HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Jakarta, 26/03/2020) Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) akan segera memberikan pernyataan bahwa lahan kosong di perumahan Batan Indah, Kec. Setu, Tangsel, tempat ditemukannya zat radioaktif Cs-137 dalam kondisi normal setelah dilakukan remediasi. Hal ini dinyatakan pihak Bapeten melalui siaran pers tanggal 24 Maret 2020.

Pernyataan Bapeten ini didasarkan atas  kondisi terakhir kegiatan clean up atau dekontaminasi di lahan terpapar zat radioaktif yang telah menunjukkan pernurunan paparan secara signifikan. Pengukuran terakhir menunjukkan tingkat paparan radiasi di lahan yang terkontaminasi pada kisaran 0,3 hingga 0,75 mikrosievert/jam.

Proses clean up yang dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Bapeten, Pemkot Tangsel dan pihak kepolisian telah dimulai pada awal Februari 2020 dengan rencana pengerjaan selama 20 hari kerja. Proses clean up ini dilakukan dengan mengeruk tanah dan menebang pohon yang terkontaminasi zat radioaktif dan menyimpannya di tempat penyimpanan sementara limbah radioaktif di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) - BATAN.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama (BHHK), BATAN, Heru Umbara mengatakan, proses clean up sudah selesai dan dihasilkan tanah dan tanaman yang terkontaminasi sebanyak 888 drum. “Pada hari ke-16 pengerjaan clean up dari 20 hari yang direncanakan, kondisi paparan radiasi di lahan yang terkontaminasi sudah menurun secara signifikan bahkan sudah mendekati nilai background, proses selanjutnya akan dilakukan remediasi,” kata Heru.

Rencana kegiatan remediasi menurut Heru telah dibuat dan tinggal menunggu pelaksanaannya. Semula, kegiatan remediasi ini akan dilakukan mulai 23 Maret 2020, namun karena adanya kejadian Covid-19 maka kegiatan ini ditangguhkan sementara.

“Proses remediasi ini harusnya sudah kami mulai yang diawali dengan pengukuran lahan yang akan diremediasi yang dilanjutkan dengan pengurukan dan pengecoran, namun karena adanya kebijakan pemerintah terkait Covid-19 dan demi keselamatan pekerja maka kegiatan ini ditunda,” tambah Heru.

Remediasi ini menurut Heru, merupakan upaya untuk mengembalikan kondisi lahan yang selama ini dilakukan clean up menjadi seperti semula. Tanah yang dikeruk, akan diganti dengan yang baru, dan untuk memastikan bahwa lahan itu benar-benar aman dari paparan zat radioaktif, maka di lapisan atas akan dilakukan pengecoran setebal 10 cm.

“Pengecoran lahan bekas clean up ini merupakan tindakan pencegahan jangan sampai ada paparan zat radioaktif sekecil apapun yang sampai ke atas permukaan tanah,” tegasnya.

Baca juga: Proses Clean Up Memasuki Tahap Akhir

Heru berharap, setelah proses clean up dan remediasi selesai, pihak Bapeten segera menyampaikan pernyataan bahwa lahan yang semula terkontaminasi sudah normal kembali dan masyarakat tidak khawatir lagi untuk melakukan aktivitas di lahan tersebut. (Humas BATAN)