HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

(Tangsel, 21/02/2020) Tim clean up area terpapar radiasi di Komplek Batan Indah yang dipimpin oleh Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Suryantoro melakukan evaluasi hasil pekerjaan clean up yang telah dilakukan selama 8 hari. Evaluasi ini dilakukan di Gedung 90, Kawasan Nuklir Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (21/02).

Menurut Suryantoro, evaluasi ini dimaksudkan untuk melihat perkembangan sekaligus menentukan strategi clean up berikutnya. "Kegiatan clean up hari ini dihentikan sementara guna dievaluasi dulu pekerjaan sebelumnya. Momen ini juga kami gunakan untuk menentukan strategi clean up ke depan yang diharapkan lebih efektif," ujar Suryantoro.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BATAN, Heru Umbara mengatakan, hingga hari ke-8, tanah yang diserahkan ke Pusat Teknologi LImbah Radioaktif (PTLR) telah mencapai 337 drum. Semua tanah dan vegetasi yang dikumpulkan kemudian akan diolah di PTLR yang selanjutnya disimpan di tempat penyimpanan limbah radioaktif sementara.

Menurut Heru, sampai hari ke-8 kemarin (red. Kamis 20/02) tingkat paparan di lapangan sudah mengalami penurunan yang signifikan. Meskipun demikian masih terdapat beberapa titik yang menunjukkan tingkat paparan yang berada di atas ambang batas.

Baca juga: WBC, Salah Satu Upaya Penanganan Paparan Radiasi di Perumahan BATAN Indah

"Untuk itulah hal ini perlu dievaluasi terlebih dahulu kegiatan clean up selama ini dan kita menentukan strategi yang lebih efektif dan efisien agar tingkat paparan segera normal sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan," tambah Heru.

Meskipun masih terdapat titik dengan tingkat paparan yang berada di atas ambang, Heru selalu berharap, warga tidak perlu khawatir dan melakukan aktivitas seperti biasa.

"Semoga proses clean up ini segera selesai dan selanjutnya akan dilakukan remediasi," pungkas Heru. (Humas – BATAN).