HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Tangsel, 26/02/2020) Memasuki hari ke-11 kegiatan clean up terhadap area terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan difokuskan pada pengambilan sampel tanah dengan metode coring. Tiga titik telah dilakukan coring (pengeboran) dengan kedalaman 1 meter dan 1 titik kedalaman 60 cm untuk diambil tanahnya dan dianalisis di laboratorium.

Metode coring ini dipakai dengan tujuan untuk efektivitas dan efisiensi dalam melakukan clean up. Sampel tanah yang diambil melalui coring ini untuk mengetahui sisa paparan yang ada di dalam tanah dengan kedalaman 1 meter.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Heru Umbara menjelaskan tahapan pengeboran tanah sedalam 1 meter dimana pada tiap kedalaman 20 cm diambil sampel tanahnya. "Pada beberapa titik di luasan tanah yang terpapar zat radioaktif dilakukan pengeboran sedalam 1 meter. Pengambilan tanah untuk sampel di setiap titik diambil setiap kedalaman 20 cm hingga mencapai 1 meter," ujar Heru.

(Tangsel, 25/02/2020) Ditengah upaya clean up terhadap area terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, pihak kepolisian dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menemukan zat radioaktif di rumah warga. Temuan baru ini merupakan upaya yang dilakukan pihak kepolisian dalam mengungkap kasus adanya zat radioaktif di Perumahan BATAN Indah, Senin (24/02).

Terkait temuan baru zat radioaktif di rumah warga oleh pihak Kepolisian, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan mengatakan penguasaan zat radioaktif secara tidak sah sangat tidak dibenarkan. "Penguasaan bahan nuklir atau bahan radioaktif secara tidak sah sangat tidak dibenarkan sama sekali, karena hal ini berpotensi membahayakan masyarakat," ujar Anhar.

(Tangsel, 24/02/2020) Pembuatan griding atau pemetaan terhadap area terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan selesai dilaksanakan, Senin (24/02). Pembuatan griding ini merupakan bagian dari proses clean up yang saat ini telah memasuki hari ke-9.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Heru Umbara mengatakan pembuatan griding ini merupakan salah satu upaya untuk membuat clean up ini menjadi efektif dan efisien. "Pada hari ke-9 ini kita telah menyelesaikan pekerjaan griding yaitu membuat petak-petak pada area terpapar zat radioaktif," ujar Heru.

(Tangsel, 24/02/2020) Upaya clean up terhadap area kosong di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan atas temuan zat radioaktif oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sempat dihentikan sementara pada hari Sabtu (22/02) kemarin. Penghentian sementara clean up ini dengan alasan untuk melakukan evaluasi terhadap perkembangan kegiatan clean up selama ini.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Heru Umbara mengatakan, evaluasi ini selain untuk melihat perkembangan kegiatan clean up juga untuk membuat rencana clean up lanjutan. "Kegiatan clean up hari Sabtu dan Minggu sementara dihentikan untuk kami evaluasi perkembangannya. Selain itu dari evaluasi ini kami jadikan sebagai acuan untuk mendapatkan langkah efektif dalam melakukan kegiatan clean up berikutnya," ujar Heru.


pratinjau

preview

preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa