HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Jakarta, 31/03/2020) Proses dekontaminasi atau clean up di lahan kosong yang terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan telah dinyatakan selesai meskipun saat ini sedang menunggu proses remediasi. Bukan saja tanah dan tumbuhan yang terkontaminasi dikirim ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), melainkan alat pengeruk atau excavator juga didekontaminasi.

Proses dekontaminasi pada excavator dilakukan pada Senin (30/03) di PTLR. Upaya dekontaminasi terhadap peralatan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses clean up yang dilakukan di Perumahan BATAN Indah.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Heru Umbara mengatakan, semua yang terlibat dalam proses clean up selalu dipastikan bahwa yang bersangkutan tidak terkontaminasi zat radioaktif setelah melakukan pekerjaan. “Bukan hanya orangnya yang kami pastikan tidak terkontaminasi, namun semua peralatan yang digunakan selama proses clean up juga kami pastikan bersih seperti semula,” ujar Heru.

Excavator yang selama ini digunakan untuk melakukan proses clean up, tutur Heru, merupakan pinjaman dari Dinas Pekerjaan Umum, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel). Alat ini sangat membantu selama proses clean up, dengan adanya alat ini pekerjaan clean up menjadi lebih cepat dibandingkan secara manual.

Ucapan terima kasih disampaikan Heru sebagai wujud apresiasi BATAN atas dukungan penuh yang diberikan oleh Pemkot Tangsel kepada BATAN dalam proses clean up. “Kami bersyukur dan menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas semua bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak khususnya Pemkot Tangsel dalam menyelesaikan clean up,” tambahnya.

Baca juga: Bapeten Segera Berikan Pernyataan Normal Kembali Terhadap Lahan Terkontaminasi Zat Radioaktif Setelah Dilakukan Remediasi

Proses clean up ini menurut Heru, tidak berhenti sampai di sini saja, melainkan masih ada proses lanjutan yakni remediasi. Remediasi ini dilakukan dengan menguruk sebagian lahan yang selama ini dikeruk dan melapisi dengan beton setebal 10 cm.

Rencana remediasi ini sudah dibuat skenarionya, namun karena adanya wabah Covid-19, maka pekerjaan remediasi untuk sementara ditangguhkan hingga situasi dinyatakan aman. “Kami masih akan melakukan proses remediasi untuk mengembalikan lahan seperti semula. Saat ini memang sedang ditangguhkan demi menjaga keselamatan para pekerja dari kemungkinan tertular oleh virus Covid-19,” imbuhnya.

Setelah remediasi dilakukan, diharapkan Badan Pengawas Tenaga Nuklir dapat memberikan pernyataan kepada masyarakat bahwa lahan yang semula terkontaminasi zat radioaktif sudah kembali normal. Diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir terpapar zat radioaktif di lahan tersebut dan dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

Heru menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pelajaran yang berharga bagi BATAN dan masyarakat luas untuk selalu waspada dengan lingkungan dimana mereka berada. Bagi BATAN hal ini dapat menjadi pelajaran yang berharga dan menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa proses dekontaminasi atau clean up dapat diselesaikan dengan baik.

“Hal ini menunjukkan kemampuan BATAN dalam melakukan proses clean up terhadap wilayah yang terpapar zat radioaktif. Dengan kemampuan personil dan fasilitas yang dimiliki, BATAN akan berkomitmen untuk melakukan pengelolaan zat radioaktif dengan baik yang didukung oleh sistem keamanan yang andal,” pungkasnya (Humas – BATAN).