Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Layanan Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Pengumpulan, Pengelompokan, Pengolahan & Penyimpanan

PTLR berkomitmen meningkatkan layanan pengelolaan limbah radioaktif memenuhi harapan pelanggan. .....

Selengkapnya...

(Serpong,15/12/2014) Bertempat di Ruang Rapat Gedung 50 PTLR, Kepala Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Ir. Suryantoro, MT. , membuka acara Presentasi Usulan Penelitian dan Kegiatan Tahun 2015 PTLR–BATAN. Kepala PTLR-BATAN menyampaikan bahwa kegiatan layanan pengelolaan limbah harus lebih meningkat dan mengutamakan prinsip keselamatan serta kegiatan dan penelitian harus sejalan dengan visi BATAN, yaitu BATAN Unggul di Tingkat Regional, Berperan dalam Percepatan Kesejahteraan Menuju Kemandirian Bangsa. Oleh karena itu, makalah-makalah hasil penelitian dan kegiatan harus dapat dipublikasikan dalam jurnal internasional. Setelah pembukaan acara, presentasi usulan penelitian dan kegiatan dari masing-masing bidang dan unit kerja yang terdapat di PTLR yang disampaikan oleh masing-masing kepala bidang atau yang mewakilinya. acara ini bertujuan untuk mensosialisasikan Penelitian dan Kegiatan Tahun 2015 kepada semua staff PTLR-BATAN. 

(Serpong, 12 Desember 2014). "Kelola Limbah untuk Pembangunan Berkelanjutan" merupakan tema kegiatan dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR-BATAN) ke-26. Acara dalam kegiatan ini yaitu Sharing Budaya Keselamatan (Pencapaian Hasil  Kaji Diri Budaya Keselamatan), Jalan Santai, Lomba-lomba dan Pengumuman Juara Lomba-lomba yang diadakan Korpri PTLR-BATAN. Kegiatan ini di hadiri oleh Prof. Dr. Djarot S. Wisnubroto, selaku Kepala BATAN. Kegiatan dimulai dari jalan santai hingga Sharing Budaya Keselamatan dalam rangka implementasi Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor : 200/KA/X/2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerapan Budaya Keselamatan.

(Serpong, 10 Desember 2014). Dalam rangka implementasi Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor : 200/KA/X/2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerapan Budaya Keselamatan, PTLR-BATAN menyelenggarakan kegiatan Kaji Diri Budaya Keselamatan PTLR-BATAN melalui kuisioner Formulir Penilaian Atribut Budaya Keselamatan yang dibagikan kepada semua pekerja. Pada kesempatan tersebut diadakan pula sosialisasi pelaporan insiden dan kondisi/perilaku berbahaya secara online dan diskusi tentang peningkatan budaya keselamatan di PTLR-BATAN. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan budaya keselamatan secara sistematis dan berkelanjutan sehingga dapat berjalan efesien dan efektif. Untuk itu diperlukan kegiatan kaji diri budaya keselamatan dalam rangka pelaksanaan penerapan budaya keselamatan di PTLR-BATAN. Hasil penilaian diri berdasarkan pembobotan ini dinyatakan dengan pemeringkatan terhadap hasil analisis bobot untuk setiap karakteristik dan atau atribut yang diperoleh dari lapangan. Klasifikasi pemeringkatan disusun sebagai pernyataan kualitatif dengan interval skor, dan diharapkan PTLR-BATAN mendapatkan Peringkat A (skor : 834 s.d. 1000) dalam Kaji Diri Budaya Keselamatan yang akan diumumkan besok pagi.

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. Di industri, sumber radioaktif umumnya digunakan untuk mengukur ketebalan bahan, densitas bahan, menentukan tinggi permukaan cairan dalam suatu wadah tertutup dan banyak lagi. Sedangkan pemanfaatan di Rumah Sakit antara lain untuk diagnosis dan radiotherapy.  Selain itu kegiatan penelitian dan pengembangan khususnya di BATAN juga memanfaatkan zat radioaktif. Hingga saat ini terdapat lebih dari 300 perusahaan atau institusi yang terdaftar sebagai pengguna zat radioaktif.  Zat radioaktif yang sudah tidak digunakan lagi tentu harus dikelola dengan baik.  



Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong, dan PTLR bertugas melaksanakan kendali terhadap sistem proteksi radiasi Kawasan Nuklir Serpong (KNS) yang terdiri dari 10 satuan kerja dan 1 BUMN.  Wilayah Indonesia yang sebagian besar adalah laut menuntut adanya suatu baseline data radioaktivitas lingkungan kelautan yang dapat memberikan kontribusi  bagi sistem keselamatan lingkungan secara nasional. Limbah radioaktif adalah bahan yang tidak dimanfaatkan lagi dan bersifat radioaktif serta mengandung potensi bahaya radiasi. Karena sifatnya itu pengelolaan limbah radioaktif menjadi strategis dan diawasi oleh Badan Pengawas untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap pekerja, anggota masyarakat dan lingkungan hidup.