Seleksi Jabatan Tinggi 2016

Seleksi Jabatan Tinggi 2016

Slide item 3

Reformasi Birokrasi BATAN 2016

Slide item 4

Reformasi Birokrasi BATAN 2016

Road Map Reformasi Birokrasi  BATAN 2016

Road Map Reformasi Birokrasi BATAN 2016

(Yogyakarta, 02/08/2018) Pelaksanaan program kegiatan Reformasi Birokrasi (RB) di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) tidak akan berjalan lancar sesuai tujuan, tanpa adanya dukungan yang kuat dari seluruh elemen di BATAN. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir, Efrison Umar pada acara sosialisasi RB untuk pegawai Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA), Yogyakarta, Kamis (02/08).

Menurut Efrison Umar, pelaksanaan program RB sudah dilaksanakan sejak tahun 2010, namun berdasarkan hasil penilian yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN RB), dinyatakan bahwa pelaksanaan program RB baru dipahami pegawai kalangan pimpinan lembaga saja. "Oleh Kemenpan RB penerapan RB di BATAN baru dipahami sebatas pejabat struktural saja. Masih terdapat beberapa pegawai yang belum memahami tentang pelaksanaan RB," ujar Efrison Umar.

Berpatokan pada hasil penilaian itulah, ia menegaskan perlunya dilakukan sosialisasi RB ke seluruh pegawai di BATAN, dengan tujuan setiap pegawai mempunyai persepsi dan pemahaman yang sama terhadap program RB yang sedang dilaksanakan BATAN.

Adapun sasaran yang akan dicapai dalam pelaksanaan RB adalah terwujudnya pemerintahan yang efektif dan efiaien, pemerintahan yang bersih dan akuntabel, dan peningkatan layanan publik. Untuk mewukudkan ketiga sasaran tersebut, menurut Efrison, BATAN perlu melakukan perbaikan di delapan bidang area perubahan. "Delapan area perubahan yang harus kita lakukan agar sasaran RB dapat dicapai," tambahnya.

Delapan area perubahan, menurut tim RB BATAN, Falikul Fikri, yaitu manajemen perubahan, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan sistem pengawasan, penguatan tata laksana, penguatan organisasi, penguatan peraturan perundang-undangan, penguatan sistem manajemen SDM, dan peningkatan layanan publik. Delapan area perubahan ini dapat dilakukan dengan baik dan menyeluruh bila didukung komitmen yang kuat dari seluruh pegawai di BATAN, mulai dari pimpinan tertinggi sampai kepada pegawai pada level yang paling rendah.

Selain disampaikan materi pelaksanaan RB, pada sosialisasi ini juga disampaikan informasi tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), dan monitoring evaluasi pelaksanaan RB.

Pelaksanaam spip merupakan bagian kecil dari pelaksanaan RB, namun sangat berpengruh pada penilaian pelaksanaan RB di Batan. Sedangkan untuk memantau hasil pelaksanaan RB, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi. Adapun tujuan Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk menjamin terlaksananya RB yang mendukung pencapaian sasaran dari RB. (Pur)


pratinjau

preview

preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa