HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Tangsel, 28/02/2020) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mendukung penuh upaya pihak kepolisian dalam mengungkap kasus penemuan zat radioaktif di perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan (Tangsel). Hal ini disampaikan Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan di depan para awak media di Gedung 71, Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek, Tangsel, Jumat (28/02).

Anhar mengatakan atas temuan zat radioaktif di dua tempat yakni area kosong dan di rumah warga pemukiman BATAN Indah, BATAN menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini. “BATAN mendukung penuh upaya pihak kepolisian untuk mengusut tuntas temuan dan kepemilikan zat radioaktif secara ilegal di Perumahan BATAN Indah,” kata Anhar.

Secara peraturan perundang-undangan, jelas Anhar, pemanfaatan, kepemilikan, dan penyimpanan zat radioaktif harus mendapatkan izin dari pihak yang berwenang. Memiliki, menggunakan, dan menyimpan zat radioaktif secara tidak sah itu sangat tidak dibenarkan dan melanggar hukum.

Ia membenarkan bahwa warga yang kedapatan menyimpan zat radioaktif di rumahnya di Perumahan BATAN Indah, saat ini masih berstatus pegawai BATAN. “Menurut saya hal ini perlu diluruskan bahwa BATAN secara insitusi tidak pernah mengizinkan pegawainya menyimpan atau memiliki zat radioaktif secara tidak sah untuk kepentingan pribadi,” tegas Anhar.

Untuk itulah, Anhar menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian untuk menentukan status yang bersangkutan di mata hukum. Setelah pihak kepolisian menentukan status bersalah atau tidak, BATAN akan melakukan langkah-langkah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga: Hari ke-12 Proses Coring Dilanjutkan

Terkait temuan zat radioaktif ini, beberapa pemberitaan di media massa mempertanyakan sistem pengelolaan limbah radioaktif di BATAN. Dalam hal ini, Deputi Teknologi Energi Nuklir, Suryantoro menjelaskan mekanisme pengelolaan limbah radioaktif dari industri atau penghasil limbah hingga sampai di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR).

“Proses pengelolaan limbah radioaktif melalui berbagai tahapan perizinan, mulai dari izin melimbahkan hingga izin pengangkutan zat radioaktif,” ujar Suryantoro.

Dalam proses pengelolaan limbah radioaktif, PTLR hanya mengelola limbah yang diterima di tempat pengelolaan, dalam hal ini di kantor PTLR. Selain itu, PTLR tidak mempunyai kewenangan dalam mengangkut limbah radioaktif dari pengguna atau penghasil limbah radioaktif eksternal.

“PTLR hanya melayani pengangkutan limbah radioaktif di lingkungan BATAN saja, dan tidak melayani pengangkutan limbah dari eksternal,” tambah Suryantoro.

Semua proses pengelolaan limbah radioaktif mulai dari izin pelimbahan, pengiriman, hingga sampai di PTLR tegas Suryantoro, harus mengantongi izin dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Apabila terdapat kekurangan atau ketidaklengkapan dari persyaratan tersebut, maka BATAN akan menolak proses pengelolaan limbah tersebut. (Humas - BATAN)