Slide item 1

Faktor keselamatan terhadap para pekerjanya selalu menjadi prioritas utama sehingga setiap pekerja wajib menggunakan dosimeter film atau dosimeter termoluminisensi (TLD) saat bertugas

Slide item 2

Faktor manusia serta budaya keamanan adalah faktor yang sangat penting dalam menjamin keamanan di fasilitas, infrastruktur, transportasi bahan nuklir dan keselamatan personil itu sendiri.

(Jakarta, 14/04/2015). Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar Temu Pelanggan 2015 pada tanggal 14 April 2015 di Gedung Utama, Pusata Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Jl. Lebak Bulus Raya No. 49, Jakarta Selatan. Temu Pelanggan yang mengusung tema Motto Litbang dan Layanan Prima untuk Keselamatan Pekerja, Masyarakat dan Lingkungan merupakan kegiatan yang keenam kalinya.

Sejalan dengan program reformasi birokrasi yang telah dilaksanakan pemerintah, yaitu dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 dan Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 20 Tahun 2010 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014, sejak tahun 2009 BATAN telah menetapkan program reformasi birokrasi sebagai salah satu program prioritas.

(Bandung, 12-13/12/2014). “Sejarah telah mencatat adanya keterkaitan erat BATAN dengan Kementerian Kesehatan, yaitu ketika Presiden Sukarno meresmikan berdirinya Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) pada tahun 1962, mengangkat Gerrit A. Siwabessy (seorang dokter ahli radiologi & radioterapi) sebagai Direktur Jenderal BATAN pertama. Selanjutnya, Presiden Sukarno mengangkat sebagai Menteri Badan Tenaga Atom Nasional pada tahun 1965 dan sebagai Menteri Kesehatan pada tahun 1966.  Pada era tersebut, telah disadari bahwa peran tenaga nuklir di bidang pengobatan sangat penting. Atensi G.A.Siwabessy terhadap hal ini sangat besar, terbukti dengan didirikannya Lembaga Radiologi di Departemen Kesehatan, dirintisnya layanan pengobatan berbasis tenaga nuklir di RSUP. Cipto Mangunkusumo dan di  RSPAD. Gatot Subroto.

Untuk kesekian kalinya, Workshop Spektrometri Gamma IV dan Interkomparasi Pengukuran Aktivitas Sumber Pemancar Gamma Di Lingkungan BATAN telah terselenggara dengan sukses di Wisma BATAN Cipanas, pada tanggal 9 Desember 2014. Tema yang diambil pada kegiatan tahun ini adalah ““Peningkatan Kualitas Pengukuran Menuju Pemanfaatan Teknologi Nuklir Secara Optimal, Aman dan Selamat”. Sebanyak 60 peserta dari 21 Laboratorium yang tersebar pada 11 SATKER di lingkungan BATAN telah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Acara yang dibuka oleh Ka. PTKMR ini didahului dengan Laporan dari Drs. Gatot Wurdiyanto, M.Eng. selaku Penanggung Jawab Kegiatan Interkomparasi Pengukuran Aktivitas Sumber Pemancar Gamma di Lingkungan BATAN. Setelah memberikan sambutan dan secara resmi membuka acara tersebut di atas, Ka, PTKMR, Drs. Susetyo Trijoko, M.App.Sc. mempresentasikan makalah yang berisikan tentang nilai error dan koreksi pada suatu pengukuran, dan juga dijelaskan tentang program interkomparasi pengukuran aktivitas sinar gamma untuk 5 tahun ke depan yang telah tertulis dalam Renstra PTKMR 2015-2019. Pada acara workshop dipresentasi makalah yang berjudul “ Activity Measurement by Gamma Spectrometry” yang dibawakan oleh ekspert IAEA , Dr. K.B. Lee , dari Korea Research Institute of Standards and Science” .