HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Jakarta, 16 Desember 2014) Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia sudah dirintis sejak tahun 1985. Pertimbangan penggunaan PLTN adalah sebagai bentuk diversifikasi energi dalam memenuhi kebutuhan listrik dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan fosil, seperti minyak dan batubara. Saat ini pembangkitan listrik di Indonesia masih menggantungkan pada bahan bakar minyak sekitar 50%, selebihnya dipenuhi dari batubara, gas, air dan panas bumi.

Kegiatan studi teknis untuk menyiapkan calon tapak PLTN sudah dilakukan secara intensif di dua daerah, yaitu Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dan Provinsi Bangka Belitung. Hasil studi menghasilkan rekomendasi bahwa kedua daerah tersebut layak dibangun PLTN kira-kira 12 unit di Jepara dengan kapasitas masing-masing 1.000 MWe dan di Bangka Belitung 10 unit dengan kapasitas masing-masing 1.000 MWe. Dalam rangka mendukung program rencana pembangunan PLTN tersebut sudah dilakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman terhadap manfaat pembangunan PLTN.

Indonesia telah melaksanakan eksplorasi mineral radioaktif (bahan galian nuklir) sejak tahun 1972. Kegiatan ini bekerjasama dengan lembaga atom asing seperti CEA (Prancis), BGR (Jerman) dan PNC (Jepang). Indonesia telah menguasai teknologi eksplorasi, penambangan dan pengolahan uranium skala pilot dengan kapasitas 2 ton/hari di daerah prospek, antara lain di daerah Kalan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Selain itu terdapat beberapa daerah potensial lainnya dengan tahapan eksplorasi yang bervariasi seperti di Provinsi Kep. Bangka - Belitung, Kab. Mamuju - Sulawesi Barat, Sibolga - Sumatra Utara, dan Biak - Papua. Mamuju adalah daerah prospek baru yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam waktu ke depan.

INTERNATIONAL SCIENTIFIC WEEK ON ADVANCED MATERIALS
(1). INTERNATIONAL CONFERENCE ON MATERIALS SCIENCE AND TECHNOLOGY (ICMST2014)
(2). INTERNATIONAL SCHOOL ON SOLID STATE IONICS (international Discussion on Battery Research)
(3). 6TH AONSA NEUTRON SCHOOL.
DRN& BATAN, Serpong, 13-17OKTOBER 2013

(Serpong, 13 Oktober 2013) Teknologi pemrosesan dari material alam menjadi material yang memiliki nilai ekonomi tinggi memerlukan tahapan proses dan produksi yang tidak sederhana, untuk itu diperlukan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang materials sains dan teknologi. Mengingat pentingnya peran material maju tersebut, Kementrian Negara Riset dan Teknologi bersama dengan seluruh LPNK, menyusun kebijakan strategi nasional 2005-2025 yang mengedepankan pengembangan sumber daya alam lokal untuk kemandirian bangsa. Hal ini tertuang pada Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Dalam pelaksanaannya dibuatlah Agenda Riset Nasional (ARN) untuk tujuh fokus bidang riset yaitu Teknologi informasi, Hankam, Ketahanan pangan, Energi, Kesehatan dan Obat, Manajemen transportasi dan Material Maju (Advanced Material)


preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa