Slide item 1

Faktor keselamatan terhadap para pekerjanya selalu menjadi prioritas utama sehingga setiap pekerja wajib menggunakan dosimeter film atau dosimeter termoluminisensi (TLD) saat bertugas

Slide item 2

Faktor manusia serta budaya keamanan adalah faktor yang sangat penting dalam menjamin keamanan di fasilitas, infrastruktur, transportasi bahan nuklir dan keselamatan personil itu sendiri.

Motto
 Layanan Prima untuk Keselamatan Pekerja, Masyarakat dan Lingkungan
 
Visi 
 Menjadi pusat acuan nasional dan regional di bidang teknologi keselamatan dan metrologi radiasi serta aplikasi teknologi nuklir bidang kesehatan.

Misi
Dalam pencapaian Visi tersebut PTKMR menetapkan 3 (tiga) misi sebagai berikut:
  1. Melaksanakan penelitian, pengembangan, teknologi keselamatan dan metrologi radiasi serta aplikasi teknologi nuklir bidang kesehatan dan lingkungan
  2. Melaksanakan layanan di bidang keselamatan dan metrologi radiasi
  3. Menempatkan keselamatan kerja dan kesehatan (K3) sebagai prioritas utama dalam pemanfaatan iptek nuklir

Tujuan
Meningkatkan hasil penelitian dan pengembangan kesehatan, keselamatan dan metrologi radiasi yang bermutu tinggi serta layanan masyarakat yang prima.
 
Sasaran Strategik
Diperoleh hasil penelitian dan pengembangan biomedika nuklir, keselamatan dan metrologi radiasi.

Prinsip

  1. Pengembangan, pengkajian, penerapan, dan pelayanan di bidang keselamatan dan metrologi radiasi berbasis sistem mutu.
  2. Keselamatan, keamanan, dan kesehatan adalah hak yang paling dasar dari setiap warga Negara Indonesia.
  3. Budaya Keselamatan Kerja dan Kesehatan (K3) sebagai budaya kerja.
  4. Budaya hemat bahan, hemat peralatan, dan sadar lingkungan

Nilai-nilai

  • Jujur, disiplin, terbuka, tanggung jawab, visioner, kreatif, inovatif, excellent, aktualisasi diri, adil, kerjasama dan peduli.
  • Pencapaian tingkat kinerja yang bermanfaat bagi masyarakat.
  • Berpegang kepada 5 (lima) pedoman BATAN yaitu berjiwa pionir, bertradisi ilmiah, berorientasi industri, mengutamakan keselamatan, dan komunikatif.

Struktur Organisasi

Bidang PTKMR:

  • Bagian Tata Usaha
  • Bidang Dosimetri
  • Bidang Metrologi Radiasi
  • Bidang Keselamatan dan Kesehatan
  • Bidang Teknik Nuklir Kedokteran
  • Bidang Biomedika

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, PTKMR didukung oleh enam unit kerja eselon III yang  terdiri dari :

  1. Bagian administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan PTKMR dan terdiri dari tiga unit kerja eselon IV, yaitu :
    • a. Sub bagian PKDI
    • b. Sub bagian Keuangan
    • c. Sub bagian perlengkapan
  2. Bidang Dosimetri, mempunyai tugas melaksanakan litbang di bidang dosimetri yang terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam tiga kelompok,yaitu :
    • a. Kelompok Dosimetri Personal dan Lingkungan
    • b. Kelompok Standardisasi Radionuklida dan Kalibrasi Radiasi
    • c. Kelompok Dosimetri Aplikasi Medik
  3. Bidang Biomedika, mempunyai tugas melaksanakan litbang di bidang biomedika nuklir yang terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam dua Tata Usaha, mempunyai tugas memberikan pelayanan kelompok, yaitu :
    • a. Kelompok Radiobiologi
    • b. Kelompok Biomedika Nuklir
  4. Bidang Teknik Nuklir Kedokteran, mempunyai tugas melaksanakan litbang teknik nuklir di bidang kedokteran yang terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu :
    • a. Kelompok in vivo
    • b. Kelompok in vitro
  5. Bidang Metrologi Radiasi, mempunyai tugas melaksanakan pelayanan di bidang metrologi radiasi dan terdiri dari tiga unit eselon IV, yaitu :
    • a. Sub bidang Standardisasi
    • b. Sub bidang Kalibrasi
    • c. Sub bidang Instrumentasi
  6. Bidang Keselamatan,mempunyai tugas melaksanakan pengendalian keselamatan kerja dan pelayanan kesehatan dan terdiri dari tiga unit eselon IV, yaitu :
    • a. Sub bidang Proteksi Radiasi dan Keselamatan Kerja
    • b. Sub bidang Pelayanan Kesehatan dan Keselamatan Nuklir
    • c. Sub bidang Keselamatan Lingkungan

struktur

Sejarah Singkat

Ditinjau dari sejarah dan perkembangannya, Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) BATAN sebagai unit eselon II di lingkungan Deputi Penelitian Dasar dan Terapan telah mengalami beberapa kali tahapan mulai dari tahap penyiapan dan tahap penyempurnaan organisasi. Hal ini sejalan perkembangan organisasi BATAN.

Tahap Penyiapan (1974-1978)

Tahun
Uraian
1974
Pembentukan proyek Standardisasi, Kalibrasi dan Instrumentasi (Proyek SKIN) yang mempunyai tugas utama mendirikan Laboratorium Kalibrasi dan Standardisasi.
1978
Proyek SKIN diperluas menjadi Proyek Peningkatan Keselamatan Radiasi untuk Kesehatan Masyarakat (Proyek PPKR) dengan tugas utama membangun dan mengoperasikan laboratorium acuan nasional di bidang keselamatan. PPKR ini berperan sebagai embrio terbentuknya Pusat Dosimetri dan Standardisasi (PDS)

Tahap Penyempurnaan (1980-Sekarang)

Tahun
Uraian
1980
Terbentuknya Pusat Standardisasi dan Dosimetri (PDS) berdasarkan Keppres No. 14 Tahun 1980 yang dijabarkan dalam Surat Keputusan Dirjen BATAN No. 31/DJ/13/IV/1981 Tanggal 13 April 1981. Tanggal 13 April 1981 inilah yang ditetapkan sebagai awal berdirinya unit Pusat Dosimetri dan Standardisasi.
1985
Terbentuknya Pusat Standardisasi dan Penelitian Keselamatan Radiasi (PSPKR) berdasarkan Keppres No. 85 Tahun 1985 yang dijabarkan lebih lanjut dalam Surat Keputusan Dirjen BATAN No. 127/ DJ/XII/1986.
1998
PSPKR disempurnakan menjadi Puslitbang Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir (P3KRBiN) berdasarkan Keppres No. 197 Tahun 1998 yang dijabarkan lebih lanjut dalam Surat Keputusan Dirjen BATAN No. 127/DJ/XII/1986.
2005
Berdasarkan Peraturan Kepala BATAN No. 392/KA/XI/2005 tanggal 24 Nopember 2005, P3KRBiN disempurnakan menjadi Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang dosimetri, biomedika, teknik nuklir kedokteran, dan pelaksanaan pelayanan metrologi radiasi, serta pelayanan pengendalian keselamatan kerja dan kesehatan.