Menuju Wilayah Bebas Korupsi
Slide item 1

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 2

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 3

Keselamatan Menjadi Prioritas Utama dalam pelaksanaan kegiatan produksi radioisotop dan radiofarmaka

Keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan merupakan faktor utama dalam setiap kegiatan di PTRR

Selengkapnya....
Slide item 4
Slide item 5

(Jakarta, 07/10/2020). Indonesia memiliki 3 reaktor riset, salah satunya Reaktor G.A Siwabessy yang dimanfaatkan untuk memproduksi radioisotop. Radioisotop tidak hanya digunakan untuk kesehatan, namun juga industri dan lingkungan.

“Radiasi memiliki ciri khas tidak mengubah sifat fisika atau kimia dari benda yang dideteksi,” ungkap peneliti Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, Sugiharto, pada webinar bertajuk Aplikasi Teknologi Nuklir dalam Bidang Industri dan Lingkungan, yang disiarkan live melalui konferensi video Zoom dan YouTube Humas BATAN, Selasa (06/10).

Ia memaparkan, aplikasi teknik nuklir di bidang industri terbagi menjadi 2 teknik, yakni teknik sumber tertutup dan teknik sumber terbuka.

Teknik sumber tertutup terdiri dari teknik radiografi, teknik gamma scanning, teknik gamma tomography, dan teknik neutron backscattering. Sedangkan teknik sumber terbuka biasa disebut dengan radiotracer atau perunut radioaktif.

Tangerang Selatan (6/10/2020) Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) kembali menyelenggarakan Webinar Series 6 Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka serta Pemanfaatannya dengan Tema "Aplikasi Teknologi Nuklir Dalam Bidang Industri dan Lingkungan". Webinar diselenggarakan pada 6 Oktober 2020 pukul 08.30-12.00 WIB diikuti secara online oleh sekitar 634 peserta baik melalui aplikasi Zoom maupun Live Streaming Youtube.

Pada webinar kali ini hadir sebagai pembicara Dr. Sugiharto, MT yang merupakan Peneliti Ahli Madya, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi-BATAN  yang menyampaikan tema Aplikasi Teknologi Nuklir Radioisotop Dalam Bidang Industri, Ahamd Yani, S T Manager Driling Planning & Support, Pertamina Geothermal Energy yang menyampaikan maetri Peran Penting Teknologi Dalam Percepatan Pengembangan Energi Geothermal di Indonesia, Drs. Syarbaini, MT. Peneliti Ahli Utama, Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka-BATAN yang menyampaikan materi Aplikasi Radioisotop Dalam Industri Perminyakan, Prof. Dr. Heny Suseno Peneliti Ahli Utama Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR)-BATAN yang menyampaikan materi Aplikasi Radioisotop Dalam Bidang Lingkungan, Radiotracer Untuk Limbah Mikro Plastik dan sebagai moderator Indra Saptiama, M. Sc peneliti muda Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR).

(Jakarta, 29/09/2020). Teknologi nuklir telah dimanfaatkan di berbagai sektor kehidupan, salah satunya kesehatan. Pemanfaatan radioisotop di bidang kesehatan telah banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya bagi penyintas kanker. Salah satu keuntungan dari radioisotop yaitu sebagai radiotracer atau perunut dalam menemukan lokasi yang terjangkiti oleh penyakit kanker. Selain itu, radioisotop juga dapat digunakan untuk pengembangan pembuatan obat.

“Radionuklida atau biasa disebut juga radioisotop adalah isotop yang memancarkan radiasi untuk mencapai kestabilannya. Radiasi tersebut yang menjadikan masing-masing radioisotop memiliki karakteristik yang khas, sehingga dapat digunakan sebagai radioaktif perunut atau radiotracer,” ungkap peneliti Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Herlan Setiawan, pada webinar seri – 5 bertajuk Development and Production of Radiotracers for Medical Applications, melalui konferensi video Zoom dan YouTube Humas BATAN, Selasa (29/09).

Dari cara terbentuknya radioisotop, prosesnya dapat dibagi menjadi 2 cara, yaitu secara alami dan buatan. Radioisotop buatan dapat diproduksi menggunakan reaktor nuklir maupun akselerator/cyclotron.

Tangerang Selatan (29/9/2020) Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) kembali hadir menyelenggarakan Webinar Series 5 Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka serta Pemanfaatannya dengan Tema "Development and Production of Radiotracers for Medical Applications". Webinar diselenggarakan pada 29 September 2020 pukul 09.30-12.00 WIB tersebut diikuti secara online oleh sekitar 700 peserta baik melalui aplikasi Zoom maupun Live Streaming Youtube.

Pada webinar kali ini hadir sebagai pembicara Prof. Dr. dr. A. Hussein S. Kartamihardja, Sp.KN-TM(K)., MH.Kes., FANMB yang merupakan Guru Besar Kedokteran Nuklir daro Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung yang menyampaikan tema Clinical Application  of Nuclear Medicine in Indonesia : Present and Future, Herlan Setiawan, S.Si., M. Eng. peneliti muda PTRR yang menyampaikan materi Radiotracers Production for Diagnosis and Drug Development, Prof. Dr. Peter Brust Head of Neuroradiopharmaceuticals Department, Institute of Radiopharmaceuticals Cancer Research, Helmholtz-Zentrum Dresden-Rossendorf, Research Site Leipzig yang menyampaikan tema Design of Radiotracers for Molecular Imaging with Positron Emission Tomography dan sebagai Moderator Heranudin, M.Eng PhD Student – Medical Radiation Physics The University of Wollongong, Australia.

Tangerang Selatan (15/9/2020) Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) kembali hadir menyelenggarakan Webinar Series 4 Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka serta Pemanfaatannya dengan Tema "Nuclear Molecular Imaging and Targeted Therapies in Cancer Treatment"Kegiatan yang diselenggarakan pada 15 September 2020 pukul 13.30-16.30 WIB tersebut diikuti secara online oleh sekitar 700 peserta baik melalui aplikasi Zoom maupun Live Streaming Youtube.

Pada webinar kali ini hadir sebagai pembicara Titis Sekar Humani, M.Sc., peneliti muda dari PTRR yang menyampaikan tema PSMA-Based Radiopharmaceuticals for Radiotheranostic of Prostate Cancer, Rachmat Budi Santoso, Sp.U dokter spesialis Urologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais yang membawakan tema "Management of Prostate Cancer Treatment in Indonesia", Prof. Dr. Amirreza Jalilian Professor of Radiopharmacy, Radioisotope and Radiopharmaceutical Chemist International Atomic Energy Agency (IAEA) yang membawakan tema "IAEA Support for Development and Application of Theranostic Radiopharmaceuticals (particularly Prostate Cancer)" dr. Ayu Rosemeilia Dewi, Sp.KN dokter spesialis kedokteran nuklir Rumah Sakit Kanker Dharmais yang membawakan tema "Nuclear Medicine in Prostate Cancer Theranostic".

 

Visitor Counter

 

Kontak PTRR

Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Gedung 11, Setu, Tangerang Selatan 15314

Telp: (021) 756-3141, 758-72031
Fax: (021) 756-3141

http//: www.batan.go.id
http//:www.batan.go.id/ptrr

Email : prr[at]batan.go.id