Seleksi Jabatan Tinggi 2016

Seleksi Jabatan Tinggi 2016

Slide item 3

Reformasi Birokrasi BATAN 2016

Slide item 4

Reformasi Birokrasi BATAN 2016

Road Map Reformasi Birokrasi  BATAN 2016

Road Map Reformasi Birokrasi BATAN 2016

(Jakarta, 19/07/2018) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menggelar sosialisasi pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) kepada seluruh pegawai Unit Kerja Biro Umum di Kantor Pusat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (19/07). Program RB perlu diketahui oleh seluruh pegawai di BATAN agar dapat memahami dan melaksanakan program RB di BATAN.

Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir, Suryantoro dalam sambutan pembukaan sosialisasi mengatakan, program RB dicanangkan pemerintah sejak 2010 yang lalu, namun belum seluruh pegawai mengerti dan memahami program RB di BATAN. “Bermula dari penilaian RB di BATAN yang oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan bahwa belum seluruh pegawai memahami dan mampu melaksanakan program RB dengan baik,” ujar Suryantoro

Menurut Suryantoro, terdapat tiga sasaran penting dalam Reformasi Birokrasi yakni birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang efektif dan efisien, dan pelayanan publik yang baik. Untuk mewujudkan ketiga sasaran tersebut, BATAN melakukan perubahan di delapan area perubahan yakni melaksanakan manajemen perubahan, penguatan organisasi, penguatan tata laksana, penguatan sistem manajemen Sumber Daya Manusia, penguatan peraturan perundang-undangan, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan sistem pengawasan, dan peningkatan pelayanan publik.

Kedelapan area perubahan itu, menurut Budi Kaliwanto yang menjelaskan tentang program RB harus dipahami dan didukung oleh seluruh pegawai di BATAN. Budi mencontohkan pelaksanaan RB seperti sebuah mobil dengan kondisi rusak dan tidak berkinerja dengan baik maka perlu dilakukan perbaikan.

“Pelaksanaan RB dapat saya contohkan seperti kendaraan yang dalam kondisi tidak baik dan tidak berkinerja dengan baik. Agar kendaraan tersebut dapat berkinerja dengan baik sesuai dengan harapan maka perlu adanya perbaikan. Perbaikan itulah dalam hal ini seperti program Reformasi Birokrasi,” kata Budi.

Sebenarnya pelaksanaan RB di BATAN, menurut Budi sudah berjalan dengan baik, namun perlu terus ditingkatkan. Salah satu contoh pelaksanaan RB sudah baik yakni BATAN telah menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sembilan kali berturut-turut dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) atas kepatuhan pengelolaan keuangan negara sejak tahun 2009.

Selain itu, penilaian pelaksanaan RB di BATAN yang dilakukan Kemenpan RB sejak tahun 2014 hingga tahun 2018 terus meningkat yakni 79,1 untuk tahun 2018. Meskipun nilai tersebut sudah termasuk bagus, namun pada beberapa area perubahan, menurut Budi, perlu mendapatkan perhatian khusus karena perkembangannya kurang signifikan diantaranya penguatan peraturan perundang-undangan dan peningkatan pelayanan publik.

Pada kegiatan sosialisasi kali ini juga disampaikan sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi di BATAN. (Pur)


pratinjau

preview

preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa