Slide item 1

PTLR-BATAN Menerima Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Seluruh Indonesia

Di Indonesia zat radioaktif dimanfaatkan khususnya oleh industri dan rumah sakit. .....

Selengkapnya...
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam Pengelolaan Limbah Radioaktif

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam kegiatan fasilitas nuklir di Serpong .....

Selengkapnya...
Slide item 3

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Limbah Radioaktif di Indonesia adalah PTLR-BATAN

Dalam UU No.10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, bahwa Pengelolaan Limbah Radioaktif dilaksanakan oleh Badan Pelaksana .....

Selengkapnya...
Slide item 4

Layanan Pengelolaan Limbah Radioaktif dari Pengumpulan, Pengelompokan, Pengolahan & Penyimpanan

PTLR berkomitmen meningkatkan layanan pengelolaan limbah radioaktif memenuhi harapan pelanggan. .....

Selengkapnya...

(Serpong, 26 Februari 2015) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) BATAN, dalam rangka mensosialisasi iptek nuklir di Indonesia menerima kunjungan Mahasiswa ITI, Serpong, pada tanggal 25 Februari 2015 sebanyak 44 orang. Rombongan tiba di Gd. 50 PTLR, pada pukul 11.30 WIB dan di sambut oleh Pemandu PTLR terdiri : Dyah S.R, Imam Sasmito, Imam Sasmito, Rukiaty dan A. Malik. Rombongan di terima di Lobi PTLR Gd.50 dan langsung diberi penjelasan oleh Pemandu mengenai Tupoksi PTLR yaitu : melaksanakan litbang dan layanan pengelolaan limbah radioaktif untuk mencegah timbulnya bahaya radiasi terhadap manusia dan lingkungan, serta melaksanakan pemantauan lingkungan, untuk mendukung pemanfaatan iptek nuklir yang selamat. Pemandu juga menjelaskan visi, misi PTLR yaitu menjadi sentra pengembangan teknologi dan pelayanan pengelolaan limbah radioaktif . Dan Misinya adalah Meningkatkan penguasaan teknologi pengelolaan limbah radioaktif dengan cara melaksanakan penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi sesuai dengan kebutuhan perkembangan teknologi, peraturan perundangan dan persyaratan, Meningkatkan kualitas layanan pengelolaan limbah radioaktif secara selamat, aman, handal dan berwawasan lingkungan bagi pemangku kepentingandengan cara menerapkan standar layanan dan SMM pengolahan limbah radioaktif serta Meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat pada pengelolaan limbah radioaktif dengan cara melaksanakan pembinaan pengelolaan limbah radioaktif.

(Serpong, 25 Februari 2015). Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima kunjungan dari Universitas Islam Bandung, pada tanggal 17 Februari 2015 sebanyak 5 orang, dalam rangka mensosialisasi kan iptek nuklir di Indonesia. pengunjung tiba di Gd. 50 PTLR, pada pukul 13.30 WIB dan di sambut oleh Pemandu PTLR terdiri : M. Cecep Cepi H, S.ST, Rukiaty dan Kamal. Pengunjung di terima di Lobi PTLR Gd.50, rombongan langsung diberi penjelasan oleh Pemandu mengenai visi, misi PTLR, serta Kegiatan PTLR yang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah di bawah BATAN yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia. Pemandu juga menjelaskan secara rinci tentang pengertian limbah radioaktif, jenis-jenis radioaktif, asal usul limbah radioaktif dan proses pengelolaannya. Selain itu pemandu menjelaskan mengenai fasilitas-fasilitas yang ada di PTLR diantaranya evaporator, kompaktor, insenerator dan lain-lain. Pemandu juga menjelaskan bahwa PTLR tidak hanya berkonsentrasi terhadap pengelolaan limbah radioaktif saja namun juga sangat peduli terhadap lingkungan sekitarnya, hal ini dibuktikan dengan memonitoring lingkungan secara berkala dengan radius pemantauan sejauh 5 km. Pemandu juga menjelaskan bahwa selain PTLR melaksanakan tupoksinya, PTLR didukung oleh Sarana dan Prasana Utama yaitu : Instalasi Limbah Radioaktif dan 2 gedung Penyimpanan limbah dan gedung penyimpanan limbah aktivitas tinggi : gedung penyimpanan limbah B3 dan gedung penyimpanan Bahan Bakar Nuklir Bekas KH-IPS B3 (Kanal Hubung Instalasi Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas). pemandu memberikan penjelasan secara rinci kepada pengunjung mengenai cara pemrosesan pengolahan limbah cair dengan evaporator, cara pencucian (Loundry) dan cara pengolahan limbah padat secara kompaksi maupun insenerasi, serta penyimpanan limbah dan keselamatan lingkungan. Pengunjung kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Instalasi limbah radioaktif.

(Serpong, 19 Pebruari 2015). Pusat Teknologi Limbah Radioaktif menyelenggarakan workshop budaya keselamatan dalam rangka mengisi kegiatan di bulan K3. Kegiatan ini mengambil tema Analisis Akar Penyebab Kecelakaan (Root Cause Analysis). Adapun peserta dalam kegiatan ini adalah pejabat eselon IV dari semua bidang, penggiat K3 satker lain. Pembicara dalam workshop budaya keselamatan yaitu Yuni Kusminanti, SKM, Msi. dari Universitas Indonesia. Dalam acara ini dilakukan juga praktikum Analisis Akar Penyebab Kecelakaan (Root Cause Analysis). Ir. Suryantoro, MT, selaku Kepala PTLR memberikan sambutan dan membuka acara ini. Dalam sambutannya, Kepala PTLR menyampaikan bahwa Setelah Workshop Analisis Akar Penyebab Kecelakaan (Root Cause Analysis), diharapkan peserta dapat menganalisa dan menentukan penyebab kecelakaan yang sebenarnya sehingga dapat dibuat tindakan koreksi.

(Serpong, 9 Februari 2015) Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) menerima kunjungan dari Mahasiswa Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB), dalam rangka mensosialisasi kan iptek nuklir di Indonesia. Rombongan tiba di Gd. 50 PTLR, pada pukul 11.30 WIB dan di sambut oleh Pemandu PTLR terdiri : Irwan Santoso, M.Si,   Rukiaty, Imam Sasmito, Ir. Dyah Sulistyani R, Heru Sriwahyuni, S.ST, M. Djoko P dan Agustinus M. Rombongan di terima di Lobi PTLR Gd.50, rombongan langsung diberi penjelasan oleh Pemandu mengenai visi, misi PTLR, serta Kegiatan PTLR yang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah di Indonesia di bawah BATAN yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengelola limbah radioaktif dari seluruh Indonesia. Pemandu juga menjelaskan secara rinci tentang pengertian limbah radioaktif, jenis-jenis radioaktif, asal usul limbah radioaktif dan proses pengelolaannya. Selain itu pemandu menjelaskan mengenai fasilitas-fasilitas yang ada di PTLR diantaranya evaporator, kompaktor, insenerator dan lain-lain. Pemandu juga menjelaskan bahwa PTLR tidak hanya berkonsentrasi terhadap pengelolaan limbah radioaktif saja namun juga sangat peduli terhadap lingkungan sekitarnya, hal ini dibuktikan dengan memonitoring lingkungan secara berkala dengan radius pemantauan sejauh 5 km. Pemandu juga menjelaskan bahwa selain PTLR melaksanakan tupoksinya, PTLR didukung oleh Sarana dan Prasana Utama yaitu : Instalasi Limbah Radioaktif dan 2 gedung Penyimpanan limbah dan gedung penyimpanan limbah aktivitas tinggi : gedung penyimpanan limbah B3 dan gedung penyimpanan Bahan Bakar Nuklir Bekas KH-IPS B3 (Kanal Hubung Instalasi Penyimpanan Sementara Bahan Bakar Bekas). pemandu memberikan penjelasan secara rinci kepada rombongan mengenai cara pemrosesan pengolahan limbah cair dengan evaporator, cara pencucian (Loundry) dan cara pengolahan limbah padat secara kompaksi maupun insenerasi, serta penyimpanan limbah dan keselamatan lingkungan. Rombongan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Tempat Penyimpanan Limbah Radioaktif Sementara (IS1) dan pemandu juga menerangkan tentang cara penyimpanan limbah radioaktif semantara yang di tata secara teratur, rapih dan apik oleh PTLR.