HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

seluruh zat radioaktif berubah menjadi non radioaktif menurut laju sifatnya masing-masing

Lingkungan kita terdiri atas sepuluh radioaktif alam, yang menyebabkan radiasi latar belakang atau radiasi alam. Beberapa dari zat radioaktif ala mini berumur pendek dan menjadi stabil dalam beberapa menit, jam, atau hari. Zat-zat radioaktif yang berumur pendek dihasilkan sepanjang waktu dengan bermacam-macam prose salami. Beberapa zat mungkin hidup selama jutaan atau milyaran tahun, yang berarti zat-zat yang paling panjang usianya sudah ada sebelum bumi diciptakan.

Beberapa radiasi latar belakang bumi berasal dari angkasa. Radiasi latar belakang itu disebut kosmik. Atmosfer yang mengelilingi bumi menahan radiasi tersebut, sehingga hanya sedikit mencapai tanah. Jika kita berada pada suatu ketinggian, misalnya diatas gunung atau didalam pesawat terbang, kita terkena radiasi angkasa, yang lebih intensif beberapa kali lipat daripada jika kita berada pada ketinggian permukaan laut. Namun, variasi terbesar dalam intensitas radiasi latar belakang disebabkan oleh komposisi tanah. Faktor lain yang mempengaruhi intensitasnya adalah musim, keadaan cuaca, salju, hujan, arah angin baik bertekanan tinggi maupun rendah. Variasi-variasi alam biasanya jauh lebih penting daripada yang dilakukan manusia.

segala sesuatu dialam ini, setiap mahluk dan setiap materi senantiasa mengandung zat radioaktif. Kita sendiri mengandung zat radioaktif, demikian juga rumah, anjing, dan mobil kita

Jika kita memetik selembar daun tertentu dihutan yang lebat, kita tidak mungkin tahu bilamana daun tertentu tersebut akan gugur. Bagaimana mungkin kita tauh dengan pasti bahwa separuh dari daun-daun dihutan itu akan gugur 10 hari berikutnya atau sekitar itu.

Dengan cara yang sama, kita tidak tahu kapan suatu inti tertentu yang tidak stabil akan meluruh. Meskipun untuk setiap radioaktif yang kita tahu bearapa lama separuh dari inti tak stabil itu akan meluruh. Jangka waktu ini disebut waktu paruh dan jangka ini berbeda untuk setiap zat. Waktu paruh bisa seperkian detik sampai milyaran tahun. Contohnya, waktu paruh dari sulphur-38, radium-223, karbon-14 berturut-turut adalah 3 jam, 11 hari, dan 5730 tahun.

semua zat radioaktif berubah menjadi non-radioaktif sesuai nilai sifatnya sendiri

Mari kita perhatikan iodium, yang mendapat perhatian khusus dalam pengertian pembelahan inti uranium yang menghasilkan banyak sekali iodium. Karena iodium bersifat gas bila panas, ia akan menyebar ke lingkungan, misalnya pada peristiwa ledakan nuklir atau kecelakaan reaktor.

Inti iodium selalu mengandung 53 proton. Dari seluruh inti iodium tak stabil yang paling penting adalah yang memiliki 78 neutron, atau dengan kata lain iodium-131 (53 + 78 = 131). Reaktor nuklir banyak menghasilkan iodium-131, yang masa hidupnya cukup lama untuk dapat masuk kedalam rantai makanan ketika lepas ke lingkungan. Untung, waktu paruhnya hanya 8 hari. Sebagai contoh, aktivitas yang diserap dalam susu hanya setengah dari awalnya (original) setelah 8 hari, 1/4 setelah 16 hari (8 + 8), 1/8 setelah 24 hari (8 + 8 + 8), dst. Susu yang tercemar zat radioaktif dapat digunakan untuk pembuatan keju, karena aktivitasnya menghilang sama sekali selama proses pembuatan dan pematangan.

Perunut radioaktif digunakan baik untuk memeriksa aliran dalam proses industri dan alam maupun untuk mendeteksi kebocoran-kebocoran dalam sistem air selokan dan ventilasi. Ini berarti kita memasukkan zat radioaktif kedalam sistem tersebut. Kemajuan dan distribusinya dalam setiap secara mudah dapat dimonitor dengan alat ukur radiasi. Bahan-bahan yang ideal untuk tujuan ini dalah yang waktu paruhnya cukup lama sehingga memberi waktu kepada kita untuk melakukan pemeriksaan, tetapi juga tidak terlalu lama untuk meyakinkan bahwa zat tersebut tidak akan seterusnya tetap berada dalam lingkungan atau dalam proses untuk jangka waktu yang tidak diperlukan.

Perunut yang banyak digunakan adalah barium-139, yang waktu paruhnya 1 jam 23 menit. Jika pada pukul 8.00 pagi kita mempersiapkan sebuah larutan yang konsentrasi aktivitasnya 1000 Bq per ml, kita mempunyai 1 hari kerja penuh untuk tes ini. Pada pukul 9.23 aktivitasnya telah turun menjadi 500 Bq per ml dan sampai pukul 10.46 menjadi 250 Bq per ml. Setelah istirahat siang aktivitasnya hanya 130 Bq dan sampai waktu rehat kopi hanya 60 Bq. Dari sekitar pukul 10 s.d 3 sore aktivitasnya tinggal 30 Bq per ml dan pada akhir jam kerja tinggal 20 Bq. Pada tengah malam tidak lebih dari 1 Bq per ml dan pada pagi berikutnya tidak ada aktivitas sama sekali.

segera setelah inti tidak stabil menjadi stabil, dengan kata lain setelah sejumlah aktivitas waktu paruh yang cukup, maka tidak ada lagi aktivitas sama sekali

Zat radioaktif yang mungkin masuk kedalam masuk kedalam tubuh kita dibuang lebih cepat daripada laju peluruhan fisik yang ditunjukkan. Keluarnya zat ini secara alami dipercepat dengan buang air besar. Setiap zat dikeluarkan dari sistem tubuh kita pada kecepatan tertentu melalui metabolism tubuh. Apabila sistem ini tidak berjalan, maka pil tidur aspirin yang kita minum 1 x seminggu dapat menjadi racun.

Zat radioaktif masuk kedalam tubuh sewakti pemeriksaan isotop atau terapi isotop. Zat ini juga dapat diserap secara tidak sengaja : dengan dihirup, ditelan atau melalui luka, contohnya dalam laboratorium radiokimia atau sewaktu terjadi kebocoran pada pembangkit tenaga nuklir. Kebanyakan zat radioaktif hilang dari tubuh dengan cepat, bahkan radioaktif yang berumur panjang dalam waktu satu minggu atau satu bulan sudah hilang. Aktivitas zat tersebut terus-menerus menurun dengan sendiri dan juga dikeluarkan dengan cara normal. Kasarnya, cepat atau lambat akan berakhir di toilet.

Setelah kecelakaan Chernobyl, suatu zat yang disebut sesium-137 lepas ke lingkungan dan menyebar ke wilayah yang cukup luas. Waktu paruh fisiknya adalah 30 tahun. Oleh karena itu, zat tersebut dapat ditemukan untuk waktuyang cukup lama di alam ini. Sebenarnya, sesium sudah ada di alam ini, juga sebelum terjadi kecelakaan, karena hampir setengah dari sesium yang lepas di atmosfer akibat uji senjata nuklir yang dilakukan pada tahun 1960-an masih tetap ada.

Namun, efektivitas waktu paruh sesium dalam tubuh hanya 100 hari. Efektivitas waktu paruh menunjukan waktu selama separuh aktivitas sesium yang diterima tubuh dibuang. Keefektifan waktu paruh ditentukan oleh pengaruh campuran dari waktu paruh fisik dan jumlah buang air besar.

Namun, ada zat langka tertentu, yang metabolisme atau sifatnya dalam tubuh spesifik sehingga zat-zat tersebut dapat mencapai organ tertentu dan tetap berada di dalam organ tersebut. Dalam hal ini, berkurangnya tingkat aktivitas dalam tubuh tergantung pada waktu paruh fisik dari zat tersebut.

Last Modified : 27 January 2012 - 14:24:03 by Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.