HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

Jakarta—Keberadaan teknologi nuklir, oleh sebagian masyarakat diper­sepsi­kan sebagai senjata, bom, atau hal-hal lain yang negatif. “Padahal, keberadaan nuklir, pe­man­faatan serta penerapannya di berbagai sektor: kesehatan, perta­nian, rumah sakit dan lain-lain,” ungkap Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Prof. Dr. Ir. Djarot Sulistio Wisnusubroto, pada acara pembu­ka­an ATOMOS EXPO 2013, di Stadion Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat (29/11).

Oleh karena itu, kata Djarot, pentingnya menggelar pameran ATOMOS EXPO 2013 agar masya­rakat dapat memahami secara fakta bahwa bangsa Indonesia sudah mampu menguasai tekno­logi nuklir dan mengem­bangkan­nya untuk tujuan kesejahteraan. “Melalui berbagai hasil karya nyata yang diperagakan, diharapkan masya­rakat dapat memahami bahwa nuklir dapat digunakan untuk memajukan dan mensejah­terakan kehidupan manusia, dan tidak selalu digunakan untuk senjata atau bom,” papar Djarot.

Dijelaskan juga oleh Djarot bahwa event ATOMOS EXPO khusus menggelar produk-produk teknolo­gi hasil karya anak bangsa di bi­dang nuklir dan pemanfaatannya yang sudah meluas di berbagai sector pembangunan. Kegiatan ini sebagai media sosialisasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat luas tentang kemam­puan bangsa sendiri yang sudah menghasilkan banyak karya di bidang nuklir dan memiliki peran dalam pembangunan nasional.

Penyelenggaraan ATOMOS EXPO 2013 ini bertepatan dengan ulang tahun ke-55 BATAN, tepatnya tanggal 5 Desember. ”Kalau disa­ma­kan dengan manusia angka 55 ini, usia yang cukup matang. Artinya sesuatu yang sangat senior dan professional,” ujar Djarot, yang disambut tepuk tangan para tamu yang hadir di antaranya Menristek Prof. Dr .Ir .H. Gusti Muhammad Hatta, MS, perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Balitbang Kementerian Pertanian dan para tamu dari berbagai instansi lainnya.

Untuk meningkatkan gairah dan sema­ngat baru, BATAN meperkenalkan logo BATAN yang baru. ”Diharap­kan dengan logo baru yang lebih kinclong dengan warna-warni yang ra­mah dan disukai, BATAN dan nuklir bias lebih ingin dikenali, lebih ber­sahabat terhadap masyarakat,” tutur Djarot, sembari menayangkan logo baru BATAN yang lebih cerah de­ngan warna 'ngejreng' paduan war­­na kuning, merah, hijau dan biru.

Pada kesempatan itu, Djarot juga menyampaikan hasil jajak penda­pat nasional yang dilakukan sela­ma tiga tahun terakhir tentang pe­man­faatan teknologi nuklir. Hasil jajak pendapat nasional itu 76,5 persen responden setuju peman­faatan iptek nuklir di Indonesia. ”Khusus untuk energy Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), 60,4 persen responden menyatakan setuju,” jelasnya.

Khusus jajak pendapat tentang pe­manfaatan iptek nuklir yang dilaku­kan di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), hasilnya lebih tinggi yakni 75 persen, sedangkan untuk PLTN 64,1 persen. “Angka ini bias menja­di acuan pemerintah dalam me­ngem­bangkan iptek nuklir dan pem­bangunan PLTN,” tegasnya lagi.

Mengenai logo BATAN yang baru lebih 'kinclong' dibandingkan yang lama, diamini oleh Menristek Prof. Dr .Ir .H. Gusti Muhammad Hatta, MS. Menurutnya, lambang BATAN yang baru ini lebih ramah dan lebih enak dilihat. Menristek juga meng­ungkapkan kebanggaannya terha­dap BATAN yang sangat professio­nal dan disiplin mengelola limbah nuklir selama 20 tahun. “Karena itu saya mendapatkan hadiah dari Wina berupa alat detektor,” katanya dengan nada bangga.

Meskipun dambaan untuk memiliki PLTN belum terealisasi, namun BATAN secara berkesinambungan melakukan riset dengan menggu­na­kan iptek nuklir untuk digunakan di bidang lainnya. ”Seperti di bidang pertanian, padi kita yang biasanya hanya menghasilkan lima sampai enam ton perhektar, dengan meng­gunakan iptek nuklir produksi padi mencapai Sembilan bahkan sepu­luh ton perhektar. Iptek nuklir juga digunakan bagi bidang kesehatan, semisal terapi penyakit kanker,” ungkapnya.

Bahkan katanya, dia merasa kagum ketika mendengar ipktek nuklir juga bias dipergunakan untuk lebih mengawetkan makanan se­ma­cam makanan rendang, gudeg dan pepes. ”Kegiatan pemanfaatan seperti ini, diharapkan bias lebih mengakrabkan lagi nuklir kepada masyarakat,” tuturnya. Dan, dije­las­kannya bahwa makanan itu aman untuk dikonsumsi, dengan begitu pemahaman masyarakat akan iptek nuklir lebih baik lagi.

Pada kesempatan itu Menristek menceritakan pengalamannya ketika dia menjadi Menteri Lingku­ngan Hidup yang lalu. Pada satu acara di televisi, dia dihadapkan dengan Menristek yang menjelas­kan tentang pemanfaatan teknik nuklir. ”Sepertinya saya akan diadu, dan dikiranya saya akan menge­luarkan statement anti nuklir. Tapi, host atau moderator itu kecewa karena sebagai Menteri Lingku­ngan Hidup ketika itu saya mendu­kung penggunaan iptek nuklir. Dan, entah sudah rencanaTuhan, mung­kin, saya sekarang malah ditunjuk sebagai Menristek,” ujar Gusti men­ce­ri­takan pengalamannya yang unik itu.

Menrisitek memberi apresiasi yang besar bagi terselenggaranya ATOMOS EXPO 2013 ini. Diharap­kan dengan terseleng­garanya ATOMOS EXPO ini dapat membu­ka mata masyarakat Indonesia lebih luas lagi bahwa iptek nuklir sangat bermanfaat bagikemajuan bangsa dan meningkatkan taraf hidup manusia. Lebih jauh lagi dia mengutip kalimat dari kitab suci al-Quran bahwa segala sesuatu yang diciptakan Tuhan itu tidak ada yang sia-sia.“Yang penting apa yang sudah diciptakan Tuhan yang disediakan di alam ini digunakan untuk kemaslahatan umat manu­sia,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Menristek beserta staffnya, didampingi oleh Kepala BATAN, meninjau beberapa booth di arena ATOMOS EXPO 2013. Dia pun sangat antusias men­de­ngar­kan penjelasan dari penjaga booth yang dihampirinya. “Saya senang melihat anak-anak sekolah yang berkunjung kesini. Masa de­pan ada di tangan mereka, terma­suk pengelolaan dan pengembang­an iptek nuklir di masa depan,” ka­ta­nya sembari memperhatikan gene­ra­si muda, anak-anak SLTA, yang berkunjung berombongan dan me­ra­­mai­kan pameran ATOMOS EXPO 2013.

Penyelenggaraan ATOMOS EXPO 2013 bertema 'Perkembangan dan Peran Teknologi Nuklir dalam Pem­ba­ngu­nan Indonesia' berlangsung pada 29 Nopember – 1 Desember, diikuti oleh 28 instansi dan perusa­ha­an. Kegiatan ini mengajak ma­sya­rakat untuk lebih mengenal nuklir dengan konsep yang populer 'ATOMOS DAY' dalam bentuk pameran produk dan jasa teknologi nuklir, pameran interaktif sains nuklir, pameran foto teknologi, nuklir, mini games, ICT nuklir dan pa­me­ran sejarah dan masa depan nuklir. Juga diselenggarakan aero­bic dan flash mob serta pembagian door prize bagi semua pengunjung dari masyarakat umum.