HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Tangsel, 07/03/2020) Prosedur pengolahan limbah radioaktif yang dilakukan Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah dilakukan dengan standar keamanan dan keselamatan yang ketat. Pengelolaan limbah radioaktif telah diatur di dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 1997 tentang ketenaganukliran yang pelaksanaannya dilakukan oleh Badan Pelaksana, yakni BATAN.

Deputi Teknologi Energi Nuklir, Suryantoro menjelaskan, dalam undang-undang ketenaganukliran telah dinyatakan bahwa pengelolaan limbah radioaktif meliputi pengumpulan, pengelompokan, pengangkutan, penyimpanan, dan/atau pembuangan limbah radioaktif. Sedangkan limbah radioaktif itu berasal dari penghasil limbah radioaktif, dalam hal ini para pemegang izin pemanfaatan zat radioaktif.

(Tangsel, 05/03/2020) Memasuki hari ke-16 upaya clean up atau dekontaminasi terhadap area terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) telah menghasilkan 638 drum yang berisi tanah dan vegetasi yang diindikasikan terkontaminasi. Tanah dan vegetasi tersebut dikirimkan ke tempat penyimpanan limbah radioaktif sementara di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BATAN, Heru Umbara mengatakan, pada hari ke-16 ini pekerjaan clean up difokuskan pada pengerukan di beberapa titik hasil coring yang masih menunjukkan paparan di atas ambang batas. “Pada hari ini kegiatan clean up tinggal membersihkan di beberapa titik yang masih dianggap paparannya melebihi ambang batas,” kata Heru.

(Tangsel, 05/03/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menetapkan kebijakan strategis dan fokus kegiatan di tahun 2020-2024 untuk mewujudkan nuklir untuk Indonesia yang berdaya saing dan sejahtera. Penetapan kebijakan ini dijadikan sebuah tema dalam rapat kerja BATAN di Gedung 71, Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek, Tangerang Selatan, 5 - 6 Maret 2020.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengatakan, pada rapat kerja ini difokuskan pada finalisasi rancangan arah kebijakan tahun 2020-2024 serta penetapan prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan periode 5 tahun mendatang. Pada periode 2020 - 2024 ini BATAN mendapat penugasan khusus dari pemerintah.

“BATAN mendapat tugas untuk mengoordinasikan kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan untuk menghasilkan prototipe sistem pemantau radiasi untuk keselamatan dan keamanan (SPRKK), Prototipe Radioisotop dan Radiofarmaka untuk diagnosis dan terapi kanker, serta prototipe PLTN Skala Industri,” kata Anhar.


(Tangsel, 04/03/2020) Bekerja di area yang mengandung radiasi seperti dekontaminasi atau clean up yang dilakukan pihak Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di area yang terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, namun harus mengikuti persyaratan keselamatan yang sudah ditentukan. Untuk itulah, dalam melakukan pekerjaan yang berhubungan radiasi, ditunjuklah Petugas Proteksi Radiasi (PPR) yang memegang peranan penting, yang memastikan pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan keselamatan bagi pekerja, masyarakat, dan lingkungan.

Salah satu PPR BATAN yang terlibat dalam kegiatan clean up, Moch Romli menjelaskan bahwa PPR adalah petugas yang ditunjuk oleh pemegang izin dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). “PPR adalah petugas yang ditunjuk oleh pemegang izin pengguna zat radioaktif dan BAPETEN yang dinyatakan mampu melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan proteksi radiasi,” kata Romli, usai melaksanakan tugasnya pada kegiatan clean up di Perumahan BATAN Indah, Rabu (04/03).


pratinjau

preview

preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa