HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Jakarta, 03/08/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengembangkan sistem pemantauan zat radioaktif yang terintegrasi dalam rangka memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa zat radioaktif yang berada di Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek, Tangerang Selatan telah dipantau secara ketat. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN), Roziq Himawan, Senin (03/08).

Roziq menjelaskan, adanya kejadian temuan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, pada Januari 2020 menjadi alasan dilakukan peningkatan sistem pemantauan radiasi. “Kejadian ditemukannya paparan radiasi lingkungan di atas ambang batas telah menjadikan keprihatinan dan kekhawatiran banyak pihak. Apalagi setelah dilakukan pencarian sumber, teridentifikasi adanya zat radioaktif sebagai pemicu adanya paparan di atas ambang tersebut,” jelas Roziq.

Menurutnya, PPIKSN selaku pengelola Kawasan Nuklir Serpong yan berlokasi tidak jauh dari tempat kejadian, menjadikan hal ini sebagai tantangan untuk lebih meningkatkan sistem pemantauan zat radioaktif. Dengan sistem pemantauan yang baru ini, lalu lintas zat radioaktif yang keluar masuk kawasan nuklir serpong terpantau secara integrasi dengan sistem keamanan secara digital.

(Jakarta, 08/06/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) menciptakan inovasi untuk membasmi mikroba dan virus. Inovasi ini berupa remote mobile UV-C Disinfektan dan lemari UV-C Disinfektan yang berfungsi sebagai alat sterilisasi ruangan dan peralatan yang efektif dan efisien.

Kepala PRFN, Kristedjo Kurnianto mengatakan, menyikapi pandemi covid-19 yang hingga kini terus menyebar, dan sebagai bentuk kontribusi dalam penanggulangan covid-19, BATAN menciptakan alat sterilisasi dengan memanfaatkan teknologi sinar ultraviolet C (UV-C). “Wabah covid-19 masih berlangsung dan mungkin dalam waktu yang lama, untuk itulah dibutuhkan alat sterilisasi untuk ruangan dan peralatan yang efektif dan efisien dalam membasmi mikroba dan virus,” ujar Kristedjo, Senin (08/06).

Kristedjo menambahkan, di Wuhan-China, alat UV-C telah banyak dimanfaatkan untuk sterilisasi alat transportasi publik seperti bis kota, gerbong kereta, maupun rumah sakit. Lebih dari 100 tahun, teknologi sterilisasi dengan UV-C dimanfaatkan di dunia dan sudah terbukti efektif dan efisien.

(Jakarta, 11/05/2020) Di tengah pandemi covid-19 yang melanda seluruh wilayah provinsi di Indonesia, beberapa kegiatan ekonomi dihentikan untuk menghambat penyebaran virus corona. Namun untuk fasilitas Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) dengan menerapkan aturan pembatasan sosial yang ketat, tetap beroperasi melayani jasa iradiasi dari masyarakat.

Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Totti Tjiptosumirat mengatakan, IGMP merupakan fasilitas nuklir yang diresmikan pemanfaatannya pada tahun 2017. IGMP dimanfaatkan untuk berbagai keperluan diantaranya pengawetan bahan makanan, kosmetik, dan sterilisasi alat kesehatan.

“IGMP memberikan jasa layanan iradiasi kepada masyarakat yang berhubungan dengan perputaran ekonomi nasional, seperti mendukung produksi pangan dan alat kesehatan, serta mendukung ekspor bahan baku makanan dan obat,” kata Totti.

(Jakarta, 26/04/2020) Salah satu kecelakaan nuklir yang hingga kini diingat oleh masyarakat dunia adalah meledaknya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl. Kecelakaan itu terjadi 34 tahun yang lalu tepatnya pada 26 April 1986 di Ukraina yang pada saat itu masih bergabung dengan Rusia.

Saat itu, tepatnya pukul 01.23 dini hari, salah satu dari 4 modul reaktor Chernobyl meledak, sekitar 28 pekerja meninggal seketika akibat ledakan reaktor tersebut. Dari tragedi ini tentunya meninggalkan trauma yang besar bagi seluruh masyarakat dunia, khususnya para ilmuan yang menggeluti teknologi nuklir.

Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan reaktor Chernobyl meledak? Teknologi keselamatan yang kurang handalkah atau murni karena kesalahan manusia?


pratinjau

preview

preview


   

Pengadaan Barang dan Jasa