HUT RI tahun 2020
Corona-19
SDM Nuklir
SDM Nuklir BATAN
Tomo Graphy
korupsi
kedelai
Radiofarmaka
Anti Narkoba 1
Anti Narkoba 2

Gas radon sejauh ini adalah sumber radiasi terbesar dalam dunia industri. Semua sumber radiasi alam dan buatan tidak ada artinya dibandingkan dengan gas tersebut.

Jika suatu inti terdiri atas sejumlah neutron yang tidak seimbang, inti tersebut menjadi tegang dan mempunyai kelebihan energi. Beginilah keadaan inti dari suatu atom karbon jika di dalamnya terdapat kurang dari enam atau lebih dari tujuh neutron. Inti ini tidak dapat bertahan. Suatu saat inti akan melepaskan kelebihan energi dan mungkin melepaskan satu atau dua partikel radiasi sekaligus.

Suatu inti karbon dengan enam proton dan enam neutron disebut sebagai karbon -12 atau ditulis dengan simbol C-12. Angka 12 menunjukan jumlah dari neukleon. Satu inti karbon dengan tujuh neutron dapat diidentifikasi sebagai C-13. Inti karbon C-12 dan C-13 mempunyai sifat stabil. Selain bentuk ini, bentuk yang lain tidak stabil. Semakin janggal jumlah neutronnya, semakin bertambah ketegangannya dan semakin cepat pula inti melepaskan kelebihan energinya dalam bentuk sinar radiasi.

Satu inti karbon dengan hanya 5 neutron, atau yang disebut C-11, dapat mempertahankan kondisi/keadaan tersebut selama 20 menit. C-10 membelah dalam waktu 19 detik dan C-9 hanya dalam 1/8 detik.

Lebih mudah bagi inti untuk bertahan dengan kelebihan 1 neutron. Karbon -14, inti dengan 8 neutron, dapat tetap bertahan selama beribu-ribu tahun tanpa ada masalah. Kelebihan 2 neutron menjadikan inti tidak dapat bertahan dalam waktu 2 atau 3 dekit. Inti yang memiliki kelebihan 3 neutron akan meletup dalam waktu 1 detik. Gambar-gambar berikut ini memperlihatkan seluruh struktur inti suatu atom karbon, yaitu semua isotop dan karbon.

Apa yang kita pelajari mengenai karbon disini tidak hanya berlaku untuk karbon saja. Keadaan itu juga sama bagi hampir setiap elemen, baik besi atau emas, nitrogen atau oksigen, radon atau uranium. Jika jumlah neutron dalam suatu inti sesuai, inti itu stabil atau non-radioaktif. Tetapi bila jumlah neutron tidak sesuai, inti menjadi tidak stabil dan suatu saat akan melepaskan ketegangannya dengan mengeluarkan sinar radiasi. Inti yang tidak stabil mengakibatkan zat menjadi radioaktif.

Bahan-bahan yang mengandung inti tak stabil dikatakan bersifat radioaktif. Tidak adakah penjelasan yang lebih mudah dimengerti?

Setiap inti melepaskan ketegangannya dengan cara yang berbeda dan mengeluarkan energi atau partikel radiasi yang berbeda. Pada sebagian besar kasus, inti melepaskan energi elektromagnetik yang disebut radiasi gamma, yang dalam banyak hal mirip dengan sinar-X. Ia bergerak secara lurus, melemah bila membentur suatu benda, tetapi sering sebagian dari radiasi gamma menembus benda tersebut.

Dalam banyak hal, inti juga melepaskan radiasi beta. Radiasi beta lebih mudah untuk dihentikan. Pelat seng biasa atau kaca dapat menghentikan semua radiasi beta. Bahkan pakaian yang kita pakai dapat melindungi dengan baik dari radiasi beta.

Elemen-elemen tertentu, terutama yang berat seperti uranium, radium, radon dan plutonium melepaskan radiasi alpha. Radiasi alpha dapat dihalangi seluruhnya dengan secarik kertas. Radiasi alpha tidak dapat menembus kulit kita. Ia sangat berbahaya hanya jika bahan-bahan yang mengeluarkan radiasi alpha masuk kedalam tubuh kita. Contohnya adalah jika kita menghirup gas radon.

Suatu kejadian dimana atom yang tidak stabil melepaskan kelebihan energinya disebut proses peluruhan radioaktif. Inti yang ringan dengan sedikit nukleon menjadi stabil setelah hanya mengalami 1 (satu) kali proses peluruhan, tetapi inti yang berat mengandung ratusan nukleon. Apabila inti berat mengaalami peluruhan, ada kemungkinan inti tersebut tetap tidak stabil. Oleh karena itu, kondisi stabil dapat dicapai setelah beberapa kali peluruhan.

Jika jumlah proton berubah selama proses peluruhan, elemen tersebut akan berubah menjadi elemen lain. Contohnya, uranium U-238 (terdiri atas 92 proton dan 146 neutron) selalu melepaskan 2 proton dan 2 neutron ketika sedang meluruh.

Setelah mengalami satu kali proses peluruhan jumlah protonnya menjadi 90. Tetapi elemen dengan 90 proton disebut torium. Inti torium ini juga tidak stabil dan akan berubah menjadi protaktinium setelah proses peluruhan berikutnya. Kemudian, inti ini juga akan berubah menjadi inti lain. Pada akhirnya menjadi inti stabil, yaitu inti timah hitam yang akan dihasilkan setelah peluruhan ke 14.

Di alam, kita dapat menemukan beberapa contoh inti berat yang dapat mencapai kondisi stabil setelah melalui masa peluruhan yang panjang. Inilah salah satu alasan mengapa lingkungan mengandung banyak sekali bahan-bahan radioaktif alam.

Pada suatu mata rantai peluruhan tertentu, unsur yang dihasilkan adalah radium. Radium adalah logam, seperti unsur-unsur pada awal mulainya peluruhan. Tetapi, yang mengherankan sewaktu radium meluruh, unsur ini berubah menjadi bahan yang bersifat gas yang disebut radon. Bahan-bahan lain dari proses peluruhan tetap berada didalam bumi, tetapi gas radon bergerak menuju kepermukaan bumi. Pada saat mencapai permukaan bumi itu dan tidak akan bercampur dengan udara luar. Konsentrasi radon dalam udara yang kita hirup didalam rumah mungkin ratusan, bahkan ribuan kali lebih tinggi daripada yang ada diluar rumah. Apabila kita menghirup udara, atom-atom radon masuk kedalam paru-paru. Hal yang sama terjadi pada setiap bahan yang dihasilkan selama peluruhan radon, yang juga bersifat radioaktif.

Akibatnya, paru-paru terkena radiasi. Ada beberapa factor lain yang mempengaruhi adanya paparan oleh radon, seperti kandungan partikel udara dalam rumah, bahan-bahan bangunan yang digunakan (yang juga mengeluarkan radon) dan juga gedung ditempat kita tinggal.

Gas radon sejauh ini adalah sumber radiasi terbesar dalam dunia industri. Semua sumber radiasi alam dan buatan tidak ada artinya dibandingkan dengan radon

Akibat dari gas radon, banyak orang yang pekerjaannya berhubungan dengan radiasi menerima dosis radiasi lebih tinggi dirumah dari pada ditempat kerja. Dalam berpuluh-puluh ribu rumah, para penghuninya menerima dosis radiasi beberapa kali lipat dari batas dosis yang direkomendasikan bagi para pekerja diindustri, pembangkit tenaga nuklir dan fasilitas perawatan dengan sinar-X.

Peranan pencemaran radon adalah cerita lain sehingga tak seorang pun dapat menceritakannya dengan pasti. Pencemaran radon telah banyak dipelajari, tetapi para peneliti mendapatkan kesimpulan yang berlawan satu dengan lainnya.

Kesimpulan teoritis menunjukan bahwa radon menambah risiko kanker paru-paru. Beberapa peneliti menolak kesimpulan ini. Meskipun demikian, tidak ada satu penelitian pun memberikan bukti yang jelas tentang efek merusak dari gas radon didalam rumah. Bab X dan XI menjelaskan tentang berbagai macam risiko dan renovasi rumah untuk mengurkan radon.

Last Modified : 27 January 2012 - 13:55:57 by Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.