Slide item 12
korupsi

Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa yang menjadi penghambat utama tercapainya tujuan pembangunan Nasional. Upaya untuk mensinergikan kegiatan pencegahan korupsi, pelaksanaan reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, maka PSTNT menetapkan kebijakan pembangunan Zona Integritas (ZI) dengan mambangun Wilayah Bebas dari Korupsi

reaktor kartini menuju era kemandirian

REAKTOR NUKLIR BANDUNG
Menuju era kemandirian  teknologi nuklir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat"

Peresmian

Pada tanggal 24 Juni 2000 Megawati Soekarno Putri meresmikan pengoperasikan "Reaktor TRIGA 2000" di Kawasan nuklir Bandung

analisis

Peran Teknis Analisis Nuklir dalam pemantauan kualitas udara di Indonesia

Litbang

Litbang sediaan radioisotop pemancar sinar beta untuk diaplikasikan di bidang kesehatan sebagai prekursor dalam pembuatan radiofarmaka

srikandi

Setelah 52 tahun, ternyata ada wanita-wanita muda yang berprofesi sebagai operator Reaktor Nuklir di Reaktor TRIGA 2000. Mereka lah para penerus cita2 Kartini... Selamat Hari Kartini, 21 April 2017.

(Jakarta, 27/07/2019) Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Austria dan Slovenia, Darmansjah Djumala meninjau aplikasi teknologi nuklir untuk bidang kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, (26/07). RSHS merupakan rumah sakit pertama di Indonesia yang melayani penggunaan teknologi nuklir dalam menangani penyakit pasiennya.

Kunjungan Djumala diterima oleh Direktur Utama RSHS, Nina Susana Dewi, beserta jajaran direksi. Diceritakan Nina bahwa, aplikasi teknologi nuklir pada bidang kesehatan yang dilakukan RSHS dimulai seiring dengan berdirinya reaktor nuklir pertama (TRIGA 2000) di Indonesia pada tahun 1965 dan selanjutnya pada tahun 1971 pelayanan kesehatan dengan menggunakan aplikasi teknologi nuklir mulai dilakukan di RSHS.

Maksud kunjungan Djumala ini adalah untuk melihat secara langsung aplikasi teknologi nuklir dibidang kesehatan kepada masyarakat. Djumala menilai, sekarang ini public awareness terhadap pemanfaatan teknologi nuklir untuk kesejahteraan masih sangat kurang, selama ini ada kesan dimasyarakat yang mengaitkan teknologi nuklir hanya untuk tujuan militer dan perang.

Public awareness ini harus ditingkatkan, bahwa pemanfaatan teknologi nuklir sangat memberikan kemaslahatan bagi sektor sektor lainnya, istilahnya nuclear for prosperity, dimana teknologi nuklir dapat bermanfaat diberbagai bidang, seperti kesehatan, pertanian, peternakan maupun lingkungan hidup,” ujar Djumala.

Djumala juga menyempatkan untuk melihat peralatan medis berbasis teknologi nuklir yang dimiliki oleh RSHS, ditemani oleh Kepala Departemen Kedokteran Nuklir, Hussein Kartamihardja.  Hussein menjelaskan, saat ini fasilitas teknologi nuklir yang dimiliki RSHS meliputi alat PET scan dan SPECT CT untuk keperluan deteksi dan diagnostik dengan tingkat keakuratan yang tinggi, Gamma probe untuk pemetaan kelenjar getah bening dan laboratorium Radioimunoasai untuk pasien dengan penyakit tiroid.

Menurut Hussein, RSHS menjadi salah satu rumah sakit dengan fasilitas medis berbasis teknologi nuklir yang terlengkap di Indonesia, namun dibalik kecanggihan tersebut, tidak serta merta masyarakat mau menggunakannya. Kendala yg dihadapi RSHS dalam menerapkan aplikasi teknologi nuklir kepada masyarakat adalah persepsi masyarakat terhadap iptek nuklir masih negatif.

“Banyak informasi yang beredar di media massa menceritakan nuklir adalah sesuatu yang negatif , hal inilah yang membuat masyarakat takut dalam menggunakan teknologi nuklir khususnya dalam bidang kesehatan,” kata Hussein.

Hussein menambahkan, melalui Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia, pihaknya akan terus menginformasikan manfaat positif teknologi nuklir dibidang kesehatan melalui pertemuan ilmiah yang diperuntukan bagi SDM nuklir itu sendiri ataupun kepada masyarakat umum. Sejauh ini hasilnya baik, namun disisi lain, pada prakteknya kami menemukan fakta, dimana seringkali pasien baru, datang berobat dikarenakan rekomendasi pasien yang telah lebih dulu merasakan pengobatan dengan teknologi nuklir.

Diakhir kunjungan, Djumala sangat terkesan dengan penerapan teknologi nuklir yang dapat secara langsung diaplikasikan untuk meningkatkan kesehatan di masyarakat, ini sesuai dengan kebijakan Kementerian Luar Negeri yang disebut diplomasi membumi. “Yang dimaksud diplomasi membumi adalah, diplomasi yang mampu memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, diharapkan teknologi nuklir mampu dirasakan langsung oleh masyarakat melalui bidang kesehatan, pertanian dan peternakan,” pungkas Djumala. (an)