Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Layanan Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Pengumpulan, Pengelompokan, Pengolahan & Penyimpanan

PTLR berkomitmen meningkatkan layanan pengelolaan limbah radioaktif memenuhi harapan pelanggan. .....

Selengkapnya...

Serpong, 18 Juni 2015

 “Regional Workshop on The Principle of Spent Fuel And Radioactive Waste Management” yang diselenggarakan pada tanggal 8-12 Juni 2015 di Bangkok, Thailand, selama 5 (lima) hari.  Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui satuan kerjanya yaitu : Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) telah mengirimkan wakilnya : Sdr. Arifin, ST dari Bidang Pengelolaan Limbah  untuk menghadiri pertemuan ” Regional Workshop on The Principle of Spent Fuel And Radioactive Waste Management”, pertemuan ini dihadiri dari beberapa negara : Cina, Banglades,  Indonesia, Malaysia, Vietnam, Philipina dan Thailand sebagai tuan rumah, jumlah peserta 25 orang. Metode yang diberikan : Presentasi, diskusi dan latihan.

(Serpong 15 Juni 2015). Pusat Teknologi Limbah Radioaktif menyelenggarakan Safety Toolbox Meeting : Keselamatan Instalasi Kelistrikan dengan mengundang pemateri dari HSE Indonesia. Adpun pemateri yang diundang yaitu M. Damawan, MKKK, Ir. Kristanto, Ir. Suriansyah. Kegiatan ini dihadiri oleh pegawai PTLR, perwakilan PSTNT, PRSG, PTBBN, PTBIN dan PSTBM. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pentingnya pengetahuan tentang Keselamatan Instalasi Kelistrikan.

(Serpong, 09 Juni 2015). Dalam rangka Pelatihan 5R di  Pusat Teknologi Limbah Radioaktif  (PTLR) – BATAN  pada hari Senin tanggal 08-12 Juni 2015 selama 5 (lima) hari,  bertempat di Gd. 50 PTLR-BATAN.  Pelatihan 5R  adalah Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin. Pelatihan tersebut dihadiri oleh pegawai PTLR BATAN, masing-masing bidang mengirimkan wakilnya. Sambutan disampaikan oleh Ir. Suryantoro, MT (Kepala Pusat Teknologi Limbah Radioaktif) menyampaikan bahwa PTLR adalah satu-satunya satker BATAN yang mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia, maka diadakanlah  pelatihan tersebut karena sangat bermanfaat untuk pegawai yang mengelola limbahradioaktif, limbah tersebut diolah secara baik dan benar agar tidak mencemari diarea kerja  seperti : di laboratorium, gudang penyimpanan limbah dll supaya tertata dengan rapi, bersih, aman dan nyaman. Selanjutnya  pengarahan  dan sekaligus  pembukaan  pelatihan 5R  dibuka oleh  Sekretaris  Utama  BATAN   (Ir. Falconi Margono, MM) menyampaikan Dalam rangka Reformasi Birokrasi BATAN  setiap satker mengupayakan untuk menyelenggarakan “Pelatihan 5R” setiap satuan kerja mengharapkan suatu lingkungan kerja selalu bersih, rapi, dan tiap-tiap personelnya mempunyai konsistensi dan disiplin diri sehingga mampu mendukung terciptanya tingkat efisiensi dan produktifitas.

(Serpong, 05 Juni 2015) “International Training Course On The Physical Protection Of Nuclear Material and Nuclear Facilities”yang diselenggarakan pada tanggal 19 April -8 Mei 2015, selama 3 (tiga) minggu, di New Mexico, Amerika Serikat. Dalam meningkatkan SDMnya Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui satuan kerjanya yaitu : Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) telah mengirimkan wakilnya yaitu : Sdr. Abdul Malik staf Unit Pengamanan Nuklir BATAN untuk menghadiri pertemuan International training course on Physical Protection of Nuclear Material and Nuclear Facilities tersebut. Pertemuan ini dihadiri dari berbagai negara termasuk Indonesia yang di undang oleh IAEA. Metode : Presentasi dan Diskusi, pertemuan ini merupakan forum komunikasi dan tukar menukar pendapat antar negara serta menambah ilmu pengetahuan tentang sistem proteksi fisik dan bahan nuklir dari tiap-tiap negara sesuai dengan standart dari IAEA. 

(Serpong,  01 Juni 2015). Dalam rangka mensosialisasikan iptek nuklir di Indonesia,  Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima kunjungan dari Peserta Pelatihan Orientasi Pegawai Baru BATAN, pada tanggal 21 Mei 2015 sebanyak 83 orang. Pengunjung tiba di Gd. 50 PTLR, pada pukul 13.00 WIB dan di sambut oleh Pemandu PTLR  terdiri : M. Cecep Cepi H, S.ST, Rukiaty, Irwan Santoso,M.Si, Marhaeni Joko P, Imam Sasmito, Heru Sri W, Dyah Sulistyani R dan Agustinus M. Pengunjung di terima di Lobi PTLR Gd.50,  rombongan langsung diberi penjelasan oleh Pemandu mengenai visi, misi PTLR, serta Kegiatan PTLR yang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah di bawah BATAN yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia. Pemandu juga menjelaskan tentang pengertian limbah radioaktif, jenis-jenis radioaktif, asal usul limbah radioaktif dan proses pengelolaannya. Selain itu pemandu menjelaskan mengenai fasilitas-fasilitas yang ada di PTLR diantaranya evaporator, kompaktor, insenerator dan lain-lain. Pemandu juga menjelaskan bahwa PTLR tidak hanya berkonsentrasi terhadap pengelolaan limbah radioaktif saja namun juga sangat peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Pemandu juga menjelaskan bahwa selain PTLR melaksanakan tupoksinya, PTLR didukung oleh Sarana dan Prasana Utama yaitu : Instalasi Limbah Radioaktif dan 2 gedung Penyimpanan limbah dan gedung penyimpanan limbah aktivitas tinggi : gedung penyimpanan limbah B3 dan gedung penyimpanan Bahan Bakar Nuklir Bekas KH-IPSB3 (Kanal Hubung Instalasi Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas).  pemandu memberikan penjelasan kepada pengunjung mengenai cara pemrosesan pengolahan limbah cair dengan evaporator, cara pencucian (Loundry) dan cara pengolahan limbah padat secara kompaksi maupun insenerasi, serta penyimpanan limbah dan keselamatan lingkungan. Pengunjung kemudian  dilanjutkan dengan kunjungan ke Instalasi limbah radioaktif dan pengunjung mendapat penjelasan  secara rinci dari pemandu.