HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Tangsel, 26/02/2020) Memasuki hari ke-11 kegiatan clean up terhadap area terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan difokuskan pada pengambilan sampel tanah dengan metode coring. Tiga titik telah dilakukan coring (pengeboran) dengan kedalaman 1 meter dan 1 titik kedalaman 60 cm untuk diambil tanahnya dan dianalisis di laboratorium.

Metode coring ini dipakai dengan tujuan untuk efektivitas dan efisiensi dalam melakukan clean up. Sampel tanah yang diambil melalui coring ini untuk mengetahui sisa paparan yang ada di dalam tanah dengan kedalaman 1 meter.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Heru Umbara menjelaskan tahapan pengeboran tanah sedalam 1 meter dimana pada tiap kedalaman 20 cm diambil sampel tanahnya. "Pada beberapa titik di luasan tanah yang terpapar zat radioaktif dilakukan pengeboran sedalam 1 meter. Pengambilan tanah untuk sampel di setiap titik diambil setiap kedalaman 20 cm hingga mencapai 1 meter," ujar Heru.

Jadi menurut Heru, untuk mendapatkan sampel tanah hingga kedalaman 1 meter, setiap titik akan dilakukan pengeboran 5 tahap, dimana setiap 20 cm dilakukan pengambilan sampel tanah. Hingga kemarin tim clean up telah menyelesaikan 3 titik pengeboran dengan kedalaman 1 meter dan 1 titik pengeboran dengan kedalaman 60 cm.

"Rencananya pengambilan sampel tanah dengan coring ini akan dilakukan pada 12 titik," tambah Heru.

Baca juga: Kepala BATAN Dukung Upaya Kepolisian Tuntaskan Kasus Temuan Zat Radioaktif

Setelah proses coring selesai akan dilanjutkan dengan pengerukan tanah kembali dengan kedalaman sesuai hasil analisis dari sampel tanah pada saat coring. Heru berharap cara ini akan lebih efektif dan mempercepat proses clean up.

"Pada pagi ini (26/02) akan dilakukan proses coring lanjutan. Selain itu juga akan dilakukan pengangkutan sisa tanah hasil pengerukan sebelumnya dan dikirim ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) di BATAN," pungkas Heru (Humas BATAN)