Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Layanan Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Pengumpulan, Pengelompokan, Pengolahan & Penyimpanan

PTLR berkomitmen meningkatkan layanan pengelolaan limbah radioaktif memenuhi harapan pelanggan. .....

Selengkapnya...

Serpong,  20 April 2015

 

“Technical Meeting on Methodologies for Source Term Assessment  for Decommissioning” pada tanggal 26-28 Januari 2015 , selama 3 (tiga) hari. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui satkernya yaitu Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mengirimkan wakilnya  Sdri. Endang Nuraeni Staf Bidang Teknologi Pengolahan dan Penyimpanan Limbah (BTPPL) untuk menghadiri Technical  Meeting Methodologies for Source Term Asses for Decommissioning bertempat di Vienna, Austria. Pertemuan ini dihadiri dari beberapa Negara, jumlah peserta ada 16 orang.Tujuan diadakan pertemuan ini adalah untuk menerima masukan-masukan dan memberikan informasi kepada Negara-negara anggota IAEA tentang pemilihan metodelogi yang digunakan untuk pengkajian sumber-sumber yang timbul dari kegiatan dekomissioning. Fokus utama yang dibahas dalam dokumen tersebut adalah penentuan metodelogi yang tepat untuk menghitung material teraktivasi yang diperlukan dalam menentukan karakterisasi material, perencanaan proses dekomissioning dan repostori limbah yang tepat.  Pertemuan ini dibuka oleh Mr. D. Reisenweaver (Enercon Federal Service, Inc, USA) kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tujuan meeting dan agenda meeting.

Materi-materi yang dipresentasikan antara lain :

  1. IAEA Programme on Decommissioning (Mr. V. Ljubenov dari IAEA)
  2. Assessment of Source Term for Decommissioning Purposes (Mr.S. Czifrus, BUTE, dari Hungary)

          - Needs for Assessment of Source term for Decommissioning

          - Input data needed

           - Process of Modelling and Calculations

           - Results of Calculations

  1.  Draft Report “ Methodologies for Source Term Assessment for Decommissioning” ( Mr. D. Reisen- weaver, Enercon Federal Services, Inc, dari USA).

           - Reasons for development, purpose.

           - History of development

           - Current structure and content

  1. Presentation of the Member States‘ comments to the draft report

           - Presentation time per country will depend on the total number of comments received and the  number of comments

             provided by a country

           - Member States are expected to present summaries of their comments and to explain the  background for the

           - Short discussion will follow each Member state presentation

  1. Presentation of the Member States’ comments to the draft report
  2. Summary of the Day 1 (Chairman)
  3. Presentation of the Member States’ comments to the draft report
  4. Summary of the Day 2 (Chair)
  5. Presentation of the Member States’ comments to the draft report
  6. General discussion of the draft report
  7. Summary of the Member States Comments and futher steps in finalizing the report (V. Ljubeno, dari IAEA)
  8. Closing remarks-IAEA (chair)

Presentasi yang disampaikan oleh penyaji kepada peserta sangat bermanfaat dan peserta antusias sekali  terhadap pertemuan tersebut,  terlihat banyaknya masukan-masukan yang berikan oleh peserta  dan akan ditindaklanjuti oleh koordinator pertemuan ini. Dari perwakilan tiap-tiap negara diharapkan untuk mengirimkan hasil perhitungan yang telah dilakukan untuk dilampirkan sebagai contoh perhitungan dalam dokumen.Dari hasil kesimpulan kegiatan tersebut selain menambah wawasan bagi peserta karena dapat mengetahui kondisi dari Negara lain tentang penggunaan computer code  untuk estimasi material teraktivasi dalam kegiatan dekomissioning. (uki)

Serpong, 17 April 2015

Dalam rangka mensosialisasikan iptek nuklir di Indonesia, pada tanggal 08 April 2015 sebanyak 105 orang, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima kunjungan dari Universitas Muhammadiyah HAMKA, Jakarta, pengunjung tiba di Gd. 50 PTLR, pada pukul 13.30 WIB dan di sambut oleh Pemandu PTLR  terdiri : M. Cecep Cepi H, S.ST, Rukiaty, Irwan Santoso,M.Si, Marhaeni Joko P dan Olis Solihin. Pengunjung di terima di Lobi PTLR Gd.50,  rombongan langsung diberi penjelasan oleh Pemandu mengenai visi, misi PTLR, serta Kegiatan PTLR yang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah di bawah BATAN yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia. Pemandu juga menjelaskan tentang pengertian limbah radioaktif, jenis-jenis radioaktif, asal usul limbah radioaktif dan proses pengelolaannya. Selain itu pemandu menjelaskan mengenai fasilitas-fasilitas yang ada di PTLR diantaranya evaporator, kompaktor, insenerator dan lain-lain. Pemandu juga menjelaskan bahwa PTLR tidak hanya berkonsentrasi terhadap pengelolaan limbah radioaktif saja namun juga sangat peduli terhadap lingkungan sekitarnya, hal ini dibuktikan dengan memonitoring lingkungan secara berkala dengan radius pemantauan sejauh 5 km. Pemandu juga menjelaskan bahwa selain PTLR melaksanakan tupoksinya, PTLR didukung oleh Sarana dan Prasana Utama yaitu : Instalasi Limbah Radioaktif dan 2 gedung Penyimpanan limbah dan gedung penyimpanan limbah aktivitas tinggi : gedung penyimpanan limbah B3 dan gedung penyimpanan Bahan Bakar Nuklir Bekas KH-IPS B3 (Kanal Hubung Instalasi Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas).  pemandu memberikan penjelasan secara rinci kepada pengunjung mengenai cara pemrosesan pengolahan limbah cair dengan evaporator, cara pencucian (Loundry) dan cara pengolahan limbah padat secara kompaksi maupun insenerasi, serta penyimpanan limbah dan keselamatan lingkungan. Pengunjung kemudian  dilanjutkan dengan kunjungan ke Instalasi limbah radioaktif. 

Para pengunjung  antusias sekali mendengarkan penjelasan dari pemandu, hal ini terlihat banyaknya pertanyaan-pertanyaan seputar keterangan atau penjelasan yang disampaikan kepada pemandu  dan  rombongan rata-rata mereka berminat terhadap proses pengolahan limbah cair dengan evaporator dan pengolahan limbah padat dengan kompaksi, serta hubungan penyimpanan limbah dengan keselamatan lingkungannya. Kunjungan berjalan lancar tanpa hambatan dan diakhiri dengan pembagian brosur serta mengisi koesiner PTLR. Kesan-kesan yang disampaikan : selain menambah wawasan  mengenai iptek nuklir, pengunjung  juga  tidak takut lagi dengan radiasi dan kunjungan tersebut sangat bermanfaat bagi pengunjung dan pengunjung merasa senang berkunjung ke PTLR. (uki)

 

Serpong, 16 April 2015

 Technical Meeting on The Security of Radioactive Material in Use and Storage and of Associated Facilities, pada tanggal 30 Maret 2015 s/d 02 April 2015 di Vienna, Austria, selama 4 (empat) hari. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui satkernya yaitu Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mengirimkan wakilnya yaitu :  Sdr. Ade Rustiadam (sebagai Ka. Unit Pengamanan Nuklir  PTLR) untuk menghadiri pertemuan tersebut yang diselenggarakan oleh IAEA dan pertemuan ini dihadiri dari berbagai negara. Pertemuan ini dibuka oleh Mr. K. Mrabit dari IAEA dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa pentingnya rancangan panduan pelaksanaan sebagai dokumen kunci dalam Keamanan Nuklir Series, serta beliau memberikan informasi mengenai dimulainya masa jabatan kedua tentang “Komite Bimbingan Keamanan Nuklir” tepatnya pada bulan Juni 2015. Kegiatan Technical Meeting adalah: presentasi dan diskusi.

 Materi-materi yang disampaikan dalam kegiatan technical meeting sebagai berikut :

  1. Walkthrough of Draft Document: Section 1 (Mr. Kristof Horvath )
  2. Walkthrough of Draft Document: Section 2 ( Julie Murray)
  3. Walkthrough of Draft Document: Sectios 3.1-3.10 (State Responsilities) (Fred Morris)
  4. Walkthrough of Draft Document: Sections 3.11-3.16 (State, Regulator, Operator Responsibilities)(Fred Morris)
  5. Walkthrough of Draft Document: Sections 3.17-3.24 (Threat Assessment) ( Kristof Horvath)
  6. Walkthrough of Draft Document: Sections 3.25-3.35 (Gus Potter)
  7. Walkthrough of Draft Document: Sections 4 (Christian Brouse)
  8. Walkthrough of Draft Document: Sections 5.1 (Guillaume Belot)
  9. Walkthrough of Draft Document: Sections 5.2 (Ralf Stegemann, Ingo Schwering)
  10. Walkthrough of Draft Document: Sections 5.3 (Paul Goldberg)
  11. Walkthrough of Draft Document: Sections 6.1,6.2,6.3 (Faiesal Ali, Tatiana Makarchuk)

   Presntasi lain pada kegiatan tertentu berhubungan dengan bahan radioaktif sebaikut :

  1. Isaksson dari IAEA : secara singkat disampaikan tentang Kemajuan Perkembangan Revisi NSS No.9 yaitu : Keamanan Zat Radioaktif  pada Transportasi.
  2. T. Rowland dari IAEA : memberikan presentasi tentang Kemajuan Pengembangan publikasi yang berkaitan dengan informasi dan keamanan komputer pada umumnya dan berkaitan dengan keamanan bahan radioaktif.

 Selain itu para peserta technical meeting membahas topik-topik khusus yang diajukan :

  1. Pedoman kemungkinan penyebaran sengaja ke udara dan terhirup sebagai cara di mana bahan radioaktif dapat disalah gunakan harus ditambah dalam prosedur tersebut.
  2. Kebutuhan persyaratan untuk Kontraktor keamanan yang terlibat dalam pemeliharaan, offsite respond an lain-lain.
  3. Tingkat Detail Bimbingan sehubungan dengan teknologi alternative
  4. Masalah panduan keselamatan keamanan fasilitas memperkerjakan pegawai /staf dalam jumlah yang sedikit
  5. Klasifikasi rencana respon sebagai bagian dari rencana keamanan atau sebagai dokumen yang terpisah: Klarifikasi terminology juga dicari karena “contingency plant” istilah yang digunakan di NSS 13 danrencana respon digunakan di NSS 14.

 Diskusi terbuka tentang kebutuhan lebih lanjut panduan IAEA dalam kaitannya dengan keamanan bahan radioaktif  yang akan berguna :

  1. Pelatihan bagi aparat keamanan
  2. Penilaian kerentanan yang berkaitan dengan sumber radiasi
  3. Evaluasi efektivitas sistem keamanan
  4. Langkah-langkah keamanan dalam kasus situasi darurat
  5. Formulir dan daftar periksa untuk digunakan dilapangan oleh regulator keamanan
  6. Mengambil pendekatan terpadu terhadap keselamatan dan keamanan selama transportasi
  7. Integrasi NSS13 dan NSS14 dalam rezim keamanan nasional
  8. Persyaratan untuk kontraktor keamanan
  9. Kriteria untuk mengklasifikasi kan informasi, identifikasi informasi sensitif
  10. Panduan Pengelolaan dokumentasi IAEA, dokumen IAEA dengan sistem pengkodean di bidang
  11. keselamatan dan keamanan untuk mengidentifikasi menghubungkan dokumen dan berbagai tingkat dokumen (yaitu rekomendasi, penerapan dan panduan teknis)
  12. Demonstrasi pada implementasi praktis dari NSS11

 Dari hasil kesimpulan dalam kegiatan ini  adalah selain menambahkan wawasan mengenai sistem keamanan zat radioaktif, manajemen keamanan radioaktif dan mengenai keamanan transportasi untuk zat radioaktif,  peserta  merasa bahwa rancangan pelaksanaan panduan cocok untuk membantu negara-negara anggota IAEA dengan pembentukan dan perbaikan lebih lanjut dari sistem peraturan mereka untuk keamanan bahan radioaktifnya. (uki).

 

.

 

(Serpong, 08 April 2015).  Dalam rangka mensosialisasikan iptek nuklir di Indonesia, , Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima kunjungan mahasiswa UIN Sunan Gunung Jati, Bandung, pada tanggal 07 April 2015 sebanyak 10 orang. Mahasiswa tiba di Gedung 50 PTLR pada pukul 12.00 WIB dan di sambut oleh Pemandu PTLR terdiri : M. Cecep Cepi H, S.ST, Rukiaty, Irwan Santoso,M.Si, Marhaeni Joko P, Ir. Dyah Sulistyani R, Adi Wijayanto dan Asmuri. Mahasiswa langsung diberi penjelasan oleh Pemandu mengenai tupoksi PTLR, visi dan misinya serta Kegiatan PTLR yang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah di bawah BATAN yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia yaitu untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap manusia dan lingkungan serta melaksanakan pemantauan lingkungan untuk mendukung iptek nuklir yang selamat.

(Serpong, 9 April 2015).  “National Training Course on Radioactive Waste Management-Principles and Practices”, pada tanggal 30 Maret 2015 s/d 01 April 2015 di Cambodia, selama 3 (tiga) hari. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui satkernya yaitu Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mengirimkan wakilnya Sdr. Ir. Suryantoro, MT, (Ka. PTLR) untuk mengajar sebagai expert IAEA di “ National Training Course on Radioactive Waste Management-Principles and Practices”. Peserta yang hadir dalam diklat tersebut dari berbagai kementrian antara lain : Kementrian Pertambangan dan Energi, Kementrian Lingkungan, dan Kementrian Industri dan Kerajinan tangan juga hadir. Dari beberapa peserta datang dari Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Keuangan dan 2 peserta dari rumah sakit.