HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Jakarta, 22/10/2020) Pemanfaatan iptek nuklir dewasa ini terus berkembang dan banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan industri. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) berkomitmen terus mengembangkan penelitiannya di kedua bidang ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini disampaikan Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan pada jumpa pers di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta, Kamis (22/10). Di kedua bidang ini, BATAN telah ditunjuk oleh Badan Tenaga Atom Internasional/ International Atomic Energy Agency (IAEA) sebagai collaborating center untuk wilayah Asia Pasifik.

"IAEA telah menunjuk BATAN sebagai collaborating center di bidang pemuliaan tanaman dan uji tak merusak. Ini artinya BATAN sudah diakui oleh internasional dalam penguasaan dan pemanfaatan iptek nuklir," kata Anhar.

(Jakarta, 20/10/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) mengembangkan produksi radioisotop dan radiofarmaka untuk kesehatan. Hal ini disampaikan Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan pada jumpa pers di Kawasan Nuklir Serpong, Tangsel, Selasa (20/10).

Anhar mengatakan, saat ini BATAN mendapat penugasan dari pemerintah sebagai koordinator untuk kegiatan prioritas riset nasional (PRN), salah satu dari kegiatan tersebut adalah pengembangan produksi radioisotop dan radiofarmaka. Kebutuhan dalam negeri terhadap radioisotop dan radiofarmaka ini terus meningkat seiring dengan berkembangnya pemanfaatan iptek nuklir di berbagai bidang khusunya di bidang kesehatan.

“Selama ini pasokan radioisotop dan radiofarmaka di dalam negeri dipenuhi oleh produk impor yang mencapai hingga di atas 90%. Padahal Indonesia mempunyai reaktor riset yang dapat digunakan untuk memproduksi radioisotop dan radiofarmaka,” kata Anhar.

(Yogyakarta, 07/10/2020) Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda secara global, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) menyelenggarakan wisuda Sarjana Terapan Teknik dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, sebagai bentuk adaptasi dengan kenormalan baru. Wisuda dilaksanakan pada hari Rabu, 7 Oktober 2020 bertempat di Hotel Sahid Jaya, Yogyakarta hanya dihadiri oleh senat STTN – BATAN dan wisudawan, tanpa didampingi kedua orang tua/wali.

Sebanyak 101 wisudawan (94 wisudawan dari program regular dan 7 wisudawan dari program Alih Jalur D-III ke D-IV) dengan rincian 28 orang dari Program Studi Teknokimia Nuklir, 38 orang dari Program Studi Elektronika Instrumentasi, dan 35 orang dari Program Studi Elektro Mekanika mengikuti prosesi wisuda yang juga dapat disaksikan secara daring (online) menggunakan aplikasi zoom dan disiarkan secara langsung melalui kanal youtube STTN - BATAN. Dengan demikian, orang tua/wali wisudawan tetap dapat melihat dan mengikuti prosesi wisuda putra-putrinya. Wisudawan sebanyak 9 orang merupakan penerima beasiswa khusus dari Pemerintah provinsi Kalimantan Barat, yang mana Kalimantan Barat merupakan sebuah provinsi yang memiliki program penyediaan SDM iptek nuklir.

(Jakarta, 03/08/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengembangkan sistem pemantauan zat radioaktif yang terintegrasi dalam rangka memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa zat radioaktif yang berada di Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek, Tangerang Selatan telah dipantau secara ketat. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN), Roziq Himawan, Senin (03/08).

Roziq menjelaskan, adanya kejadian temuan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, pada Januari 2020 menjadi alasan dilakukan peningkatan sistem pemantauan radiasi. “Kejadian ditemukannya paparan radiasi lingkungan di atas ambang batas telah menjadikan keprihatinan dan kekhawatiran banyak pihak. Apalagi setelah dilakukan pencarian sumber, teridentifikasi adanya zat radioaktif sebagai pemicu adanya paparan di atas ambang tersebut,” jelas Roziq.

Menurutnya, PPIKSN selaku pengelola Kawasan Nuklir Serpong yan berlokasi tidak jauh dari tempat kejadian, menjadikan hal ini sebagai tantangan untuk lebih meningkatkan sistem pemantauan zat radioaktif. Dengan sistem pemantauan yang baru ini, lalu lintas zat radioaktif yang keluar masuk kawasan nuklir serpong terpantau secara integrasi dengan sistem keamanan secara digital.


pratinjau

preview

preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa