Seleksi Jabatan Tinggi 2016

Seleksi Jabatan Tinggi 2016

Slide item 3

Reformasi Birokrasi BATAN 2016

Slide item 4

Reformasi Birokrasi BATAN 2016

Road Map Reformasi Birokrasi  BATAN 2016

Road Map Reformasi Birokrasi BATAN 2016

(Bogor, 02/04/2019) Pelaksanaan reformasi birokrasi (RB) yang dicanangkan pemerintah sejak tahun 2010 hingga kini terus berlangsung dengan tujuan mewujudkan good governance. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebagai salah satu lembaga pemerintah juga terus berupaya melaksanakan dan meningkatkan perlaksanaan reformasi birokrasi dengan menyusun program kerja kegiatan RB tahun 2019 di Bogor, Selasa (02/04).

Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir, Suryantoro mengatakan, saat ini pelaksanaan reformasi birokrasi di BATAN sudah mendapat penilaian yang tinggi. “RB BATAN sudah dinilai sebagai pelaksanaan RB yang levelnya elit. Hal ini dapat kita lihat dari ditetapkannya peraturan terkait penambahan tunjangan kinerja yang baru bagi pegawai BATAN,” papar Suryantoro.

Ditambahkan Suryantoro, pelaksanaan RB di BATAN bukan sebuah program kerja yang dapat dicapai dalam waktu singkat dan sekaligus, namun harus secara terus menerus dilakukan untuk mewujudkan sistem tata pemerintahan yang baik. Area yang menjadi target reformasi birokrasi di BATAN melingkupi manajemen perubahan, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan sistem pengawasan, penguatan kelembagaan, penguatan tata laksana, penguatan sistem manajemen SDM Aparatur Sipil Negara, penguatan peraturan perundang-undangan, dan penguatan kualitas layanan publik.

Ia menegaskan, pada tahun 2018, BATAN memperoleh prestasi sebagai wujud dari prestasi pelaksanaan RB di BATAN yakni Wilayah Bebas Korupsi (WBK) untuk Pusdiklat dan Pusat Keselamatan Metrologi dan Radiasi (PTKMR). Di samping itu, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif memperoleh predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kedua predikat ini menurut Suryantoro menjadi bagian dalam penilaian keberhasilan pelaksanaan RB di instansi pemerintah. “Di tahun 2019 ini diharapkan ada penambahan unit kerja yang memperoleh predikat WBK dan khususnya Pusdiklat dan PTKMR diharapkan mendapat predikat WBBM,” tambahnya.

Selain itu, tutur Suryantoro, inovasi menjadi hal yang harus selalu diciptakan di semua area perubahan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan RB di BATAN. Pada prinsipnya inovasi adalah membuat sesuatu yang sebelumnya tidak ada menjadi ada dalam rangka meningkatkan layanan kepada pelanggan baik internal maupun eksternal.

Hal penting lainnya yang harus ditingkatkan jelas Suryantoro adalah kualitas layanan publik. Salah satu upaya untuk meningkatkan layanan publik ini dapat memanfaatakan sistem informasi yang berbasis digital dengan jaringan global, sehingga para pelanggan dapat mengkses informasi atau memanfaatkan layanan BATAN tidak terhalang oleh waktu dan jarak.

Meskipun pelaksanaan RB di BATAN telah dicanangkan sejak tahun 2010 yang mengacu pada grand desain yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2010, sosialisasi dan internalisasi program RB harus terus disosialisasikan dan diinternalisasikan kepada seluruh pegawai di BATAN. “Meskipun setiap tahun telah dilakukan sosialisasi terkati RB, namun perlu secara terus menerus diingatkan kembali melalui internalisasi program kerja RB sebagai wujud konsistensi kita untuk mensosialisasikan ke seluruh pegawai BATAN,” pungkasnya. (pur)


pratinjau

preview

preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa