Aktualita

Gebrakan Nuklir Iran

GEBRAKAN NUKLIR IRAN HEBOHKAN DUNIA BARAT

Dalam tiga tahun terakhir, heboh nuklir Iran hampir selalu menjadi berita media massa dunia. Pemicunya adalah kecurigaan dunia Barat - AS dan sekutu Eropanya - pada program nuklir Iran . AS dan sekutu dekatnya - Jerman, Inggris dan Perancis - menilai Iran secara diam-diam telah membangun kekuatan nuklirnya untuk tujuan militer dengan melakukan proses pengayaan uranium tingkat tinggi. Namun , Iran menyangkal tuduhan itu tidak berdasar dan mengatakan program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yaitu untuk pembangkitan listrik, guna memenuhi kebutuhan energinya yang makin meningkat.

I ni telah menimbulkan ketegangan pada kedua pihak dan akhir - akhir ini ketegangan itu makin memanas, seiring dengan dibawanya isu ini ke Dewan Keamanan (DK) PBB.

Iran mengancam akan melanjutkan pengayaan uranium berskala penuh jika pengawas nuklir PBB memaksakan sanksi atas program nuklirnya. Sementara pemerintah AS mengancam kemungkinan adanya konsekuensi menyakitkan bagi Iran, seperti dilontarkan Dubes AS untuk PBB John Bolton seiring persiapan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk bersidang membahas kemungkinan mengadukan Iran ke DK PBB.

Pemerintah Iran mengingatkan, jika negaranya sampai diadukan ke DK PBB, itu berarti akan merusak upaya-upaya untuk menyelesaikan konflik ini secara damai.

“Jika masalah nuklir Iran dibawa ke Dewan Keamanan PBB, pengayaan uranium skala besar akan dilanjutkan kembali,” tegas ketua perunding nuklir Iran Ali Larijani kepada pers di Teheran , Iran .

“Jika mereka ingin menggunakan kekerasan, kami akan menempuh jalur kami sendiri,” tambahnya seperti dilansir kantor berita Associated Press.

Menurutnya , Iran telah menggunakan semua cara damai untuk menyelesaikan isu nuklir ini. Ditegaskan bahwa Iran tidak akan menghentikan riset nuklir ataupun mundur dari upayanya menjalankan program nuklir. Iran bersikukuh bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi.

Larijani mengatakan bahwa jika Iran dikenai sanksi atau aksi militer atas permintaan negara-negara Barat dengan restu DK, maka mereka tidak akan mundur.

“Jika masalah nuklir Iran dibawa ke DK PBB, situasi akan menjadi sulit bagi mereka. Mereka harus mengetahui bahwa Iran tidak akan mengabaikan hak-haknya,” katanya.

“Kami merekomendasikan mereka agar menghindari permainan yang sama-sama kalah dan merebut opsi sama-sama menguntungkan untuk menjaga keamanan kawasan itu. Jika mereka memakai cara kekerasan, kami akan siap menghadapinya.”

Negara-negara Barat mengkhawatirkan Iran memproduksi senjata nuklir dan menegaskan negara itu harus menghentikan seluruh kegiatan menyangkut pengayaan uranium, termasuk riset dan pengembangan, bagi dilanjutkannya perundingan.