Seleksi Jabatan Tinggi 2016

Seleksi Jabatan Tinggi 2016

Slide item 3

Reformasi Birokrasi BATAN 2016

Slide item 4

Reformasi Birokrasi BATAN 2016

Road Map Reformasi Birokrasi  BATAN 2016

Road Map Reformasi Birokrasi BATAN 2016

(Bandung, 31/07/2018) “Reformasi Birokrasi (RB) bukan hanya tunjangan kinerja, seperti diketahui oleh pegawai selama ini, tunjangan kinerja hanya sebagian kecil dari elemen-elemen di reformasi birokrasi,” papar Deputi Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir, Efrizon Umar dalam sambutannya di sela-sela acara sosisalisasi reformasi birokrasi di Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) Bandung, Selasa (31/7).

Didepan seluruh pegawai PSTNT, Efrizon menambahkan perlunya berinovasi dalam melaksanakan tugas sehari-hari agar prestasi yang selama ini diraih dapat dipertahankan, seperti WTP, wilayah bebas korupsi dan prestasi lainnya.

Sosialisasi RB ini bertujuan agar seluruh pegawai dapat mengerti, menerapkan komitmen bersama, dan memikul tanggung  jawab bersama-sama untuk melaksanakan RB, mulai dari level pimpinan hingga pegawai lapisan paling bawah.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BATAN, Sudi Ariyanto dalam presentasinya mengatakan, seluruh pegawai harus mempunyai persepsi yang sama terkait RB.

“Membangun dan mengembangkan RB, dengan cara kesamaan persepsi, komitmen, dan konsistensi. Keterlibatan seluruh pegawai dalam pelaksanaan program dan kegiatan RB BATAN,berjuang bersama mencapai tujuan BATAN,” ujar Sudi.

Menurutnya, hal ini penting dikarenakan hasil evaluasi Kementrian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara (Kemenpan RB), yaitu terdapat kesenjangan pemahaman RB pada pemimpin dan pegawai pada instansi tersebut.

Pada sosialisasi ini pula dijelaskan kepada seluruh pegawai delapan area perubahan dari RB, yang disingkat MEMPAKeT SUP, kepanjangan dari MEntal aparatur (Manajemen Perubahan),  Pengawasan (penguatan sistem pengawasan), Akuntabel (penguatan akuntabilitas kinerja), Kelembagaan (penguatan organisasi), Tata Laksana (penguatan tata laksana), SDM (penguatan sistem manajemen SDM ASN), PerUndangan (penguatan peraturan Perundang-Undangan), dan Pelayanan publik (peningkatan kualitas pelayanan publik). Singkatan ini digunakan agar para pegawai dapat lebih mudah mengingat dan mengaplikasikan 8 area perubahan itu sendiri.

Selain disampaikan materi tentang RB, pada sosialisasi kali ini juga disampaikan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, berdasarkan PP Nomor 60 tahun 2008, dan  monitoring dan evaluasi RB.

Kepala Biro Umum BATAN, Drs.Dendang Hermansyah pada kesempatan yang sama menjelaskan tentang pentingnya melakukan monitoring dan evaluasi RB. “Monev RB bertujuan untuk mendapatkan informasi terhadap pelaksanaan RB di unit kerja sekaligus memberikan informasi terhadap pelaksanaan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di BATAN,” ujar Dendang.

Sosialisasi ini akan dilakukan hingga 2 agustus mendatang, dan sudah dimulai sejak 23 Juli 2018 bergilir ke seluruh kawasan nuklir yakni Kantor Pusat - Jakarta, Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Kawasan Nuklir Serpong, Kawasan Nuklir Bandung dan menyusul Kawasan Nuklir Yogyakarta. (Ivan)


pratinjau

preview

preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa