop monitoring, perunut dan daerah recharge.


Tingkat Eksplorasi

  • Menentukan asal-usul dan genesis fluida
Diagram trilinear SO4 - Cl - HCO3 yang menunjukkan asal-usul fluida panasbumi Lahendong yang tergolong sebagai mature water.
Diagram trilinear Li - Cl - B fluida panasbumi Lahendong untuk mengetahui asal-usul proses dissolution (pelarutan) batuan dalam (deep rock).
  • Memperkirakan temperatur reservoir menggunakan geotermometer isotop, kimia dan gas
Diagram grid gas panasbumi Lahendong sebagai geotermometer gas
Diagram grid gas panasbumi Kamojang sebagai geotermometer gas
  • Menentukan daerah "upflow" dari outflow sistem panasbumi


Tingkat Eksploitasi dan Produksi

Menentukan interkoneksitas antara sumur reinjeksi dan sumur produksi dengan menggunakan teknik perunut (tracer)

  • Monitoring perilaku reservoir akibat eksploitasi dengan teknik isotop alam, kimia dan gas
Distribusi O-18 dalam reservoir panasbumi Kamojang (1989)
Distribusi O-18 dalam reservoir panasbumi Kamojang (1992)
   
Pola kontur isotop O-18 tahun 1992 dan 1998 lebih memperjelas tentang sirkulasi dan gerakan arah fluida dan adanya daerah recharge (water entry) serta perubahan yang terjadi selama ekspolitasi antara tahun 1989-1992 dan 1992-1998. Perubahan dan gerakan fluida sumur produksi disebelah barat – barat laut lebih memperjelas adanya fluida recharge dari daerah tersebut, nampak gerakan fluida bergerak secara gradual menuju arah tenggara ditandai oleh arah panah menuju ke dalam lapangan. Pola gerakan fluida pada daerah timur laut dan barat daya selama selang waktu pengamatan 10 tahun tidak menunjukan perubahan yang berarti.
Distribusi O-18 dalam reservoir panasbumi Kamojang (1998)
 

 

Aplikasi Isotop Alam

  • Analisis isotop O-18 dan H-2 dengan standar SMOW (Standard Mean Ocean Water)
  • Analisis isotop C-13 dengan standar PDB (Pee Dee Belemnite)
  • Analisis isotop S-34 dengan standar CDT (Canyon Diablo Troilite)


Aplikasi Perunut

  1. Perunut isotop seperti Xe-133, I-131 dan H-3
  2. Perunut konvensional fluorecence, alkohol, SF6 dan freon R134A


Analisis Gas

  1. Gas CO2, H2S, HF, HCl dan NH3
  2. Gas He, H2, N2, O2, Ar dan CH4


Analisis Kimia

Analisis kation dan anion lengkap, pH, konduktivitas dan TDS (total dissolved solid)

Pengalaman Pekerjaan

  1. Manifestasi isotop daerah panasbumi Pulau Jawa tahun 1987-1988
  2. Manifestasi isotop daerah panasbumi Lahendong tahun 1989
  3. Data base isotop lapangan Kamojang Jawa Barat tahun 1990-1991
  4. Injeksi tracer tritium (H-3) pada lapangan Kamojang Jawa Barat tahun 1992 dan 2003
  5. Monitoring perilaku reservoir lapangan Kamojang Jawa Barat tahun 1996
  6. Survey isotop dan geokimia lapangan Sibayak Sumatera Utara tahun 1997-1998
  7. Injeksi tracer tritium (H-3) pada lapangan Lahendong Sulawesi Utara tahun 2004
  8. Injeksi tracer tritium (H-3) dan Co-60 pada lapangan minyakbumi Sopa, Sumbagsel tahun 2004


Mitra Kerjasama

  • PT Pertamina (persero) Area Geotermal Hulu Kamojang, Jawa Barat
  • PT Pertamina (persero) Area Geotermal Hulu Lahendong, Sulawesi Utara
  • PT Pertamina (persero) Area Geotermal Hulu Sibayak, Sumatera Utara

 

4. Penelitian Sistem Karst

Karst adalah daerah yang memiliki ciri relief dan pola aliran yang khusus sebagai akibat tingginya tingkat kelarutan batuan oleh air di alam. daerah Karst dicirikan dengan banyak terdapatnya dolina (lubang pada batuan), sinkhole (Jawa:luweng), gua dan bukit dan sungai bawah tanah.


Lokasi penelitian:

Lokasi penelitian terdapat di Kabupaten Gunung Kidul, dimana daerah tersebut sebagian besar terletak diatas formasi batugamping yang larut oleh air, sehingga banyak dijumpai lubang-lubang baik berukuran kecil hingga lubang besar yang membentuk gua dan sungai bawah tanah.


Masalah kekeringan:

Karena sifat batu gamping pada daerah karst mudah larut terhadap air, maka air hujan yang jatuh pada daerah tersebut akan langsung masuk ke dalam bumi melalui lubang yang terbentuk sebagai akibat terlarutnya batuan. Dengan demikian maka air permukaan hanya dapat terbentuk jika secara morfologi merupakan cekungan dan tertutup oleh soil atau material berukuran lempung. Air permukaan semacam ini disebut telaga.


Pentingnya sungai bawah tanah:

Untuk memenuhi kebutuhan air minum, masyarakat umumnya mencari sumber air yang berupa sungai bawah tanah, baik yang ada di dalam gua maupun yang kadang muncul sebagai mata air di permukaan. Dengan demikian maka sungai bawah tanah mempunyai arti penting bagi masyarakat di Gunung Kidul.


Hubungan sungai bawah tanah:

Sungai bawah tanah yang mempunyai arti penting sebagai sumber daya air maka dalam eksplorasi sungai bawah tanah perlu diketahui secara pasti hubungan sungai bawah tanah yang satu dengan lainnya.

Jika hubungan sungai bawah tanah belum diketahui secara pasti dapat terjadi satu aliran sungai yang telah dieksploitasi dibagian hilir akan dieksploitasi kembali di bagian hulu. Hal demikian tentu bukan hanya tidak ekonomis tapi juga mubazir.


Mitra Kerjasama:

Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


Foto Kegiatan  



Penyelidikan kebocoran waduk Sengguruh dengan isotop
Au-198 dan Br-82

 

Analisis tritium (H-3) dengan Liquid Scintillation Counter
C-14 line untuk preparasi analisis
C-14 untuk dating.
Gas Chromatography untuk analisis gas dalam sampel panasbumi.


.


SDM Hidrologi dan Panasbumi  


NO
NAMA
PENDIDIKAN
PENELITIAN/ KEAHLIAN
1. Paston Sidauruk, MCE, Ph.D.

• Fisika, UNAS, Jakarta
• Coastal Eng.,Univ. Delaware USA
• Water Resources Eng., Univ. Delaware USA

Air tanah, Air Permukaaan, Pollutant Transport, Modelling

2. Ir. Wibagiyo
Geologi, UGM
Sistim Karst, Panasbumi
3. Drs. Satrio
Fisika, UNPAD
Air Tanah, Carbon-14
4. Dra. Evarista Ristin
Kimia, UNAIR
Sulphate Application
5. Neneng Laksminingpuri, S.Si.
Kimia, AKA Bogor
Analis

6.

Bungkus Pratikno ,S.ST

Fisika Instrumentasi, UGM
Analis

7.

Rasi Prasetio, M.Si.

Kimia, UI  

Analis

8.

Nur Fadhlini, S.Si.

Kimia, Unsri

Analis

9.

Romli, S.Si.

Matematika, UT

Teknisi

10. Agus Martinus
Kimia, SAKMA Bogor
Analis
11. Sigit Arianto
Fisika Instrumentasi, UI
Teknisi

 

 

 

 


| Bidang Kebumian & Lingkungan | Hidrologi | Industri | Kelautan | Lingkunagn | Beranda |

         
Kelompok Uji Tak Rusak dan Perunut Industri


Kelompok NDT (NDT – Non Destructive Testing – Uji Tak Rusak) adalah unit kerja di bawah bidang Kebumian dan Lingkungan – PATIR BATAN yang mengemban tugas melaksanakan penelitian, pengembangan, dan kerjasama aplikasi NDT. Kelompok NDT ini merupakan disiplin yang tertua di BATAN dan cikal bakal NDT di Indonesia terutama di bidang teknik Radiografi. Yang dimaksud dengan Uji Tak Rusak adalah suatu metoda pengujian/pemeriksaan terhadap bahan-bahan atau material-material produk industri yang dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan kerusakan (seperti deformasi, panas, kimia, korosif, dll) bagi material yang diperiksa tersebut. Dari sekian jenis teknik Uji Tak Rusak yang established ini dan telah lama dikenal/populer diantaranya mencakup 5 (lima) teknik pengujian yaitu Radiografi (RT-Radiographic Test), Ultrasonik (UT-Utrasonic Test), Magnetik Partikel (MPT-Magnetic Particle Test), Dye Penetrant (PT-Penetrant Test), dan Eddy Current Test (ECT- Eddy Current Test). Masing-masing teknik pengujian ini mempunyai keunggulan dan kelemahan sehingga peran satu sama lain teknik saling melengkapi. Sebagai institusi riset yang bekerja menggunakan sumber radiasi nuklir, kelompok NDT berkepentingan memasyarakatkan teknik-teknik pengujian NDT dengan menekankan teknik radiografi sebagai ujung tombak penelitian dan pengembangan serta kerjasama aplikasi. Kegiatan penelitian dan pengembangan NDT ini telah dimulai sejak awal tahun 1970-an dengan dibangunnya laboratorium NDT dengan peralatan sederhana. Pada saat itu NDT masih dikuasai pihak asing sehingga keuntungan moril atau materil diraih mereka. Sesuai dengan perkembangan waktu, permintaan akan jasa dan kerja sama bidang NDT untuk industri semakin bertambah sehingga kegiatan penelitian, pengembangan, dan kerjasama aplikasi NDT pun makin marak. Karena permintaan jasa NDT yang begitu tinggi, PATIR-BATAN Pasar Jumat telah mengambil inisiatip mengajak pihak swasta maupun institusi lain untuk berpartisipasi dalam penyediaan kerjasama aplikasi NDT. Bentuk partisipasi pihak swasta dan intitusi lain adalah dengan mengirimkan para pekerja (SDM) mereka untuk dilatih ketrampilan khusus (diklat) menggunakan sumber radiasi dan menggunakan peralatan yang berhubungan dengan sumber radiasi tersebut. Tenaga ahli yang dihasilkan dari diklat tersebut (AR-Ahli Radiografi dan OR-Operator Radiografi) memicu tumbuh kembangnya perusahaan jasa inspeksi yang memberikan layanan jasa hingga saat itu terbilang puluhan perusahaan jasa inspeksi yang telah dibina sehingga secara perlahan dapat menggantikan peran tenaga asing.


 

Aplikasi NDT  

 

Radiographic testing:

Isotop Co-60, metode radiografi, ketebalan material > 2.5 inch

  • Pemeriksaan casting
  • Pemeriksaan forging
  • Pemeriksaan las (pressure vessel, sambungan pipa, boiler, dll)
  • Pemeriksaan beton bertulang, gedung, jembatan
  • Pemeriksaan fabrikasi
  • Pemeriksaan komponen alat-alat berat
  • Dll

Isotop Iridium-192, metode radiografi, ketebalan material steel 1.5 – 2.5 inch

  • Pemeriksaan casting
  • Pemeriksaan forging
  • Pemeriksaan las (pipe line, tangki, boiler, heat exchanger, dll)
  • Pemeriksaan fabrikasi
  • Pemeriksaan komponen kereta api, kapal laut dan pesawat terbang

Mesin X-ray KV-300 dan KV-160, metode radiografi, ketebalan material steel dan non steel tipis

  • Pemeriksaan las, wire, casting, fabrikasi
  • Pemeriksaan komponen mesin presisi
  • Pemeriksaan untuk sensitivitas tinggi
  • Pemeriksaan komponen pesawat terbang
  • Pemeriksaan komponen reaktor nuklir
  • Pemeriksaan material produk kayu, plastik/polimer, alumunium dan komponen non logam lain

Metoda ultrasonik, untuk pemeriksaan material steel dan beton

  • Pemeriksaan las, forging, casting dan fabrikasi
  • Pemeriksaan beton, homogenitas, strength beton, retak, tulangan dan keropos
  • Pemeriksaan komponen alat berat, mesin presisi
  • Pemeriksaan steel structure, civil engineering
  • Pemeriksaan pressure vessel, nozzle

Metode dye penetrant, untuk pemeriksaan logam dan non logam dengan berbagai teknik

  • Pemeriksaan retak pada permukaan material produk maupun komponen seperti tersebut di atas

Metode magnetic particle, untuk pemeriksaan material logam ferrous dengan berbagai teknik

  • Pemeriksaan retak dan non retak pada permukaan dan sub permukaan material ferrous troduk maupun komponen seperti tersebut di atas

Metode Edy current, untuk pemeriksaan material logam

  • Pemeriksaan komponen pesawat terbang
  • Pemeriksaan heat exchanger
  • Pemeriksaan metal tipis
  • Pemeriksaan pembungkus beton

 

NDT Training 

 

Pengalaman kelompok NDT PATIR BATAN di bidang training course operator dan ahli radiografi sudah dikenal sejak tahun 1970an. Dalam rangka menyongsong era globalisasi (pasar bebas) serta membantu pemberdayaan SDM Indonesia, khususnya masyarakat NDT, kelompok NDT menyelenggarakan training yang mencakup:

  • Radiographic training, standar ASNT
  • Magnetic Particle Training, Level I dan II
  • Dye penetrant training, Level I dan II
  • PPR bidang radiografi, refreshing


 

Referensi Kerja/End User 

 

Kelompok NDT hingga saat ini banyak bekerjasama sekaligus melayani berbagai perusahaan maupun proyek-proyek sebagai berikut:

  • Industrial plant: pabrik gula, fabrikasi komponen mesin: KOMATSU, GETS, BARATA, Metinca, Texmaco, Maju Bersama, Daikia Clutch, Puspetindo, PLN, Chandra Asri,
  • Off/on shore rig, pipe line, boiler, pressure vessel, beam structure: PT Pertamina, PUSRI
  • Civil construction: Dept. Pekerjaan Umum, gedung Bank Exim, gedung DPR/MPR, Gelora Senayan, NAD pasca tsunami
  • Pesawat terbang, kapal laut dan kereta api: Garuda Indonesia, PT PAL, PT INKA

 

Kerjasama IAEA - RAS terkait  

 

  • RAS/8/105, Improvement of Production Quality and Safety Steel, Petrochemical and Civil Industries using Advanced Industrial Radiography and Tomography Techniques
  • RAS/8/107, Intensification of Productivity in Coal, Mineral and Petrochemical Industries using Nucleonic Analysis System (NAS) and Radiotracers

 

Kegiatan NDT  

 

 

Pengujian balok beton lantai 2 gedung museum
IAIN Ar-Raniry NAD
Pengujian keretakan pada upper skin and rib fuel tank Boeing-747
   
Pengujian untuk Pressure Vessel resertifikasi milik
PUSRI Palembang
Pengujian untuk mencari posisi baja sling prestress di kawasan Kuningan, Jakarta
   
Pengujian pada kolom beton masjid Baiturrahman
NAD
Pengujian pada Nozzle Welding Joint
   
   

 

Teknologi Pemindai Sinar Gamma  

 

 

Teknologi Pemindai Sinar Gamma (atau disebut gamma scan) adalah salah satu teknik uji tak merusak yang menggunakan sumber gamma (Co-60 dan Cs-137) dan detektor sintilasi untuk menyelidiki kondisi material dalam suatu proses dalam kolom atau reaktor. Teknik ini bekerja berdasarkan interaksi sinar gamma yang dipancarkan sumber dengan material yang dilaluinya. Ketika sinar gamma melalui suatu material, sebagian sinar akan diabsorb dan sebagian akan diteruskan atau dipantulkan. Intensitas sinar yang dipancarkan sebelum dan sesudah melalui suatu material dihubungkan melalui persamaan sebagai berikut:

I = Io exp (-ux)

dimana I dan Io adalah intensitas sinar setelah dan sesudah melalui material (cps), u adalah koefisien atenuasi linear (cm-1) dan x adalah tebal material (cm).

Dari persamaan tersebut, jelas bahwa intensitas sinar yang diteruskan tergantung pada energi dari sinar gamma dan karakteristik material yang dilalui. Karenanya kurva pemindaian yang dihasilkan dari gamma scan akan merepresentasikan profil densitas material yang diuji.


 

Prosedur Pemindaian 

 

 

Proses pemindaian suatu bejana digambarkan dalam gambar 1: sumber radiasi dan detektor sintilasi diletakkan pada ketinggian yang sama pada sisi kolom. Dengan menggunakan sistem kontrol elektromekanik, sumber dan detektor dapat digerakkan naik-turun secara sejajar dan bersamaan. Gerakan dihentikan apabila sumber dan detektor mendekati titik akhir pengukuran. Selama proses pemindaian, data yang diambil oleh detektor dimonitor oleh komputer dan disimpan.

 

Kelebihan Gamma Scan  

 

 

Beberapa kelebihan aplikasi gamma scan antara lain:

  1. Proses dalam bejana tidak harus dihentikan selama pemindaian berlangsung
  2. Data dapat langsung dianalisa selama pemindaian berlangsung sehingga permasalahan dapat langsung diketahui
  3. Dari dua hal di atas, maka proses pemindaian dapat berlangsung lebih singkat karena permasalahan dapat segera dilokalisir
  4. Hemat biaya
  5. Dapat mengetahui efisiensi proses yang berlangsung jika pemindaian dilangsungkan pada kondisi yang berbeda-beda
  6. Dapat mengurangi down-time produksi dengan menunjukkan kapan suatu proses harus berjalan dan kapan harus berhenti
  7. Membutuhkan aktivitas sumber sekitar 30 mCi - 1 Ci, lebih rendah daripada teknik radiografi sehingga relatif lebih aman

 

Identifikasi Permasalahan  

 

 

Permasalahan yang biasa diidentifikasi dalam bejana proses melalui gamma scan adalah:

  1. Kondisi rak dalam bejana atau kolom
  2. Blockage yang disebabkan oleh:
    • Down-comer obstruction
    • Tray fouling dirt
    • High liquid loading
    • Flooding
  3. Level cairan
  4. Posisi bawah dan atas bed
  5. Distribusi cairan yang tidak merata

 

Pengukuran Laju Aliran  

 

 

Aliran material baik dalam bentuk padatan, cairan atau gas, selalu ditemui dalam setiap sistem proses. Terlepas apakah nantinya tiap material ini akan bereaksi dengan material lain membentuk senyawa baru atau tidak, pengetahuan tentang sifat aliran material tersebut sangat penting untuk diketahui. Misal, semen dapat dibuat dari campuran material padat limestone, clay dan gypsum. Masing-masing senyawa ini harus bergerak dan bereaksi membentuk semen. Gas alam dan minyak bumi, yang masing-masing berbentuk material gas dan cairan,  harus dieksplorasi sebelum digunakan. Pergerakan semua material yang digambarkan diatas dapat dirunut dan diukur laju alirannya.

Pengukuran laju aliran fluida di dalam pipa transmisi biasanya dilakukan dengan alat ukur kecepatan (flow meter). Karena semua alat ukur kecepatan aliran bekerja secara mekanik, maka alat ukur ini harus dikalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan dan harus dikalibrasi secara berkala ketika sedang digunakan. Alat ukur yang tidak dikalibrasi dapat mengakibatkan kesalahan dalam pembacaan.

Teknik perunut memberikan solusi atas keterbatasan alat ukur konvensional tersebut. Teknik perunut ini di klaim sebagai teknik yang paling akurat untuk mengukur laju aliran fluida, karena teknik ini tidak memerlukan kalibrasi dan pengukuran laju aliran didasarkan pada aliran isotop yang mengikuti aliran fluida di dalam pipa. Prinsip pengukuran laju aliran di dalam pipa diperlihatkan pada gambar dibawah:  Isotop, dalam jumlah sedikit diinjeksikan ke dalam pipa sehingga isotop tersebut bercampur dan mengikuti aliran fluida di dalam pipa. Detektor (D1-D4) yang dipasang di atas pipa akan mencacah radiasi yang dipancarkan oleh isotop di dalam pipa. Makin besar konsentrasi isotop makin besar radiasi yang diterima detektor dan makin besar cacahan yang ditampilkan. Pengukuran laju aliran dihitung dengan cara menghitung waktu tempuh isotop dari D1 ke D2 dan dari D3 ke D4. Jika jarak D1-D2 adalah x dan D3-D4 adalah y diketahui dan aliran di dalam pipa adalah konstan maka laju aliran dapat dihitung.

 

 

Contoh pengukuran fluida dengan teknik perunut adalah pengukuran minyak bumi di dalam pipa transmisi. Minyak bumi yang dipompa dari perut bumi biasanya tidak semata-mata hanya mengadung minyak bumi saja, melainkan juga mengandung air, gas dan hidrokarbon padat. Beberapa unsur lain dalam jumlah sedikit seperti nitrogen dan sulfur sering juga dijumpai. Laju aliran minyak di dalam pipa transmisi dilakukan dengan cara memasukkan (menginjeksikan) isotop yang larut dalam minyak tersebut. Beberapa jenis isotop dapat digunakan untuk mengukur laju aliran minyak antara lain : Br-82 dalam senyawa para dibromo benzene (C6H482Br), dan I-131 dalam senyawa Iodo benzene (C6H5131I).


 

End User  

 

 

Penguna akhir (end user) dari teknologi gamma scan merupakan perusahaan yang menggunakan bejana dan kolom dalam proses produksinya seperti perusahaan petrokimia, perminyakan, dan pupuk. Pengguna teknologi gamma scan ini setiap tahunnya semakin meningkat.

 

 

 


| Bidang Kebumian & Lingkungan | Hidrologi | Industri | Kelautan | Lingkunagn | Beranda |

         
 

Kelompok Kelautan dan Sedimen

 

Kelompok Kelautan dan Sedimen melakukan berbagai penelitian dalam hal kelautan dan erosi lahan dengan menggunakan isotop alam dan isotop buatan (sebagai tracer/perunut) sebagai alat untuk mengungkap berbagai permasalahan yang menyangkut sistem tersebut.


 

Aplikasi Isotop dalam Kelautan dan Sedimen  

 

Isotop-isotop yang dimanfaatkan dalam kegiatan penelitian di kelompok Kelautan dan Sedimen adalah isotop alam dan buatan. Isotop alam terdiri dari Cs-137 dengan waktu paruh 30,2 th dan Pb-210 dengan waktu paruh 22,35 th, dimanfaatkan dalam penelitian erosi lahan dan sedimentasi laut dan reservoar/danau serta umur (dating) sedimen dan geokronologi polutan. Isotop buatan yang sering digunakan adalah Au-198, Sc-46 dan Ir-192. Isotop buatan ini dimanfaatkan untuk mempelajari pergerakan sedimen transport di daerah pelabuhan. Disamping isotop buatan di atas, telah dikembangkan penggunaan isotop buatan Tc-99m untuk melihat pola gerakan polutan dan validasi/verifikasi model sebaran polutan (hidrodinamik model) di airlaut (water column). Penelitian lainnya yang baru dimulai di kelompok kelautan adalah uptake dan loss dalam terumbu karang menggunakan tracer aktif untuk mengetahui karakteristik terumbu karang tersebut yang berfungsi sebagai indikator pencemaran dan pengembangan saxitoksin dan labeling dengan tritium dalam penelitian HAB(Harmful Algal Bloom).

Cs-137 dan Pb-210 excess merupakan radionuklida yang teradsorpsi kuat pada mineral/partikel tanah (monmorilionit/siltclay) atau sedimen, sehingga dapat dijadikan sebagai perunut (tracer) untuk mempelajari pergerakan atau perpindahan tanah/sedimen.

Pb-210 excess yang berasal dari jatuhan sebagai anak luruh Rn-222. Jatuhan Pb-210 pada suatu tempat relatif stabil, karena sumber dari Rn-222 adalah batuan/tanah sekitar Karena sifat teradsorpsi kuat pada partikel tanah/sedimen, Pb-210 excess dapat digunakan seperti halnya Cs-137 untuk mengetahui redistribusi tanah yaitu pola-pola laju erosi/sedimentasi dari suatu tempat. Pb-210 excess yang jatuh di permukaan laut atau suatu danau/reservoar akan terdeposit bersamaan dengan pembentukan lapisan sedimen. Dengan pengambilan sedimen undisturbed, dapat diketahui profil Pb-210 excessnya, dan dapat digunakan untuk menentukan umur tiap lapisan sedimen sekaligus untuk menentukan kronologi terjadinya pencemaran polutan baik organik maupun anorganik.


 

Kegiatan yang sedang berjalan

 

Kerjasama IAEA - RAS terkait :

  • RAS/5/043, Development of Sustainable Land Use and Management Strategies for Controlling Soil Erosion and Improving Soil and Water Quality
    Contact: Drs. Barokah Aliyanta, M.Eng
  • RAS/7/016, Establishing a Benchmark for Assessing the Radiological Impact of Nuclear Power Activities on Marine Environment in the Asia Pacific Region
    Contact: Dr. Zainal Abidin
  • Non-RCA, RAS/7/017, Applications of Nuclear Techniques to Management of Hazardous Algal Blooms (HABs) in the Asia-Pacific Region
    Contact: Drs. Ali Arman, MT
  • ROK/06/001, Mitigation of Coastal Impacts of Natural Disasters Like Tsunami using Nuclear or Isotope-based Techniques (Post-Tsunami Environment Impact Assessment Project)
    Contact: Dr. Zainal Abidin

 

Geoteknik  

 

Pemanfaatan alat moisture density gauge dalam rekayasa tanah (quick test penentuan densitas dan kadar air).

 


 

Layanan 

 

Penentuan arah dan laju sedimen transport di pelabuhan. Analisis sampel isotop dan kimia.

 


 

SDM Kelautan dan Sedimen


No.
Nama
Keahlian
Jabatan fungsional
1. Drs. Simon Petrus G.S Rekayasa Tanah, Erosi Pranata Nuklir Madya
2. Drs. Ali Arman Lubis MT Isotop Kelautan Ajun Peneliti Muda
3. Drs. Barokah Aliyanta, M.Eng. Isotop Sedimentologi Ajun Peneliti Madya
4. Dra. Agustin Sumartono, M.Si Kimia organik kelautan Peneliti Madya
5. Dra. Winarti Andayani, M.Si Kimia organik kelautan Peneliti Madya
6. Ir. Nita Suhartini Erosi Peneliti Muda
7. Drs. Tommy Hutabarat Statistik Pranata Nuklir Muda
8. Darman Instrumentasi Pranata Nuklir Pelaksana
9. M. Aditya ,S.Si Kimia Peneliti Muda
10. Wagiyanto, A.Md    
11 Zulhema Sakma Litkayasa
12. Desmawita Sakma Litkayasa
13. Suripto STM Listrik Litkayasa
14. Untung Sugiarto, A.Md Kimia Teknik Litkayasa

 

 

 


| Bidang Kebumian & Lingkungan | Hidrologi | Industri | Kelautan | Lingkunagn | Beranda |

         
 

Kelompok Lingkungan

 

Deskripsi Kegiatan :

Perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu udara dan muka air laut, kejadian iklim ekstrim berupa banjir dan kekeringan merupakan dampak perubahan iklim yang serius dihadapi Indonesia. Mitigasi perubahan iklim dapat dilakukan melalui pengendalian emisi gas rumah kaca, peningkatan penyerapan CO2 atmosferik dan penyimpanan C-organik di dalam biosfer terutama tanah. Untuk memperoleh sumber C-organik tanah, telah dikembangkan CompoStar sebagai bioaktivator yang efektif dalam mengkonversikan limbah organik padat menjadi kompos secara cepat dengan kualitas sesuai SNI 19-7030-2004 dan persyaratan teknis minimal pupuk organik Peraturan Menteri Pertanian No.28/Permentan/SR.130/S/2009. Inokulan konsorsia mikroorganisme fungsional lain seperti IMR, IPLB dan HCDec telah dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas kompos sebagai agen remediasi lahan terdegradasi , percepatan revegetasi dan peningkatan produktivitas tanaman. Inokulan berbasis kompos teriradiasi tersebut diproduksi dalam bentuk konsentrat untuk mendukung pengembangan potensi sumber daya lahan dan pemberdayaan masyarakat dalam penerapan paket teknologi rehabilitasi lahan terdegradasi. Penerapan teknologi ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal dan pemberdayaan masyarakat ini diharapkan membangun sinergi mitigasi perubahan iklim dan penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Agar diperoleh gambaran tentang kondisi masa lampau dan estimasi waktu yang diperlukan untuk aktivitas rehabilitasi lahan serta kontribusi pemberian kompos yang diperkaya bakteri rizosfer terhadap perbaikan kualitas lingkungan yang utuh diperlukan metode lain seperti teknik kelimbahan isotop alam C-13 dan N-15. Aplikasi teknik isotop stabil telah terbukti bermanfaat untuk mempelajari siklus biogeokimia suatu ekosistem. Melalui aplikasi teknik kelimpahan isotop alam C-13, dapat difahami fotosintesa dan fiksasi CO2 oleh tanaman, status perubahan dan keseimbangan CO2 suatu ekosistem, komposisi, distribusi dan penggantian C organik tanah dan sumber bahan organik dalam rantai makanan. Melalui aplikasi teknik kelimbahan isotop alam N-15, dapat dilakukan analisis tentang fiksasi N2 secara biologis, sumber N suatu ekosistem dan status proses transformasi N dalam rantai makanan. Diharapkan paket teknologi rehabilitasi lahan terdegradasi ini dapat diterapkan untuk bioremediasi lahan kering sub-optimal, lahan tercemar logam berat dan lahan tercemar hidrokarbon.


Produk lingkungan untuk perbaikan kualitas lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat :


Nama
Spesifikasi
Fungsi

       
a   Mengandung konsorsia mikroba fungsional pengurai bahan organik yang diperkaya mikroba rhizosfer peningkat pertumbuhan tanaman.
Paten : dalam proses pengajuan.
  • Sebagai bioaktivator pada produksi kompos dengan kualitas yang sesuai untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman.
  • Sebagai konsentrat bioaktif untuk pembuatan pupuk organik cair.
CompoStar
     
       

       
bIMR
  Mengandung konsorsia mikroba rhizosfer peningkat pertumbuhan tanaman (plant growth promoting microorganisms) dan agen pengendali hayati (bio-control) dengan konsentrasi 109 – 1012 cfu/g. Inokulan ini dapat disimpan dalam suhu ruang (4-32 ºC) selama 6-12 bulan dengan konsentrasi bioaktif yang tetap tinggi. Inokulan ini menggunakan bahan pembawa berbasis kompos teriradiasi dengan sterilitas dan kualitas yang sesuai untuk menunjang kelangsungan hidup mikroba target selama periode penyimpanan dan pendistribusiannya ke lapangan.
Paten : dalam proses pengajuan.
  • Untuk manipulasi mikroorganisma bermanfaat di daerah perakaran tanaman dalam memfiksasi N2, menghasilkan zat peningkat pertumbuhan tanaman, melarutkan fosfat, mengendalikan penyakit asal tanah, mereduksi residu pestisida, meningkatkan agregasi tanah
  • Sesuai untuk rehabilitasi lahan kering sub-optimal.
  • Dapat diaplikasikan sebagai pupuk hayati (biofertilizer) dengan dosis 0,5 kg/ha.
  • Dapat digunakan sebagai konsentrast untuk pembuatan pupuk organik hayati (bio-organic fertilizer) yang kemudian diaplikasikan dengan dosis 300 – 500 kg/ha.

       
c   Mengandung konsorsia mikroba fungsional pendegradasi senyawa hidrokarbon, pengikat logam berat dan peningkat pertumbuhan tanaman.
Paten : dalam proses uji lapang.
  • Untuk bioremediasi limbah lumpur minyak bumi, bekas tambang batu bara dan mineral.
  • Sesuai untuk diaplikasikan pada bioremediasi dengan metode biopile, composting dan landfarming.
HCDec
     
       

 

SDM Lingkungan

 

No. Nama Keahlian Jabatan Fungsional
1. Dra. Tri Retno Dyah Larasati, M.Si. Kimia Lingkungan Peneliti Madya
2. Nana Mulyana , S.ST. Kimia Teknik Peneliti Muda
3. Dadang Sudrajat, S.Si. Kimia Analis Peneliti Muda
4. Marwadi Kimia Analis Litkayasa
5. Arief Adhari, A.Md. Kimia Analis Litkayasa

 

Mitra Kerjasama:
  • PT. Reksa Satria Integra, Jakarta.
  • PT. Trivia Bangun Energi, Bojonegoro, Jawa Timur.
  • PT. MB Plus Agro, Subang, Jawa Barat
  • Pondok Pesantren Nuruh Ihsan, Tanggerang Selatan, Banten.
  • KUD Sumber Pangan, Bojonegoro, Jawa Timur.

 

 

| Bidang Kebumian & Lingkungan | Hidrologi | Industri | Kelautan | Lingkunagn | Beranda |



Jl. Lebak Bulus Raya 49, PO Box 7002 JKSKL, Jakarta 12440
Telp. 62-021 7690709, Fax. 62-021 7691607
E-mail : patir@batan.go.id

About Us | Site Map | Privacy Policy | Contact Us | ©2012 dokil-PATIR | patirdata