Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Layanan Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Pengumpulan, Pengelompokan, Pengolahan & Penyimpanan

PTLR berkomitmen meningkatkan layanan pengelolaan limbah radioaktif memenuhi harapan pelanggan. .....

Selengkapnya...

(Serpong, 27 Maret 2015) Dalam rangka meningkatkan SDM Petugas Proteksi Radiasi, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mengirimkan 3 stafnya dari Bidang Keselamatan Kerja dan Operasi untuk mengikuti “Pelatihan Penyegaran Petugas Proteksi Radiasi Instalasi Nuklir” yang diselenggarakan pada tanggal 16-20 Maret 2015 di Pusdiklat, peserta pada umumnya dari lingkungan BATAN. Tujuan pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan personel di bidang proteksi radiasi, agar mampu menerapkan prinsip proteksi radiasi dalam pemanfaatan tenaga nuklir di Instalasi nuklir serta mempersiapkan peserta untuk memperoleh Surat Ijin Bekerja sebagai petugas radiasi yang dikeluarkan oleh BAPETEN sebagai Badan Pengawas Tenaga Nuklir. Dari hasil setelah mengikuti pelatihan diharapkan peserta dapat meningkatkan kualitas, kemampuan dan keterampilannya dalam menerapkan proteksi radiasi di Bidang Instalasi nuklir tersebut akan lebih baik dan peserta yang bertugas harus ada SIB dari BAPETEN. (uki)

(Serpong, 19 Maret 2015). Dalam rangka untuk menertibkan dan menyeragamkan pembuatan Tata naskah dinas dan pengelolaan kearsipan sesuai dengan pedoman di BATAN. Bagian Tata Usaha PTLR mengadakan “Bimbingan Teknis Tata Persuratan dan Tata Kearsipan” yang diselenggarakan pada tanggal 17-18 Maret 2015 selama 2 (dua) hari, di Gd.50 Lt.2 PTLR. Peserta PTLR dari Bagian Tata Usaha dan perwakilan Bidang/Unit dilingkungan PTLR yang menangani bagian administrasi, jumlah peserta sebanyak 38 (tiga puluh delapan) orang terdiri dari : BTU, BTPPL, BPL, BPFL , BK2O, UJM dan UPN, untuk mengikuti Bimtek tersebut, Bimtek ini dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Ibu Lestari Widowati, SE) mewakili Kepala PTLR yang berhalangan hadir.

(Serpong, 17 Maret 2015). Sebanyak 55 orang, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima kunjungan dari Universitas Darma Persada, Jakarta, dalam rangka mensosialisasi kan iptek nuklir di Indonesia. pengunjung tiba di Gd. 50 PTLR, pada pukul 13.30 WIB dan di sambut oleh Pemandu PTLR terdiri : M. Cecep Cepi H, S.ST, Rukiaty, Imam Sasmito, Irwan Santoso,M.Si, Marhaeni Joko P, Ir. Dyah Sulistyani R dan Agustinus M, ST. Pengunjung di terima di Lobi PTLR Gd.50, rombongan langsung diberi penjelasan oleh Pemandu mengenai visi, misi PTLR, serta Kegiatan PTLR yang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah di bawah BATAN yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia. Pemandu juga menjelaskan secara rinci tentang pengertian limbah radioaktif, jenis-jenis radioaktif, asal usul limbah radioaktif dan proses pengelolaannya. Selain itu pemandu menjelaskan mengenai fasilitas-fasilitas yang ada di PTLR diantaranya evaporator, kompaktor, insenerator dan lain-lain. Pemandu juga menjelaskan bahwa PTLR tidak hanya berkonsentrasi terhadap pengelolaan limbah radioaktif saja namun juga sangat peduli terhadap lingkungan sekitarnya, hal ini dibuktikan dengan memonitoring lingkungan secara berkala dengan radius pemantauan sejauh 5 km. Pemandu juga menjelaskan bahwa selain PTLR melaksanakan tupoksinya, PTLR didukung oleh Sarana dan Prasana Utama yaitu : Instalasi Limbah Radioaktif dan 2 gedung Penyimpanan limbah dan gedung penyimpanan limbah aktivitas tinggi : gedung penyimpanan limbah B3 dan gedung penyimpanan Bahan Bakar Nuklir Bekas KH-IPS B3 (Kanal Hubung Instalasi Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas). pemandu memberikan penjelasan secara rinci kepada pengunjung mengenai cara pemrosesan pengolahan limbah cair dengan evaporator, cara pencucian (Loundry) dan cara pengolahan limbah padat secara kompaksi maupun insenerasi, serta penyimpanan limbah dan keselamatan lingkungan. Pengunjung kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Instalasi limbah radioaktif.

(Serpong, 10 Maret 2015). Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) mengirim 3 orang stafnya : 1. L. Kwin Pudjiastuti, S.KM, 2. M. Cecep Cepi Hikmat, S.ST, 3. Agustinus M, ST, untuk mengikuti “Pelatihan untuk Pelatih : Penyiapan Bahan Ajar” yang diselenggarakan pada tanggal 2 Maret 2015 s/d 6 Maret 2015 di Pusdiklat-BATAN, masing-masing satker mengirimkan stafnya untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Tujuannya mengikuti pelatihan tersebut adalah : pengusaan materi oleh pengajar (Material Expert), kemampuan mengajar ( Transfer Expert) , dan kualitas bahan ajar (Teaching Material). Untuk Material Expert sudah ada pada pengajar yang didapat pada saat pengajar mengikuti pendidikan formal yaitu : mengikuti Pelatihan Teknik Mengajar, walaupun pada pelatihan ilmu dasar dan sifatnya masih teoritis dan secara kedalaman masih belum mencukupi untuk dapat membuat bahan pengajaran yang efektif. Untuk itu para pengajar masih memerlukan pelatihan yang lebih menekankan kegiatan praktek untuk dapat menyiapkan bahan ajar yang efektif antara lain : Diktat, tayangan dan soal evaluasi belajar.

(Serpong, 09 Maret 2015).  “Regional Workshop on Management Options for Disused Sealed Radioactive Sources of Category 3-5, Including A Practical Demontration of Conditioning Procedures”, diselenggarakan tanggal 24-27 Februari 2015 di Philipina, selama 4 (empat) hari. Badan Tenaga Nuklir (BATAN) melalui Satuan kerjanya yaitu : Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) - BATAN telah mengirimkan 3 stafnya : Sdr. Moch. Romli, Ajrieh Setyawan, M. Ramdan untuk menghadiri pertemuan tersebut. Pertemuan ini dihadiri oleh Negara13 antara lain : Indonesia, Bangladesh, Cambodia, Iraq, Malaysia, Iran, Mongolia, Myanmar, Oman, Pakistan, Thailand, Vietnam dan Philipina sebagai tuan rumah penyelenggaraan regional workshop tersebut.  Tujuan Pertemuan ini adalah : untuk meningkatkan keahlian dan kemampuan mengenai manajemen sumber radioaktif terbungkus katagori 3-5, serta untuk meningkatkan keterampilan tentang bagaimana cara penanganan dan metode kondisioning yang dilakukan pada saat praktek prosedur kondisioning sumber terbungkus.