Slide item 12
korupsi

Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa yang menjadi penghambat utama tercapainya tujuan pembangunan Nasional. Upaya untuk mensinergikan kegiatan pencegahan korupsi, pelaksanaan reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, maka PSTNT menetapkan kebijakan pembangunan Zona Integritas (ZI) dengan mambangun Wilayah Bebas dari Korupsi

reaktor kartini menuju era kemandirian

REAKTOR NUKLIR BANDUNG
Menuju era kemandirian  teknologi nuklir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat"

Peresmian

Pada tanggal 24 Juni 2000 Megawati Soekarno Putri meresmikan pengoperasikan "Reaktor TRIGA 2000" di Kawasan nuklir Bandung

analisis

Peran Teknis Analisis Nuklir dalam pemantauan kualitas udara di Indonesia

Litbang

Litbang sediaan radioisotop pemancar sinar beta untuk diaplikasikan di bidang kesehatan sebagai prekursor dalam pembuatan radiofarmaka

srikandi

Setelah 52 tahun, ternyata ada wanita-wanita muda yang berprofesi sebagai operator Reaktor Nuklir di Reaktor TRIGA 2000. Mereka lah para penerus cita2 Kartini... Selamat Hari Kartini, 21 April 2017.

(Jakarta, 20/11/2018) Perwakilan dari 12 negara anggota badan tenaga atom internasional atau Atomic Energy Agency (IAEA) di Kawasan Asia Pasifik yang tergabung dalam kerja sama penelitian tentang peran teknologi nuklir pada kualitas udara, berkumpul di Bali sejak 19 s.d. 23 November 2018. Pada pertemuan tersebut, dibahas berbagai isu penting tentang pencemaran udara serta solusi penanggulangannya secara bersama yang dituangkan dalam sebuah rumusan capaian, output dan outcome dari program kerja sama penelitian tersebut.

Peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Muhayatun Santoso menceritakan latar belakang penelitian bersama negara-negara di Kawasan Asia Pasifik. “Kondisi kualitas udara yang semakin memburuk akibat polusi di beberapa kota di berbagai negara telah menunjukkan betapa pentingnya melakukan kegiatan pemantauan udara secara berkelanjutan. Pemantauan yang tepat dapat memastikan sumber pencemar yang terjadi ddan dapat mengawali langkah penanggulangan yang tepat, efisien dan efektif, “ jelas Muhayatun.

Ia melanjutkan, proyek penelitian bersama yang diinisiasi  oleh IAEA ini bertujuan meningkatkan peran teknik analisis nuklir pada kualitas udara. Proyek penelitian yang diberi kode RAS/7029 diharapkan mampu memberi kontribusi dalam mempromosikan pemanfaatan teknologi nuklir dalam memantau kondisi kualitas udara baik secara lokal, regional bahkan lintas negara.

Menurutnya, teknologi nuklir sangat bermanfaat dalam memantau kualitas udara karena mampu mendeteksi partikulat udara berbahaya dengan ukuran yang sangat kecil yakni kurang dari 2,5 mikrometer. Hal ini tidak dapat dilakukan oleh metode lainnya selain dengan teknologi nuklir.

Data hasil penelitian ini menurut Muhayatun sangat bermanfaat untuk menentukan langkah penanggulangan pencemaran udara. “Data yang dihasilkan dari penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh kementrian lingkungan hidup dan kehutanan serta badan atau dinas pengelola lingkungan hidup kota/provinsi untuk mencari solusi penanganan pencemaran udara,” lanjutnya.

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto usai membuka pertemuan mengatakan, penelitian bersama tentang pemantauan kualitas udara ini sangat penting dan membantu beberapa institusi terkait. “Dalam penelitian ini, BATAN berperan membantu Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah  (Bapedalda) dan institusi lain dalam menyusun kebijakan dan peraturan terkait kendali lingkungan,” ujar Djarot.

Djarot mencontohkan, pada September 2017 yang lalu kota Bandung ditetapkan sebagai kota dengan kualitas udara terbersih untuk kategori kota besar di wilayah ASEAN. Hal ini salah satunya berkat bantuan BATAN dalam memetakan potensi pencemaran udara sehingga pemerintah daerah setempat mampu membuat peraturan terkait penanggulangan pencemaran udara.

Dari pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan 12 negara yakni Australia, Bangladesh, China, Jepang, Mongolia, Indonesia, Malaysia, Myanmar, New Zealand, Pakistan, Philippines dan Vietnam diharapkan dapat memberikan dampak kepada masyarakat luas. “Harapan utamanya adalah, setiap kegiatan baik nasional maupun internasional harus mampu memberikan dampak bagi masyarakat termasuk sosial ekonomi.  Suatu kegiatan tidak boleh hanya sekedar menjadi makalah ilmiah, tetapi harus mempunyai outcome yang jelas,” harap Djarot. (Pur)